Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Pertamina Patra Niaga Mulai Lifting Perdana B50 dari Kilang Kasim dan Plaju

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Pertamina Patra Niaga Mulai Lifting perdana produk Biosolar 50 atau B50 dari dua kilang strategis di Indonesia. Langkah ini menandai tonggak penting dalam

Pertamina Patra Niaga Mulai Lifting Perdana B50 dari Kilang Kasim dan Plaju

Pertamina Patra Niaga Mulai Lifting Perdana B50 dari Kilang Kasim dan Plaju

Kabarnusantaraku.com – Pertamina Patra Niaga Mulai Lifting perdana produk Biosolar 50 atau B50 dari dua kilang strategis di Indonesia. Langkah ini menandai tonggak penting dalam implementasi kebijakan bahan bakar nabati yang dicanangkan pemerintah. B50 merupakan inovasi bahan bakar yang menggabungkan 50% minyak kelapa sawit dalam bentuk Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan 50% minyak solar konvensional. Peluncuran resmi program B50 secara nasional telah dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 9 Juli 2026, membuka babak baru dalam sektor energi Indonesia.

Sebagai wujud tindak lanjut dari peluncuran tersebut, Pertamina Patra Niaga mencatatkan dua kali pengiriman perdana B50 yang dilakukan oleh kilang-kilang milik perusahaan. Pengiriman pertama dilakukan dari Kilang Kasim pada 18 Juli 2026, kemudian dilanjutkan oleh Kilang Plaju pada 22 Juli 2026. Kedua pengiriman ini menjadi bukti nyata kesiapan infrastruktur dan operasional perusahaan dalam mendukung program energi terbarukan nasional.

Volume Pengiriman dan Rute Distribusi

Dalam pengiriman perdana ini, Kilang Kasim menyalurkan sebanyak 4.600 kiloliter B50 ke MT Krasak. Sementara itu, Kilang Plaju mengirimkan 8.230 kiloliter B50 ke Integrated Terminal Palembang. Total volume pengiriman perdana mencapai 12.830 kiloliter yang siap didistribusikan ke SPBU yang tersebar di wilayah Indonesia Barat maupun Indonesia Timur. Dengan demikian, manfaat BBM ramah lingkungan ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat di berbagai penjuru nusantara.

Komitmen terhadap Program Asta Cita

Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, menyatakan bahwa pengiriman perdana ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi di Indonesia.

“Lifting perdana B50 oleh Kilang Kasim dan Kilang Plaju merupakan salah satu milestone penting yang menandai langkah nyata Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional khususnya melalui implementasi B50 yang dicanangkan pemerintah,” ujar Kitty dalam keterangannya, Kamis (23/7).

Proses Persiapan dan Pengendalian Mutu

Menurut Kitty, sebelum lifting dilakukan, Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan implementasi B50 berjalan sesuai standar. Hal ini meliputi kesiapan fasilitas dan infrastruktur, pengendalian mutu produk hingga aspek keselamatan untuk menjaga keandalan pasokan energi untuk masyarakat.

Proses pencampuran atau blending harus dilakukan secara terstandar. Pencampuran solar dan FAME dilakukan secara bertahap sampai dengan memenuhi komposisi yang tepat dan sesuai spesifikasi. B50 yang sudah diblending akan diuji di laboratorium untuk dianalisis kesesuaian spesifikasinya dan diuji kualitasnya sesuai Peraturan Kementerian ESDM, sebelum selanjutnya disalurkan ke Fuel Terminal dan kemudian didistribusikan ke SPBU.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Kitty juga mengungkapkan bahwa kehadiran B50 akan memberikan efek berganda atau multiplier effect pada perekonomian nasional dan berkontribusi pada penghematan devisa negara dari penurunan impor solar. Program ini juga diharapkan mampu berkontribusi untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Dengan demikian, Pertamina Patra Niaga Mulai Lifting B50 bukan hanya langkah operasional, tetapi juga kontribusi strategis bagi keberlanjutan energi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *