Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Listrik dari PSEL Legok Nangka Bandung Bakal Aliri 40.000 Rumah

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

PT PLN (Persero) resmi mengumumkan bahwa fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Legok Nangka, Kabupaten Bandung, akan menyalurkan daya kepada

Listrik dari PSEL Legok Nangka Bandung Bakal Aliri 40.000 Rumah

Proyek PSEL Legok Nangka Siap Menyuplai Kelistrikan untuk 40.000 Rumah Tangga

Kabarnusantaraku.com – PT PLN (Persero) resmi mengumumkan bahwa fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Legok Nangka, Kabupaten Bandung, akan menyalurkan daya kepada 40.000 rumah tangga. Pembangunan jaringan transmisi untuk proyek strategis nasional ini berjalan secara paralel dengan pembangunan pembangkit listriknya sendiri, memastikan pasokan energi yang stabil bagi masyarakat sekitar.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa infrastruktur transmisi akan dibangun menuju gardu terdekat sebagai bagian dari integrasi sistem kelistrikan nasional. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa energi yang dihasilkan dapat didistribusikan secara efisien ke berbagai wilayah.

“Dengan adanya PSEL ini kita akan membangun transmisi ke gardu yang terdekat,” ujar Yuliot saat Groundbreaking PSEL Legok Nangka, Bandung, Rabu (29/7).

Kapasitas dan Investasi Proyek

Fasilitas ini memiliki kapasitas pembangkit sebesar 40,79 megawatt dengan total nilai investasi mencapai USD 400 juta atau setara Rp 7,5 triliun. Teknologi incinerator yang digunakan beroperasi pada suhu tinggi hingga 800 derajat celcius, sehingga menghasilkan emisi minimal dan aman bagi kesehatan masyarakat sekitar. Seluruh material sampah yang masuk ke dalam fasilitas akan terolah dan terbakar secara sempurna, menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa listrik yang dihasilkan tidak hanya mampu melistriki 40.000 rumah tangga, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi timbunan sampah di Jawa Barat secara signifikan.

“Pembangunan listrik akan dihasilkan nanti berkapasitas 40,79 MW, mampu melistriki 40.000 rumah, dengan produksi energi mencapai 310 GWh per tahun,” ujar Suroso dalam laporannya.

PLN telah meneken Perjanjian Jual Beli Listrik selama 20 tahun dengan pengembang PT Jabar Environment Solution pada 31 Maret 2026. Proses procurement yang dimulai dari penugasan Januari berjalan sangat cepat, hanya membutuhkan waktu tiga bulan untuk mencapai kesepakatan PPA. Hal ini menunjukkan efektivitas koordinasi antara berbagai pihak terkait.

Jadwal Implementasi dan Kapasitas Pengolahan

Kementerian ESDM telah menerbitkan Surat Penugasan kepada PLN terkait pembelian listrik dari fasilitas ini pada 19 Januari 2026. Financial Close ditargetkan tercapai pada akhir tahun 2026 dengan masa konstruksi selama 41 bulan. Proyek ini diharapkan mulai beroperasi atau Commercial Operating Date pada kuartal I 2029.

Kapasitas pengolahan sampah pada pembangkit ini mencapai 2.131 ton per hari atau sekitar 13 persen dari total timbunan sampah di Jawa Barat. Energi yang dihasilkan merupakan energi terbarukan karena secara siklus akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik.

“Dan ini merupakan energi yang sungguh terbarukan karena secara cycle akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik,” kata Suroso.

Harga Listrik dan Jaminan Pembelian

Harga listrik dari PSEL Legok Nangka ditetapkan sebesar USD 6,92 sen/KWh untuk periode 1-2 tahun pertama berdasarkan kesepakatan B2B, kemudian USD 11,44 sen/KWh pada tahun ke-3 hingga 20 berdasarkan Perpres No 35 Tahun 2018. Pasokan listrik akan dialirkan melalui Gardu Induk New Rancakasumba 150 KV dan sudah dijamin melalui Perpres tersebut.

“Tahap pertama tarif yang akan dibeli oleh PLN adalah 6,92 sen USD per kwh, kurang lebih setara dengan Rp 1.000, dan kemudian di tahap berikutnya 11,4 sen USD per kwh, kurang lebih mencapai Rp 1.600,” ujarnya.

Dengan jaminan tersebut, PLN berkomitmen untuk terus membeli dan menyalurkan listrik kepada masyarakat berapa pun produksi yang dihasilkan dari sampah. Proyek ini menjadi contoh nyata pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *