Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Main Agenda: Dirut BEI Respons Hasil Review MSCI: Perbaikan Sudah Pasti Kita Lakukan

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Dirut BEI Respons Hasil Review MSCI: Perbaikan Sudah Pasti Kita Lakukan Main Agenda - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik

Main Agenda: Dirut BEI Respons Hasil Review MSCI: Perbaikan Sudah Pasti Kita Lakukan

Dirut BEI Respons Hasil Review MSCI: Perbaikan Sudah Pasti Kita Lakukan

Main Agenda – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memberikan pernyataan resmi terkait hasil evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menetapkan status pasar modal Indonesia tetap dalam kategori pasar negara berkembang. Laporan tersebut dirilis pada Kamis (18/6) dan menjadi fokus utama dalam upaya BEI untuk menjawab berbagai kritik dan pujian dari lembaga indeks global tersebut. Main Agenda ini mencakup sejumlah aspek kunci yang dianggap perlu diperbaiki, sekaligus menegaskan komitmen BEI untuk terus meningkatkan kualitas pasar modal.

Aspek Positif dan Catatan Kritik dari MSCI

Jeffrey menyampaikan bahwa hasil penilaian MSCI secara keseluruhan masih mengakui kelebihan pasar modal Indonesia. Ia menekankan bahwa kritik yang diberikan dianggap sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan sistem. “Main Agenda ini mencakup beberapa aspek yang perlu diperbaiki, tetapi kita juga bersyukur karena evaluasi MSCI membantu kita memahami kekuatan-kekuatan pasar yang sudah ada,” jelasnya. Menurut Jeffrey, ada beberapa catatan baik dari MSCI, seperti pertumbuhan jumlah emiten dan peningkatan partisipasi investor lokal.

“Kita mengapresiasi semua masukan yang disampaikan MSCI. Ini sudah menjadi bagian dari pembahasan kita sebelumnya. Jadi, perbaikan terus dilakukan agar hasilnya lebih baik lagi di masa depan,” ujar Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (19/6).

Prioritas Reformasi dan Pengawasan Pasar

Dalam rangka meningkatkan daya tarik pasar modal, Jeffrey menyebut bahwa BEI fokus pada tiga elemen utama: transparansi, kredibilitas, dan tata kelola yang lebih baik. Ia juga menegaskan komitmen untuk memperkuat infrastruktur perdagangan serta mengoptimalkan peraturan dan pengawasan. “Tujuannya adalah agar pengawasan lebih efektif dan mampu mengatasi isu seperti manipulasi pasar serta praktik perdagangan terkoordinasi,” tambahnya. Main Agenda ini mencakup revisi terhadap beberapa kebijakan, termasuk pengembangan sistem pelaporan emiten.

“Perbaikan dalam aspek peraturan dan pengawasan sudah pasti kita lakukan. Hal ini untuk menjaga likuiditas pasar tetap stabil sekaligus merespons kritik yang disampaikan,” tutur Jeffrey.

Ketersediaan Informasi dalam Bahasa Inggris

Jeffrey menyoroti salah satu catatan MSCI terkait ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris. Ia menjelaskan bahwa menurut peraturan bursa, seluruh laporan keuangan harus disajikan dalam dua bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Oleh karena itu, BEI ingin memastikan apakah MSCI merujuk informasi lain di luar laporan keuangan, seperti data dari emiten, anggota bursa, atau pihak terkait. “Main Agenda juga mencakup upaya untuk menjelaskan aspek ini secara jelas, karena sebagian kritik berasal dari kurangnya pengakuan terhadap keberagaman informasi yang tersedia,” katanya.

“Misalnya, MSCI menyebut ada informasi yang tidak tersedia dalam bahasa Inggris. Kita ingin memastikan apakah itu informasi keuangan atau tidak, serta sumbernya dari mana,” kata Jeffrey.

Komitmen Terhadap Peningkatan Kualitas Pasar Modal

Jeffrey menegaskan bahwa BEI tidak akan berhenti pada catatan kritik dari MSCI, tetapi akan terus mendorong reformasi berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk mengevaluasi kebijakan yang sedang dijalankan. “Main Agenda ini mencakup revisi terhadap proses penerbitan saham, pengawasan transaksi, serta pengembangan sistem informasi pasar yang lebih lengkap,” jelasnya. Menurut Jeffrey, pihaknya telah melakukan perbaikan di berbagai bidang, termasuk penguatan regulasi terkait pelaku pasar.

“Main Agenda kami terus berjalan, dan kami yakin perbaikan akan memberikan dampak positif bagi pasar modal Indonesia dalam jangka panjang,” tambah Jeffrey.

Langkah Tindak Lanjut dan Harapan Masa Depan

Sebagai langkah berikutnya, BEI akan kembali bertemu dengan MSCI untuk mendiskusikan poin-poin yang memerlukan penjelasan lebih lanjut. “Kita ingin memperjelas setiap catatan agar tindakan perbaikan bisa tepat sasaran,” imbuh Jeffrey. Ia juga menegaskan bahwa BEI akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga internasional, untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia. Main Agenda ini menjadi bukti bahwa BEI proaktif dalam merespons masukan dari evaluasi eksternal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *