Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Special Plan: Airlangga Respons soal Daya Saing RI pada 2026 Anjlok 8 Peringkat

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Airlangga Respons Daya Saing RI Anjlok 8 Peringkat di 2026 Special Plan - Dalam rangka menghadapi penurunan daya saing Indonesia yang tercatat di peringkat 48

Special Plan: Airlangga Respons soal Daya Saing RI pada 2026 Anjlok 8 Peringkat

Airlangga Respons Daya Saing RI Anjlok 8 Peringkat di 2026

Special Plan – Dalam rangka menghadapi penurunan daya saing Indonesia yang tercatat di peringkat 48 dari 70 negara dalam laporan IMD World Competitiveness Ranking (WCR) 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Special Plan akan menjadi strategi utama dalam menangani isu ini. Ia menjelaskan, pihaknya sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk memahami penyebab penurunan peringkat tersebut, sehingga bisa merancang langkah-langkah efektif dalam meningkatkan kinerja ekonomi nasional.

Kinerja Daya Saing Tahunan

Indonesia sempat menempati peringkat ke-27 pada 2024, kemudian naik ke posisi 40 di 2025, sebelum akhirnya turun hingga 48 di 2026. Penurunan tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah perubahan global dan dinamika pasar internasional. Airlangga menegaskan bahwa Special Plan akan menjadi pilar utama dalam menciptakan kebijakan yang lebih komprehensif untuk mengatasi masalah ini.

Program ini dirancang untuk mengidentifikasi hambatan kritis dalam berbagai sektor, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan ekosistem investasi. Selain itu, Special Plan juga bertujuan meningkatkan efisiensi pemerintahan dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Langkah-langkah spesifik dalam program ini akan dibuat berdasarkan data dan analisis yang mendalam, serta konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Perbandingan dengan Negara Lain

Dalam kategori Asia Pasifik, Indonesia mengalami penurunan dari peringkat 11 menjadi 14. Sementara itu, dalam kelompok negara dengan populasi di atas 20 juta jiwa, peringkat Indonesia turun dari 16 menjadi 21. Penurunan ini menunjukkan bahwa negara-negara tetangga dengan ekonomi yang lebih berkembang masih memiliki keunggulan dalam aspek-aspek seperti infrastruktur teknologi, pendidikan, dan kesehatan.

Airlangga menekankan bahwa Special Plan akan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas dalam berbagai indikator daya saing. Misalnya, dalam sektor infrastruktur, Indonesia masih kalah dari negara-negara seperti Singapura, Jepang, atau Korea Selatan. Untuk menutupi kelemahan ini, program akan melibatkan kerja sama antarlembaga pemerintah dan swasta dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang lebih modern dan efisien.

Kinerja Ekonomi dan Faktor Pendukung

Menurut laporan IMD 2026, Indonesia tetap menempati peringkat ke-24 dalam kategori kinerja ekonomi. Ini membuktikan bahwa meskipun daya saing secara keseluruhan menurun, sektor-sektor utama seperti manufaktur, pertanian, dan teknologi masih menunjukkan pertumbuhan positif. Namun, Airlangga menyoroti bahwa peringkat dalam kategori harga dan kelembagaan pemerintahan masih menjadi area yang perlu ditingkatkan melalui Special Plan.

Dalam konteks ini, kebijakan pajak yang berada di peringkat 12 dunia menjadi salah satu keunggulan Indonesia. Namun, kelembagaan pemerintahan hanya mencapai peringkat 50, menunjukkan bahwa konsistensi dalam implementasi kebijakan masih menjadi tantangan. Special Plan akan memberikan fokus pada pengoptimalan proses administrasi dan peningkatan transparansi dalam pengambilan keputusan pemerintah, agar dapat meningkatkan daya tarik investor.

Langkah Strategis untuk Pemulihan

Airlangga menuturkan bahwa perbaikan daya saing harus didasari dengan pendekatan holistik. “Kita perlu mengidentifikasi bottlenecking di berbagai sektor, lalu menyusun rencana khusus untuk mengatasinya,” jelasnya. Dalam rangka mempercepat proses ini, pemerintah akan melakukan kerja sama lebih erat dengan lembaga internasional serta badan penelitian untuk mengevaluasi progres dan menetapkan target baru.

Sebagai bagian dari Special Plan, pemerintah juga akan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan ekonomi. Airlangga menekankan pentingnya partisipasi publik dalam menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat. Dengan adanya program ini, diharapkan ada peningkatan signifikan dalam peringkat Indonesia di tahun mendatang.

Target dan Harapan untuk 2027

Menurut Airlangga, Special Plan memiliki jangka waktu paling optimal untuk mencapai perbaikan daya saing pada tahun 2027. “Kita berharap melalui program ini, peringkat Indonesia bisa kembali naik ke posisi 40 atau lebih tinggi,” ujarnya. Untuk mencapai target ini, pemerintah akan mengalokasikan sumber daya dan tenaga ahli secara terpadu, serta memastikan komitmen jangka panjang dalam pengembangan ekonomi.

Dengan pendekatan yang lebih terarah dan berkelanjutan, Special Plan diharapkan bisa menjadi acuan utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia. Hal ini tidak hanya penting untuk memperkuat posisi negara dalam kompetisi global, tetapi juga untuk menciptakan fondasi yang lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Airlangga menyatakan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi bukti dari upaya pemerintah yang berkelanjutan dalam mengelola pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *