Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Purbaya Nilai Potensi Repatriasi Modal Orang Indonesia Sangat Besar Lewat PFII

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 2 mins read

```html Purbaya Nilai Potensi Repatriasi Modal Orang Indonesia Sangat Besar Lewat PFII

Purbaya Nilai Potensi Repatriasi Modal Orang Indonesia Sangat Besar Lewat PFII

Kabarnusantaraku.com – “`html Purbaya Nilai Potensi Repatriasi Modal Orang Indonesia Sangat Besar Lewat PFII

Purbaya Nilai Potensi Repatriasi Modal Orang Indonesia Melalui PFII

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa potensi repatriasi modal milik warga negara Indonesia yang selama ini ditempatkan di luar negeri memiliki nilai sangat signifikan. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah dalam membentuk Pusat Finansial Internasional Indonesia atau yang dikenal dengan singkatan PFII. Langkah strategis ini diharapkan dapat menarik kembali dana-dana yang selama ini mengalir ke pusat-pusat keuangan global seperti Singapura.

Purbaya menjelaskan bahwa hingga saat ini ia belum mengetahui angka pasti mengenai total dana milik WNI yang tersimpan di luar negeri. Namun, berdasarkan pengamatan dan estimasi yang ada, ia meyakini bahwa nilainya sangat besar dan belum terhitung secara optimal. Sebagian dari dana tersebut bahkan masih masuk dalam kategori uang-uang gelap yang sulit untuk dihitung secara akurat.

"Saya nggak tahu angkanya seperti apa. Kalau seberapa besar kan berarti saya sudah tahu angkanya persis. Padahal itu uang-uang sebagian gelap, berarti nggak bisa dihitung. Tapi pasti besar sekali," ujar Purbaya saat ditemui di kantornya di Jakarta pada Kamis (23/7).

Harapan Terhadap Ekosistem Investasi PFII

Meskipun memiliki potensi repatriasi yang besar, Purbaya tidak berharap seluruh dana tersebut akan otomatis kembali ke Indonesia begitu PFII mulai beroperasi. Menurutnya, keberadaan PFII lebih diarahkan untuk menciptakan ekosistem investasi yang mampu menarik arus modal baru dari berbagai negara di dunia. Hal ini menjadi langkah jangka panjang yang lebih berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

Lebih lanjut, Purbaya berharap PFII bisa menjadi magnet bagi investor global, termasuk dari kawasan Timur Tengah maupun negara lain yang selama ini mencari tujuan investasi baru. "Yang kita harapkan nanti yang di luar negeri, seperti dari kawasan Timur Tengah atau negara-negara lain yang mau masuk ke sini, masuk ke sini. Karena tempat di sini (Indonesia) kan menarik," katanya dengan penuh optimisme.

Dalam konteks ekonomi makro, Purbaya menilai bahwa langkah pembentukan PFII merupakan keputusan yang tepat. "Untuk saya sih expected value -nya zero to positive. Artinya ini game yang bagus yang diambil oleh ekonomi. Expected value -nya positif," terang Purbaya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah yakin akan manfaat jangka panjang dari inisiatif tersebut.

Republik Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat keuangan regional di Asia Tenggara. Dengan adanya PFII, diharapkan tidak hanya modal warga negara sendiri yang kembali, tetapi juga investasi asing akan semakin mengalir masuk. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *