ASDP Percepat Pemecahan Antrean di Rute Ketapang-Gilimanuk dengan Operasional 30 Kapal Per Hari
Latest Program – Dalam upaya mengatasi kemacetan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah intensif dengan menambah frekuensi operasional kapal. Perusahaan menerapkan pengoperasian 28 hingga 30 kapal per hari, termasuk dukungan kapal di Dermaga Bulusan, LCM, dan ponton, untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan. Langkah ini bertujuan mempercepat alur lalu lintas dan mengurangi penumpukan kendaraan di jalur tersebut.
Langkah yang Diambil untuk Mengoptimalkan Pelayanan
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa pihaknya bersama seluruh stakeholder bergerak cepat untuk memastikan konektivitas antara Jawa dan Bali tetap lancar. “Kami menyadari ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa dan telah meminta maaf atas gangguan yang terjadi. Sejak awal, semua pihak bekerja sama guna menjaga kinerja layanan dengan aman dan andal,” jelas Heru dalam pernyataannya, Senin (29/6).
Kami mengoperasikan 28 hingga 30 kapal setiap hari, mengoptimalkan layanan di Dermaga MB, LCM, Bulusan, dan ponton, serta menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus pelayaran. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami juga melakukan pengaturan lalu lintas, pengelompokan kendaraan, dan pemanfaatan kantong parkir Bulusan agar antrean dapat terurai secara bertahap,” tambah Arief Eko Kurniansjah, General Manager ASDP Cabang Ketapang.
Kepadatan kendaraan di Ketapang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti peningkatan kebutuhan perjalanan selama libur sekolah, perubahan pola operasi akibat kondisi cuaca, serta penyesuaian distribusi logistik dari lintasan lain. Pihak ASDP telah menyesuaikan penggunaan dermaga berdasarkan jenis kendaraan. Kendaraan pribadi dialihkan ke Dermaga MB I, MB II, MB III, dan ponton, sementara truk logistik besar dikelola melalui MB IV dan tiga dermaga LCM untuk menghindari konflik antrean.
Dalam upaya mengurangi beban lalu lintas, ASDP bekerja sama dengan Satlantas Polresta Banyuwangi mengaktifkan kantong parkir Bulusan sebagai zona penampung sementara. Area ini mampu menampung sekitar 400 kendaraan logistik, dengan truk golongan VI ke atas dialihkan ke sana sebagai bagian dari sistem penundaan. Selain itu, kendaraan kecil dan pribadi dari arah selatan Banyuwangi diarahkan melalui Jalan Lingkar Ketapang untuk mengurangi tekanan pada jalur utama menuju pelabuhan.
Program Diskon Tarif Penyeberangan Selama Libur Sekolah
Selama periode libur sekolah, masyarakat tetap dapat memanfaatkan Program Diskon Tarif Penyeberangan. Program ini memberikan potongan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan, yang secara rata-rata setara 21,9 persen dari total tarif tiket penyeberangan di tujuh lintasan strategis nasional, termasuk rute Ketapang–Gilimanuk.
ASDP juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan otoritas terkait untuk memantau perkembangan cuaca. Hal ini dilakukan agar pengoperasian kapal dapat disesuaikan secara real-time. Pengguna jasa diimbau untuk memperhatikan informasi cuaca, merencanakan perjalanan secara matang, serta membeli tiket melalui Ferizy sebelum sampai di pelabuhan.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, ASDP berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyesuaian bersama seluruh pihak terkait. “Tujuan utama adalah memastikan layanan penyeberangan tetap optimal dan menjaga kelancaran akses antar pulau,” tutur Heru Widodo.
