Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

New Policy: Pertamina dan Boeing Jajaki Peluang Pengembangan Ekosistem SAF Indonesia

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Indonesia Menerapkan New Policy untuk Pengembangan Ekosistem Bahan Bakar Aviasi Berkelanjutan New Policy - Dalam upaya mendorong transisi energi menuju emisi

New Policy: Pertamina dan Boeing Jajaki Peluang Pengembangan Ekosistem SAF Indonesia

Indonesia Menerapkan New Policy untuk Pengembangan Ekosistem Bahan Bakar Aviasi Berkelanjutan

New Policy – Dalam upaya mendorong transisi energi menuju emisi nol bersih, pemerintah Indonesia melalui New Policy menggandeng PT Pertamina (Persero) dan Boeing untuk menjajaki peluang pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Kerja sama ini dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan mempercepat pematangan industri SAF di Tanah Air. New Policy ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menciptakan ekosistem bahan bakar aviasi yang ramah lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sesuai dengan visi 2060.

Pertamina dan Boeing memandang New Policy sebagai kebijakan kunci yang mampu mengubah cara industri penerbangan mengelola kebutuhan bahan bakar. Kemitraan ini menggabungkan keahlian global Boeing dalam teknologi penerbangan dengan kapasitas produksi Pertamina di bidang energi. Dengan adanya New Policy, diharapkan bisa mempercepat adopsi SAF, yang dikenal memiliki potensi pengurangan emisi karbon hingga 80% dibandingkan bahan bakar konvensional. Ini sejalan dengan target kebijakan pemerintah dalam mencapai emisi nol bersih pada 2060.

Kapasitas Indonesia dalam Produksi Bahan Bakar Aviasi Berkelanjutan

Indonesia memiliki posisi strategis sebagai produsen bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF) berdasarkan laporan ASEAN 2050 SAF Outlook. Negara ini diprediksi mampu menghasilkan surplus 2,2 juta barel per hari pada 2050, menjadikannya sumber daya penting bagi pengembangan industri ini. New Policy secara aktif memanfaatkan potensi ini dengan mempercepat kerja sama antara Pertamina dan Boeing untuk menjamin ketersediaan SAF secara lokal. Dengan pendekatan holistik, New Policy berupaya menyediakan solusi energi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kinerja sektor penerbangan.

“Indonesia memiliki keunggulan alami dalam produksi SAF, dan New Policy membantu mengubahnya menjadi keunggulan industri,” jelas Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde. Ia menambahkan, kemitraan ini akan mendorong inovasi teknologi dan pendekatan pendidikan pelatihan yang memperkuat kesiapan sumber daya manusia di bidang bahan bakar alternatif.”

Manfaat New Policy bagi Sektor Penerbangan dan Lingkungan

New Policy tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga memberikan dampak positif pada keberlanjutan industri penerbangan. Dengan menambahkan SAF ke dalam sistem distribusi bahan bakar, New Policy memastikan perusahaan penerbangan bisa mengakses bahan bakar ramah lingkungan. Pertamina telah mengawali beberapa proyek seperti produksi dan sertifikasi SAF, serta penggunaannya dalam penerbangan domestik. Selain itu, proyek Cilacap Biorefinery dikembangkan untuk menghasilkan SAF dari limbah minyak goreng bekas, yang sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mencapai NZE (Net Zero Emission) 2060.

Pertamina dan Boeing juga menargetkan kolaborasi dalam penelitian teknologi SAF yang lebih efisien. New Policy diharapkan bisa menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat, sehingga Indonesia bisa menjadi pusat produksi bahan bakar aviasi berkelanjutan di Asia Tenggara. Kebijakan ini tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga memberikan dampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang diprioritaskan pemerintah.

Dengan New Policy, perusahaan penerbangan dapat memenuhi standar emisi internasional yang semakin ketat. Boeing memproyeksikan pertumbuhan lalu lintas penumpang udara di Asia Tenggara hingga 7% per tahun, dengan kebutuhan 4.885 pesawat baru hingga 2044. Ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. SAF menjadi solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi lokal melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas produksi.

Kemitraan antara Pertamina dan Boeing dalam New Policy juga mengintegrasikan inisiatif pemerintah dalam transformasi energi hijau. Langkah ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan energi terbarukan dan mengurangi dampak lingkungan. Dengan mempercepat penerapan SAF, New Policy berharap menciptakan pola bisnis yang lebih berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak jangka panjang terhadap industri penerbangan nasional.

Adopsi SAF di Indonesia akan menjadi contoh nyata dalam implementasi New Policy. Pertamina dan Boeing berkomitmen untuk mengembangkan solusi yang praktis dan efektif, sehingga perusahaan penerbangan bisa mengakses bahan bakar ramah lingkungan secara stabil. Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan daya saing industri aviasi dalam skala global. Dengan New Policy, ekosistem SAF di Indonesia diprediksi akan berkembang pesat dalam dekade mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *