Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Latest Program: OPEC+ Bakal Naikkan Produksi Minyak Jadi 188 Ribu Barel per Hari pada Agustus

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

OPEC+ Melanjutkan Latest Program untuk Pemulihan Produksi Minyak ke 188 Ribu Barel per Hari pada Agustus Latest Program menjadi fokus utama dalam upaya

Latest Program: OPEC+ Bakal Naikkan Produksi Minyak Jadi 188 Ribu Barel per Hari pada Agustus

OPEC+ Melanjutkan Latest Program untuk Pemulihan Produksi Minyak ke 188 Ribu Barel per Hari pada Agustus

Latest Program menjadi fokus utama dalam upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya, Rusia, untuk menaikkan kapasitas produksi minyak secara bertahap hingga mencapai 188.000 barel per hari (bph) di bulan Agustus. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi penyesuaian pasokan global yang bertujuan menstabilkan harga dan memperkuat posisi negara-negara anggota dalam pasar energi.

“Dengan disetujuinya Latest Program ini, tujuh negara utama akan meningkatkan kuota produksi sebesar 188.000 bph,”

ungkap para delegasi yang menurut laporan Bloomberg menegaskan rencana konsensus pada konferensi video pada hari Minggu (5/7).

Program Pemulihan Pasca-Pemangkasan Produksi

Kenaikan produksi ini merupakan bagian dari Latest Program yang dirancang untuk memulihkan kebijakan pemangkasan produksi yang diterapkan selama beberapa tahun terakhir. Sejak awal perang, OPEC+ telah menurunkan kapasitas produksi hingga mencapai 940.000 bph, yang sebanding dengan 1 persen dari permintaan global. Meski sudah ada peningkatan, perjanjian dan implementasi masih menghadapi hambatan karena konflik terus mengganggu distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Latest Program dirancang untuk mempercepat proses pemulihan tersebut, dengan fokus pada pembagian kuota produksi yang lebih adil dan transparan. Dalam konferensi video, negara-negara anggota sepakat mengubah strategi peningkatan pasokan yang sebelumnya tergantung pada stabilitas geopolitik. Meski konflik antara Iran dan AS memberi angin segar, kenaikan produksi Agustus diharapkan menjadi titik awal dari fase baru dalam Latest Program ini.

Upaya Membangun Konsensus Internal

Sebelum disetujui, Latest Program mengalami beberapa tekanan dari anggota internal OPEC+. Bulan lalu, Irak mengungkapkan keinginan untuk meninggalkan organisasi jika peningkatan kuota tidak segera dijalankan. Hal serupa pernah terjadi saat Uni Emirat Arab memutus ketergantungan dari kesepakatan Mei lalu. Namun, data terbaru menunjukkan Arab Saudi dan UAE mulai pulih, dengan ekspor minyak mencapai level sebelum konflik.

Latest Program juga mengatur strategi distribusi yang lebih terstruktur untuk mencegah keterlambatan dalam pemenuhan kuota. Dengan peningkatan produksi di bulan Agustus, dua tahap pemangkasan sejak 2023 akan segera berakhir, dan tahap ketiga diperkirakan mencapai puncaknya pada September. Selama proses ini, kebijakan pengekangan produksi tetap berlaku hingga akhir tahun, memberi ruang bagi konsolidasi pasar dan stabilitas harga.

Impak Terhadap Pasar Global

Peningkatan produksi dalam Latest Program diharapkan memberi dampak signifikan terhadap harga minyak dunia. Dengan kenaikan pasokan ke pasar Asia, konflik di Selat Hormuz yang sebelumnya mengganggu distribusi mulai teratasi. Selain itu, peningkatan ini juga membuka peluang bagi negara-negara anggota lain yang masih menghadapi tantangan kapasitas produksi.

“Latest Program ini bukan hanya untuk menaikkan produksi, tetapi juga untuk memastikan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan stabilitas harga,”

tambah analis pasar energi.

Penyesuaian ini berpotensi meningkatkan ketersediaan minyak di pasar global, mengurangi tekanan pada produsen yang sedang memulihkan kapasitas. Namun, peningkatan produksi yang diusulkan masih dilihat sebagai langkah awal, dengan rencana peningkatan lebih lanjut dalam bulan-bulan mendatang. Dengan dilaksanakannya Latest Program, OPEC+ berharap bisa memperkuat posisi tawar di tengah persaingan yang semakin ketat dari produsen non-OPEC, seperti Amerika Serikat dan Kanada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *