New Policy: Putri Berbisnis Baju Sejak Kuliah dan Pekerjakan Tetangga di Sleman
New Policy – Sebuah New Policy terbaru di Sleman, Yogyakarta, membuka peluang bagi wirausaha muda seperti Yunita Fauziah Putri (28 tahun) untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja lokal. Cerita Putri, yang mulai berbisnis fesyen sejak masa kuliah, menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan ini mendorong keterlibatan komunitas dalam ekonomi kreatif. Dengan menyerap tenaga kerja dari tetangga, bisnisnya yang awalnya sederhana kini mampu menjangkau pasar nasional dan bahkan ekspor.
Mulai dari Kampus Hingga Usaha Lokal
Putri memulai perjalanan bisnisnya di bidang fesyen pada tahun 2016, saat masih menempuh studi di jurusan manajemen. Awalnya, ia menggeluti bisnis ini secara mandiri, mencari penjahit rumahan dengan kualitas terbaik. Dengan berjalannya waktu, bisnisnya berubah nama menjadi Dear June, mengambil inspirasi dari bulan kelahirannya. Kini, usaha ini tidak hanya menyediakan pakaian atasan dan bawahan wanita, tetapi juga menyesuaikan diri dengan tren pasar dengan desain polkadot yang diminati.
Pengaruh New Policy pada Pengembangan Bisnis
New Policy yang diterapkan di Sleman memberikan dampak signifikan terhadap kemudahan pendirian usaha kecil menengah. Putri mengungkapkan, kebijakan ini membantu mengurangi hambatan administratif, sehingga ia bisa fokus pada inovasi produk dan keterlibatan masyarakat sekitar. “Kebijakan ini mempermudah saya untuk merancang strategi pemasaran yang lebih inklusif,” jelas Putri. Dengan memanfaatkan New Policy, bisnisnya bisa berkembang sambil menjaga kualitas dan keakrabannya dengan tetangga.
“Kebijakan baru ini membuka peluang bagi kami untuk menyerap tenaga kerja lokal, termasuk tetangga yang tinggal di sekitar,” tambah Putri.
Berkat New Policy, ia bisa menyesuaikan skala usaha tanpa perlu mengorbankan kualitas. Banyak pekerjaan yang sebelumnya hanya dilakukan sendiri kini diakui oleh tetangga yang tertarik bekerja. “Di sini, kami memberdayakan warga sekitar dengan kesempatan berpartisipasi dalam produksi,” kata Putri saat ditemui di lokasi usaha, Senin (29/6).
Strategi Pemasaran dan Keterlibatan Masyarakat
Dalam mengembangkan usahanya, Putri tidak hanya bergantung pada platform e-commerce seperti Shopee, tetapi juga memperkuat kemitraan dengan komunitas. Ia menjelaskan bahwa New Policy menjadi acuan dalam menentukan strategi pemasaran yang lebih berkelanjutan. “Dengan program pemerintah, kami bisa mengakses bahan baku secara lebih murah dan memperluas jaringan distribusi,” tambahnya. Produknya yang memiliki rentang harga Rp100.000 hingga Rp290.000 juga dijual melalui media sosial, memperluas jangkauan pelanggan tanpa mengorbankan kualitas.
Keterlibatan tetangga dalam proses produksi memperkuat jaringan sosial Putri. Misalnya, Efi Nia Astuti (38 tahun), seorang karyawan di Dear June, sebelumnya bekerja di rumah. Kini, ia menjadi bagian dari tim produksi usaha Putri. “Bekerja di sini membuat ekonomi keluarga lebih stabil,” ujarnya, yang tinggal di kampung yang sama dengan pengusaha muda ini.
Adaptasi Selama Pandemi dan Perluasan Pasar
Dengan adanya New Policy, Putri tidak hanya bertahan selama pandemi, tetapi juga berkembang lebih pesat. Kebijakan tersebut mendukung adaptasi bisnisnya menjadi lebih fleksibel, seperti menambahkan produk masker kain yang laris di masa krisis. “Penjualan masker membantu menutupi kerugian dari produk baju,” katanya. Dengan skala ekspor ke Singapura dan Malaysia, usahanya kini bisa menjangkau pasar internasional, menunjukkan keberhasilan New Policy dalam memfasilitasi pertumbuhan UMKM.
Berkembangnya bisnis ini juga berkat strategi pemasaran yang terukur. Putri memanfaatkan fitur Shopee seperti Video, Live, dan Ads untuk memperkuat kehadiran merek. “Kami tidak hanya upload katalog, tetapi juga berinteraksi langsung dengan konsumen untuk membangun loyalitas,” jelasnya. Dengan New Policy, usaha ini bisa menjaga konsistensi produksi, bahkan saat permintaan meningkat menjelang Lebaran.
Harapan untuk Masa Depan dan Peran Komunitas
Putri berharap New Policy dapat terus mendukung inisiatif seperti usaha Dear June. Ia ingin menambah peluang kerja untuk warga Sleman, terutama para ibu-ibu yang ingin memiliki penghasilan tambahan. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi perekonomian lokal dengan mempekerjakan tetangga dan menjaga kualitas produk,” pungkas Putri. Ia juga berencana memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional, sambil mempertahankan konsep bisnis yang berkelanjutan.
Kisah Putri menginspirasi banyak pelaku usaha lainnya. Dengan New Policy, ia membuktikan bahwa keterlibatan masyarakat dan adaptasi terhadap perubahan ekonomi bisa menghasilkan pertumbuhan yang signifikan. Usahanya menjadi contoh bagaimana kebijakan pemerintah bisa berperan aktif dalam mendorong kreativitas dan perekonomian desa.
