Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

New Policy: Pertama Sejak Krisis 1997, Korsel Longgarkan Aturan Perdagangan Won 24 Jam

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

an Perdagangan Won 24 Jam New Policy - Menyambut era baru dalam perekonomian global, Korea Selatan meluncurkan new policy yang menandai langkah penting dalam

New Policy: Pertama Sejak Krisis 1997, Korsel Longgarkan Aturan Perdagangan Won 24 Jam

New Policy: Korea Selatan Longgarkan Aturan Perdagangan Won 24 Jam

New Policy – Menyambut era baru dalam perekonomian global, Korea Selatan meluncurkan new policy yang menandai langkah penting dalam sejarah kebijakan keuangan negara tersebut. Mulai 6 Juli 2026, mata uang won kini dapat diperdagangkan secara non-stop selama 24 jam sehari, menjadi perubahan yang tidak terduga sejak krisis 1997. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas pasar keuangan Korea Selatan, memperkuat daya tariknya di tingkat internasional, dan mengikuti standar kelayakan pasar global seperti MSCI. Dengan new policy ini, Seoul mencoba menyelaraskan kebijakannya dengan kebutuhan investor modern yang menginginkan fleksibilitas dan kecepatan transaksi.

Latar Belakang Kebijakan

Sebelumnya, Korea Selatan membatasi jam perdagangan won hanya pada waktu kerja lokal, sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan mengurangi risiko fluktuasi yang bisa merusak perekonomian. Namun, dalam era ekonomi global yang dinamis, pembatasan tersebut dinilai kurang efektif untuk menarik partisipasi investor. New policy yang diterapkan pada 6 Juli 2026 menjadi jawaban dari kebutuhan tersebut, di mana pasar keuangan Korea Selatan sekarang lebih terbuka untuk transaksi di luar jam kerja. Pemerintah percaya bahwa perubahan ini akan meningkatkan keterjangkauan dan kepercayaan investor, terutama dari luar negeri, dalam mengeksploitasi peluang pasar yang terus berkembang.

Pelemahan kurs won menjadi salah satu faktor yang mendorong new policy ini. Won mencatatkan level terendah dalam 17 tahun terakhir, mencapai 1.540 won per dolar AS, turun lebih dari 6 persen sepanjang paruh pertama 2026. Meskipun pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tetap kuat, seperti ekspor yang mencapai rekor tertinggi dan surplus transaksi berjalan mencapai USD 28 miliar pada April 2026, penurunan kurs tetap menimbulkan kekhawatiran. New policy yang diluncurkan berupaya menjawab tantangan tersebut dengan memperluas jam operasional pasar keuangan, sehingga mendorong aliran modal yang lebih stabil.

Dampak Strategis

“Perluasan jam perdagangan merupakan langkah penting untuk meningkatkan partisipasi Korea di level global,” ujar Claire Huang, Senior Asia Macro Strategist dari Amundi Asset Management.

Dengan new policy ini, Korea Selatan bertujuan memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar keuangan yang paling dinamis di Asia. Pemerintah percaya bahwa pembukaan pasar 24 jam akan meningkatkan kepercayaan investor, meningkatkan kapitalisasi pasar, dan membuat Seoul lebih kompetitif dalam menarik investasi asing. Selain itu, new policy ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memberikan peluang yang lebih luas bagi pelaku pasar lokal dan internasional.

Pasar keuangan Korea Selatan telah menjadi pusat inovasi dalam bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI), yang berdampak positif pada indeks Kospi yang mencatat kenaikan hingga 90 persen tahun ini. Perusahaan-perusahaan teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix menjadi penopang utama dari pertumbuhan tersebut. Dengan new policy yang berlaku, negara ini dapat memanfaatkan momentum ini untuk menarik lebih banyak investor global, terutama yang berminat pada instrumen keuangan berbasis teknologi. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara mitra, seperti Jepang dan Tiongkok, yang memiliki akses lebih luas ke pasar keuangan internasional.

“Penghapusan hambatan operasional akan membuat aset Korea lebih menarik secara struktural bagi investor,” kata Ali Bora Yigitbasioglu, Senior Investment Manager dari Pictet Asset Management.

Wakil Menteri Keuangan Korea Selatan, Moon Jisung, menjelaskan bahwa new policy ini bukan sekadar perubahan regulasi. “Ini adalah infrastruktur kunci yang mendorong pasar modal Korea mencapai standar aksesibilitas dan kemudahan seperti negara-negara maju,” ujarnya. Dengan memperpanjang jam operasional, Korea Selatan berharap bisa menyesuaikan diri dengan permintaan pasar global yang semakin kompleks. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya menarik investasi langsung (FDI) dan meningkatkan daya saing dalam perdagangan internasional.

Dalam konteks kebijakan new policy ini, MSCI menjadi salah satu lembaga yang memperhatikan kemajuan Korea Selatan. MSCI merupakan organisasi penilai pasar global yang berperan penting dalam menentukan kelayakan pasar saham. Dengan pelonggaran jam operasional, Korea Selatan semakin dekat dengan kriteria MSCI untuk menjadi pasar keuangan yang lebih terbuka dan terintegrasi. Hal ini diharapkan dapat menarik minat investor dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Amerika Serikat dan Eropa, yang memerlukan aksesibilitas yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *