Skip to content
Yellow Desk
Agustus 1, 2026
Kumparanbisnis

PHR Mulai Babak Baru MNK Rokan, Tiga Sumur Appraisal Ditajak Desember 2026

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi memulai babak baru dalam pengembangan minyak dan gas bumi non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan. Langkah strategis

PHR Mulai Babak Baru MNK Rokan, Tiga Sumur Appraisal Ditajak Desember 2026

PHR Mulai Babak Baru MNK Rokan: Tiga Sumur Appraisal Ditargetkan Desember 2026

Kabarnusantaraku.com – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi memulai babak baru dalam pengembangan minyak dan gas bumi non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan. Langkah strategis ini ditandai dengan rencana pengeboran tiga sumur appraisal yang dijadwalkan pada Desember 2026. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan PHR menemukan cadangan migas signifikan dari dua sumur eksplorasi MNK sebelumnya.

Keputusan untuk memulai pengembangan MNK ini sejalan dengan upaya PHR mempertahankan keberlanjutan produksi migas di tengah tren penurunan alami pada lapangan konvensional. Direktur Utama PHR, Muhammad Arifin, menguraikan tiga pendekatan utama yang diterapkan perusahaan dalam menjaga stabilitas produksi jangka panjang.

Strategi Pengeboran Masif untuk Menjaga Baseline Produksi

Pendekatan pertama berfokus pada pemeliharaan produksi dasar atau baseline. Menurut Arifin, perusahaan melakukan pengeboran secara agresif untuk mencegah penurunan produksi yang signifikan. Pengeboran masif di PHR mencapai sekitar 500 sumur, dengan Zona 4 berkontribusi sekitar 100 sumur. Di Sumatera, aktivitas pengeboran sangat intensif karena akses yang lebih mudah dibandingkan wilayah lain.

Untuk jaga supaya tidak decline, kami agresif menjaga baseline. Pengeboran masif di PHR sekitar 500 sumur, di Zona 4 sekitar 100 sumur. Di Sumatera pengeborannya sangat banyak karena aksesnya juga lebih mudah.

Transformasi Menuju Energi Bersih dan Pengembangan Gas

Strategi kedua mengarah pada transformasi menuju energi yang lebih bersih melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) serta pengembangan gas bumi. Kawasan Rokan kini mengalami perubahan identitas dari wilayah yang identik dengan minyak menjadi kawasan energi yang lebih ramah lingkungan. Di pintu masuk Rumbai-Duri sudah terpasang banyak solar cell dengan kapasitas hingga 25 MW.

Di pintu masuk Rumbai-Duri sudah banyak solar cell. Di Rokan bisa sampai 25 MW sehingga kontribusi kita terhadap EBT cukup signifikan. Dulu Rokan identik dengan minyak, sekarang energi gas yang lebih bersih juga kita kembangkan. Banyak gas stranded yang kita produksi, yang volumenya kecil kita manfaatkan menjadi CNG.

Ekspansi ke Bisnis Non-Konvensional

Pendekatan ketiga melibatkan ekspansi ke bisnis baru melalui pengembangan MNK. PHR mencatat pencapaian bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang berhasil melakukan pengeboran sumur utama MNK. Setelah menyelesaikan pengeboran dua sumur eksplorasi yang menghasilkan temuan migas, PHR akan melanjutkan ke tahap appraisal.

Salah satu strategi kita untuk memastikan sustainability produksi kita adalah entering new business. Kalau pernah mendengar yang namanya MNK, minyak non-konvensional begitu ya, kitalah di Rokan, di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara yang melakukan pengeboran sumur utama.

Arifin menjelaskan bahwa tiga sumur appraisal yang ditargetkan pada Desember 2026 merupakan awal dari pengembangan MNK di WK Rokan. Tahapan selanjutnya mencakup delapan sumur demonstrasi sebelum memasuki pengembangan skala penuh. Apabila hasil appraisal dan demonstrasi sesuai harapan, PHR akan melanjutkan dengan hampir 400 sumur untuk produksi komersial.

Kita sudah bor dua sumur dan alhamdulillah terjadi discovery. Nah mulai tahun ini kita akan lakukan pengeboran sumur appraisal lalu demonstrasi dan insyaallah kita bor beberapa sumur untuk bisa menambah pundi-pundi minyak buat PHR dan juga buat negara.

Tiga sumur. Lalu nanti delapan sumur demonstrate-nya. Baru insya Allah nanti kalau sukses, itu hampir sekitar 400-an sumurnya.

Arifin menyatakan optimisme bahwa pengembangan MNK akan menjadi sumber produksi baru yang membantu menekan laju penurunan. Perusahaan menargetkan decline rate tidak melebihi 3 persen dan berharap dapat mencapai pertumbuhan 5 persen setiap tahun. Untuk mendukung percepatan proyek, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 246 Tahun 2026 yang memberikan fleksibilitas, percepatan proses, serta tambahan insentif bagi pengembangan MNK di WK Rokan.

Insyaallah teman-teman kita di Rokan tak pernah lelah berusaha menjaga decline rate jangan sampai 3 persen. Bahkan kita berharap bisa grow, increase 5 persen setiap tahun.

Kepmen khusus untuk MNK Rokan, sedemikian rupa sehingga kita punya fleksibilitas, ada insentif tambahan di situ, ada kemudahan, ada percepatan. Jadi saya terima kasih kepada Kementerian ESDM dan SKK Migas yang sudah mendukung penuh untuk kita di MNK ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *