Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Key Strategy: Produk Herbal Asal RI Senilai Rp 2,5 Miliar Masuk Pasar Arab Saudi

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Key Strategy: Produk Herbal Indonesia Masuk Pasar Arab Saudi Dengan Nilai Kontrak Rp 2,5 Miliar Key Strategy - Sebagai bagian dari strategi pemasaran

Key Strategy: Produk Herbal Asal RI Senilai Rp 2,5 Miliar Masuk Pasar Arab Saudi

Key Strategy: Produk Herbal Indonesia Masuk Pasar Arab Saudi Dengan Nilai Kontrak Rp 2,5 Miliar

Key Strategy – Sebagai bagian dari strategi pemasaran internasional, salah satu produk herbal asal Indonesia berhasil menembus pasar Arab Saudi melalui kesepakatan dagang senilai Rp 2,5 miliar. Ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses ekspor nonmigas ke kawasan Timur Tengah, yang selama ini dianggap sebagai pasar potensial bagi industri kesehatan alami nasional. Kerja sama ini ditandatangani antara PT Dami Sariwana, produsen kesehatan berbasis alami di Tangerang, dan Al Itholah Trading, perusahaan distributor berbasis di Jeddah, pada Senin, 15 Juni 2026.

Langkah Strategis dalam Pemenuhan Kualifikasi Pasar

Sebelumnya, proses penandatanganan surat perjanjian kerja sama (SPKS) atau letter of agreement dilakukan di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) Jeddah. Hadir dalam acara tersebut adalah Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah, Joneri Alimin, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Sugih Rahmansyah. Dalam kesepakatan ini, Key Strategy menjadi pilar utama untuk memastikan produk herbal Indonesia memenuhi standar kualitas yang ketat dan membangun kepercayaan terhadap merek.

“Kesepakatan ini membuktikan potensi besar produk herbal Indonesia di pasar global. Kami berharap ini menjadi pintu masuk strategis untuk menjangkau seluruh wilayah Timur Tengah,” ujar Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag.

Analisis Pasar dan Kebutuhan Konsumen Timur Tengah

Kerjasama ini didorong oleh peningkatan minat masyarakat Arab Saudi terhadap gaya hidup sehat dan konsumsi produk alami. Dengan Key Strategy sebagai panduan, PT Dami Sariwana dan Al Itholah Trading fokus pada kebutuhan konsumen lokal, seperti keinginan untuk solusi kesehatan yang ramah lingkungan dan tidak menyebabkan efek samping. Untuk memastikan kelancaran kerja sama, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah melakukan verifikasi kredibilitas mitra importir, termasuk evaluasi produk dan proses produksi.

“Verifikasi mendalam memastikan kepercayaan eksportir Indonesia dan mengamankan jalur distribusi. Kami yakin produk ini akan diterima baik di pasar ritel Arab Saudi,” tutur Bagas Haryotejo, Kepala ITPC Jeddah.

Kombinasi Produk Herbal Unggulan

Kesepakatan melibatkan tiga jenis produk herbal, yakni suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula, dan produk pelangsing. Setiap produk dipilih berdasarkan riset pasar dan Key Strategy yang menekankan keberagaman serta efektivitas. Pengiriman perdana akan menggunakan satu kontainer, yang dijadwalkan berangkat pada Juli 2026 setelah memenuhi standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

PT Dami Sariwana, produsen kesehatan berbasis alami yang dikembangkan oleh PPSDMEJP Kemendag, mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah dalam membantu penetrasi produk ke Arab Saudi. “Kami yakin Key Strategy ini akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan pangsa pasar Indonesia di Timur Tengah,” kata Taswan Wimala Putra, tokoh perusahaan.

Kontribusi terhadap Ekspor Nonmigas

Kerja sama ini diharapkan memperkuat pertumbuhan perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi, terutama di sektor nonmigas. Dalam periode Januari-April 2026, nilai perdagangan nonmigas mencapai USD 1,02 miliar, dengan ekspor sebesar USD 675,80 juta dan impor USD 345,90 juta. Sejak 2025, total perdagangan nonmigas mencapai USD 3,94 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Arab Saudi mengungguli impor sebesar USD 2,88 miliar dibanding USD 1,06 miliar, menciptakan surplus sekitar USD 1,82 miliar.

Dengan Key Strategy sebagai pola ekspor, pemerintah Indonesia terus mendorong diversifikasi produk nonmigas ke pasar internasional. Produk herbal yang masuk Arab Saudi dianggap sebagai bagian dari upaya memperkaya ekspor sektor kesehatan nasional dan menunjukkan kesiapan industri dalam bersaing di level global.

Potensi Pertumbuhan dan Peluang Masa Depan

Strategi Key Strategy ini bukan hanya sekadar masuk pasar Arab Saudi, tetapi juga sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang untuk meningkatkan daya saing produk herbal Indonesia. Dengan bantuan ITPC Jeddah, PT Dami Sariwana berharap bisa merambah pasar lain di Timur Tengah dan menyediakan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen regional. Peluncuran produk secara bertahap akan dilakukan, dengan fokus pada distribusi ritel dan promosi yang efektif.

“Kami menargetkan ekspor herbal Indonesia bisa meningkat tajam dalam lima tahun ke depan. Key Strategy menjadi alat utama untuk mencapai ambisi tersebut,” tambah Fajarini Puntodewi. Tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan kesesuaian produk dengan kebijakan regulasi Arab Saudi dan membangun jaringan distribusi yang stabil. Namun, dengan Key Strategy yang terstruktur, langkah ini diharapkan menjadi fondasi untuk pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *