Danantara Diminta Audit Acak BUMN Lain Setelah Temuan Keuangan PT Pos
Solution For – Direktur dari NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, mengusulkan kepada Danantara Indonesia untuk melakukan audit acak terhadap perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Langkah ini bertujuan mencegah potensi penyimpangan keuangan yang ditemukan dalam PT Pos Indonesia, serta memperkuat transparansi di sektor BUMN.
Langkah Pencegahan dalam Tata Kelola BUMN
Herry menyoroti bahwa meskipun sistem pengawasan di BUMN sudah memiliki struktur yang lengkap, indikasi masalah keuangan tetap bisa terlewat jika ada kelemahan dalam proses. “Sistem pengawasan dilakukan melalui Dewan Komisaris, tetapi jika komite ini terlibat dalam penyembunyian informasi, maka masalah bisa terlewat,” katanya dalam wawancara dengan kumparan, Sabtu (4/7).
“Audit acak diperlukan sebagai alat untuk menguji konsistensi pemeriksaan internal dan memastikan semua BUMN dipantau secara merata,” jelas Herry. “Ini bisa menjadi solusi for mengantisipasi risiko keuangan sebelum memburuk menjadi skandal.”
Menurut Herry, audit acak juga membantu memperjelas peran Danantara sebagai lembaga pengawas BUMN. Ia menyarankan bahwa keputusan komisaris harus didasarkan pada kompetensi, bukan pertimbangan politik atau hubungan pribadi. “Komite independen harus memiliki kemampuan untuk menilai kebijakan keuangan secara objektif,” tambahnya.
Respons Danantara terhadap Temuan PT Pos
Direktur Utama PT Pos, Daud Joseph, telah mengundurkan diri setelah penyelidikan menyeluruh yang dilakukan oleh Danantara. Perusahaan menyatakan bahwa surat pengunduran diri diterima pada Senin (29/6) dan keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi kritis terhadap kondisi keuangan PT Pos.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa Daud Joseph telah memimpin proses due diligence selama tiga bulan terakhir. “Beliau menilai bahwa PT Pos memerlukan revamp yang menyeluruh dan mendasar, terutama dalam penerapan solusi for tata kelola keuangan,” kata Rohan dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).
Danantara menemukan sejumlah isu keuangan dan tata kelola perusahaan yang menumpuk sejak beberapa tahun lalu. Masalah ini, menurut Rohan, memerlukan kepemimpinan yang berkompetensi untuk mempercepat transformasi di masa depan. “Audit acak akan menjadi solusi for mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak terlihat dalam pemeriksaan rutin,” tambahnya.
Menurut Managing Partner BUMN Research Group LM FEB Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, audit acak adalah langkah penting untuk memastikan konsistensi pengawasan keuangan di seluruh BUMN. “Sistem pengawasan sudah berlapis, tetapi jika ada kesalahan yang tak terdeteksi, audit acak akan menjadi solusi for menemukan celahnya,” katanya.
Langkah ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi BUMN lainnya dalam mencegah penyimpangan serupa. Toto menekankan bahwa audit acak tidak hanya memperkuat integritas keuangan, tetapi juga memberi kepercayaan publik terhadap efektivitas pengawasan internal. “Dengan audit yang tidak terduga, potensi kecurangan bisa terdeteksi lebih awal,” tambahnya.
