Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Main Agenda: Purbaya Tak Janji Penuhi Usulan Tambahan Anggaran KL di RAPBN pada 2027

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Purbaya Tegaskan Tidak Semua Usulan Tambahan Anggaran KL Disetujui dalam RAPBN 2027 Main Agenda menjadi sorotan utama dalam proses penyusunan RAPBN 2027

Main Agenda: Purbaya Tak Janji Penuhi Usulan Tambahan Anggaran KL di RAPBN pada 2027

Purbaya Tegaskan Tidak Semua Usulan Tambahan Anggaran KL Disetujui dalam RAPBN 2027

Main Agenda menjadi sorotan utama dalam proses penyusunan RAPBN 2027, terutama terkait keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak menyetujui seluruh permintaan tambahan anggaran dari kementerian/lembaga (K/L). Menurut Purbaya, pemerintah akan memproses usulan tersebut secara selektif, dengan memprioritaskan program-program yang dianggap krusial bagi pembangunan nasional.

Proses Evaluasi Anggaran yang Ketat

Proses evaluasi anggaran akan dilakukan secara mendalam oleh Menteri Keuangan, sebagai bagian dari Main Agenda yang menekankan konsistensi anggaran dengan target defisit APBN 2027 sebesar 1,8-2,4 persen dari PDB. Purbaya mengatakan, setiap usulan harus memenuhi kriteria tertentu agar bisa diterima, termasuk mempertimbangkan manfaat ekonomi jangka panjang dan efisiensi penggunaan dana.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI telah menyusun daftar usulan tambahan anggaran K/L untuk 2027. Total permintaan mencapai Rp 984 triliun, yang melebihi pagu belanja K/L saat ini sebesar Rp 1.389,94 triliun. Jika semua usulan disetujui, belanja K/L tahun depan bisa mencapai Rp 2.373,94 triliun, jauh lebih tinggi dari target belanja 2026 sebesar Rp 1.510,5 triliun.

“Kita lihat mana yang pantas dan mana yang enggak. Selama defisitnya terpenuhi ya sudah,” tambah Purbaya dalam wawancara dengan media di Kompleks Parlemen RI, Kamis (2/7).

Ketua Banggar Said Abdullah mengatakan, pengajuan anggaran tersebut berasal dari diskusi antara komisi DPR dengan mitra kementerian dan lembaga. Ia menekankan bahwa keputusan akhir mengenai jumlah anggaran tambahan ada di tangan Menteri Keuangan, sebagai bendahara negara yang bertugas mengawasi keselarasan antara usulan dan target defisit.

Sebagai bagian dari Main Agenda, pemerintah juga menyoroti upaya pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Purbaya menyatakan bahwa penyesuaian anggaran akan memastikan alokasi dana yang optimal, sehingga tidak ada pemborosan dalam penggunaan anggaran. Ia menegaskan bahwa pembangunan prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan energi akan tetap mendapatkan dukungan, sementara usulan yang tidak relevan akan diperiksa ulang.

Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah dan DPR, serta memastikan bahwa anggaran RAPBN 2027 berjalan efektif dan transparan. Said Abdullah menambahkan bahwa proses ini juga melibatkan analisis risiko dan dampak ekonomi terhadap pertumbuhan PDB. Ia menyatakan bahwa angka belanja yang akhirnya ditetapkan akan menjadi gambaran jelas kebijakan pemerintah untuk tahun mendatang.

Dalam wawancara tersebut, Purbaya juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam mengelola anggaran yang besar. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan negara menjadi faktor penting dalam penentuan anggaran. Dengan Main Agenda yang terus berjalan, pemerintah berharap dapat mencapai keseimbangan antara investasi jangka pendek dan pengembangan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *