Special Plan: AI Mengangkat Pasar Saham Thailand di Asia Tenggara
Special Plan – Dalam suasana bisnis global yang semakin bergeser ke sektor teknologi, pasar saham Thailand mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada 2026. Berkat kebijakan “Special Plan” yang ditetapkan pemerintah dan peningkatan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), bursa saham negara ini menjadi salah satu yang paling dinamis di Asia Tenggara. Meski tidak memiliki perusahaan semikonduktor raksasa seperti Taiwan atau Korea Selatan, Thailand sukses membangun ekosistem teknologi yang memberikan dampak positif pada pertumbuhan pasar.
Potensi AI dalam Mendorong Kinerja Ekonomi
Perkembangan AI di Thailand tidak hanya menjadi tren pasar, tetapi juga mengubah paradigma investasi. Sejumlah perusahaan lokal yang fokus pada infrastruktur digital, manufaktur perangkat keras, dan layanan teknologi mulai menarik perhatian investor internasional. “Special Plan” yang digagas pemerintah mencakup insentif pajak, pendanaan riset, dan pembangunan pusat data yang menjadi pendorong utama bagi ekosistem AI nasional. Hal ini memberikan ruang bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah untuk berkembang di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
Dominasi Delta Electronics di Pasar Teknologi Thailand
Delta Electronics (Thailand) Pcl menjadi contoh paling menonjol dalam keberhasilan “Special Plan”. Perusahaan ini tidak hanya menjadi produsen sistem kelistrikan untuk pusat data AI, tetapi juga sukses menembus pasar internasional dengan pertumbuhan nilai pasar lebih dari 80% dalam setahun. Dominasi Delta dalam indeks MSCI ASEAN menunjukkan bahwa sektor teknologi Thailand mulai mengambil peran penting, bahkan mengungguli beberapa perusahaan besar dari negara-negara tetangga. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi pemerintah dalam mendorong inovasi teknologi.
“Thailand bukan hanya negara AI murni, tetapi juga menjadi tempat yang menawarkan keuntungan unik bagi investor. Eksposur terhadap pusat data, sistem tenaga, dan infrastruktur digital yang matang memberikan peluang ekspansi yang lebih baik, di luar sektor pariwisata dan perbankan yang biasanya menjadi fokus utama,” jelas Sufianti dari Bloomberg Intelligence dalam wawancara Jumat (26/6).
Pertumbuhan Delta bukan hanya hasil dari kebijakan “Special Plan”, tetapi juga didukung oleh strategi perusahaan yang tepat. Mereka memperluas kapasitas produksi untuk menghadapi permintaan global yang meningkat, terutama di bidang manufaktur perangkat keras dan infrastruktur. Suwat Sinsadok dari Globlex Securities mengatakan, konsistensi laba Delta selama dua tahun terakhir memperkuat posisinya sebagai penopang utama pasar saham Thailand. Ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan lokal untuk bersaing di tengah persaingan global yang berat.
Menariknya, meskipun dominasi saham teknologi di bursa Thailand meningkat, sektor ini masih relatif seimbang dibandingkan dengan bursa-bursa utama Asia lainnya. Di bursa Korea Selatan, misalnya, perusahaan semikonduktor seperti SK Hynix Inc dan Samsung Electronics Co. mengendalikan lebih dari separuh bobot pasar. Sementara di Taiwan, indeks Taiex didominasi oleh saham-saham teknologi, dengan TSMC sebagai pemain utama. Di Thailand, Delta tetap menjadi satu-satunya perusahaan teknologi murni dalam lima emiten terbesar, yang mencakup Advanced Info Service Pcl, PTT Pcl, Gulf Development Pcl, dan Airports of Thailand Pcl.
Sebagai tambahan, pertumbuhan pasar saham Thailand pada 2026 mencapai lebih dari 20%, mengungguli Singapura dan Vietnam. Pertumbuhan ini juga menunjukkan bahwa “Special Plan” berhasil menarik minat investor ke luar dari sektor tradisional seperti pariwisata dan perbankan. Meski pasar saham Indonesia masih mengalami penurunan, Thailand menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bisa menjadi penggerak utama ekonomi, meskipun tidak memiliki perusahaan chip raksasa.
