Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Special Plan: Harga Gas Bukan Faktor Utama, Risiko PHK Industri Dipicu Tekanan Ekonomi Global

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Special Plan: Harga Gas Bukan Faktor Utama PHK Industri Dipicu Tekanan Ekonomi Global Special Plan - Dalam situasi ekonomi global yang semakin tidak pasti

Special Plan: Harga Gas Bukan Faktor Utama, Risiko PHK Industri Dipicu Tekanan Ekonomi Global

Special Plan: Harga Gas Bukan Faktor Utama PHK Industri Dipicu Tekanan Ekonomi Global

Special Plan – Dalam situasi ekonomi global yang semakin tidak pasti, Pemerintah menegaskan bahwa kenaikan harga gas bumi bukanlah faktor utama yang memicu risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri. Dalam konteks Special Plan, berbagai tekanan ekonomi internasional dan dinamika pasar global turut memengaruhi keputusan perusahaan dalam menyesuaikan operasionalnya. Selain ketegangan geopolitik antara Iran dan AS yang memengaruhi harga bahan bakar, pelemahan nilai tukar rupiah, dan pergeseran investasi ke negara-negara lain, faktor-faktor seperti daya beli masyarakat dan efisiensi rantai pasok juga menjadi penentu utama.

Pemerintah Terus Mengawal Industri dalam Special Plan

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyatakan bahwa Special Plan telah dijalankan untuk mengurangi dampak PHK yang melibatkan beberapa sektor usaha. Ia menekankan bahwa isu harga energi, meskipun penting, hanya bagian kecil dari kompleksitas masalah yang dihadapi dunia usaha. “Kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas nonsubsidi memang berdampak, tapi PHK juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti permintaan pasar yang menurun dan biaya produksi yang meningkat,” jelas Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu (28/6).

Dalam Special Plan, pemerintah berupaya memastikan keberlanjutan industri dengan mengawal perusahaan-perusahaan besar. Salah satu contoh adalah Grup Yazaki, yang berhasil membatalkan rencana relokasi produksi ke Vietnam setelah perundingan bipartit. Said menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan bahwa kebijakan Special Plan mampu membantu perusahaan menghindari PHK jika dilakukan dengan tepat dan konsisten.

Analisis ReforMiner: Harga Gas Hanya Komponen Kecil dalam Biaya Produksi

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyoroti bahwa harga gas merupakan salah satu dari banyak komponen dalam biaya produksi industri. Dalam kajian ReforMiner, faktor-faktor seperti strategi industri, permintaan pasar, dan efisiensi rantai pasok memiliki pengaruh lebih besar. “Cost competitiveness melalui harga gas hanyalah salah satu elemen. Faktor utama lainnya adalah kebijakan pemerintah dan dinamika ekonomi global,” ujar Komaidi, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025.

Dari data BPS, komponen biaya bahan bakar, termasuk gas, pelumas, dan listrik, hanya menyumbang sekitar 6,35 persen dari total biaya input industri. Sementara itu, bahan baku dan bahan penolong membentuk sebagian besar biaya, yaitu antara 64,60 persen hingga 96,76 persen, tergantung pada jenis industri. Komaidi menekankan bahwa tidak semua sektor bergantung secara signifikan pada biaya gas, sehingga kebijakan harga gas perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing industri.

Misalnya, industri oleokimia hanya memiliki ketergantungan sekitar 3,3 persen pada biaya gas, sedangkan industri sarung tangan karet berkisar antara 7 hingga 14 persen, dan industri kaca mencapai 16 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Special Plan perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan harga gas. “Pemerintah harus menyeimbangkan antara insentif pajak langsung dan peningkatan pasokan gas pipa untuk mendukung stabilitas industri,” tambah Komaidi.

Dalam konteks Special Plan, pemerintah juga berupaya meningkatkan daya saing industri melalui program pengawasan terhadap biaya produksi. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko PHK yang dipicu oleh tekanan ekonomi global. Said Iqbal menambahkan bahwa pengawasan tersebut melibatkan koordinasi antara pemerintah, pengusaha, dan lembaga seperti ReforMiner Institute untuk menciptakan solusi yang lebih holistik.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa PHK di sektor industri tidak hanya dipengaruhi oleh biaya energi, tetapi juga oleh perubahan kebijakan perdagangan internasional dan ketersediaan tenaga kerja. Dengan Special Plan, pemerintah berharap dapat mencegah peningkatan jumlah PHK yang berdampak pada kestabilan ekonomi nasional. “Ini adalah tugas besar, tetapi Special Plan memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk menghadapi tantangan yang muncul,” kata Said.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *