Jambi dan Bengkulu Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Special Plan menjadi fokus utama dalam persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang melibatkan dua provinsi, yaitu Jambi dan Bengkulu. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan akurasi data ekonomi secara menyeluruh, termasuk aktivitas usaha digital dan rumah tangga. Sebagai bagian dari Special Plan, Badan Pusat Statistik (BPS) bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelaksanaan sensus ini. Dalam upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat, peluncuran SE2026 di Jambi dan Bengkulu dilakukan secara bertahap, dengan provinsi pertama mencanangkan kegiatan ini sehari sebelumnya.
Kolaborasi BPS dan Pemerintah Daerah
Kolaborasi antara BPS dan pemerintah daerah di Jambi adalah bagian dari Special Plan yang menekankan koordinasi lintas sektor. Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menegaskan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh kabupaten/kota di Jambi untuk memastikan kesuksesan sensus. Proses ini melibatkan pelatihan petugas, pengumpulan data secara berkala, serta penyuluhan masyarakat tentang manfaat sensus ekonomi. “Kami telah menyusun Special Plan yang terstruktur agar setiap langkah pencanangan dapat berjalan secara efisien dan terukur,” ujar Sonny dalam acara penandatanganan perencanaan SE2026 di Jambi.
Pencanangan di Jambi
Pencanangan SE2026 di Jambi berlangsung pada Jumat (26/6), dihadiri oleh Gubernur Al Haris dan perwakilan instansi terkait. Sonny menjelaskan bahwa Special Plan ini bertujuan mengukur kemajuan ekonomi yang telah dicapai provinsi selama triwulan I-2026. Dalam periode tersebut, pertumbuhan ekonomi Jambi mencapai 4,33 persen (y-o-y), didorong oleh sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan yang menyumbang hampir separuh kegiatan ekonomi. Selain itu, Jambi juga mencatatkan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebesar 4,89, lebih baik dari target nasional.
Perkembangan Pariwisata
Selain sektor utama, pariwisata di Jambi juga menjadi perhatian dalam Special Plan. Sonny menyoroti peningkatan jumlah hotel berbintang, tingkat hunian, dan kunjungan wisatawan yang menunjukkan peluang ekonomi baru. Dengan adanya data pariwisata yang lebih lengkap, pemerintah daerah dapat merancang strategi pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan. “Pariwisata menjadi salah satu sektor yang perlu dianalisis secara mendalam dalam Special Plan ini, karena memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian,” jelas Sonny.
Target Sensus Ekonomi
SE2026 tidak hanya mencakup usaha berbasis fisik, tetapi juga usaha digital dan aktivitas ekonomi rumah tangga. Hal ini menjadi Special Plan yang berbeda dari sensus sebelumnya, karena mencerminkan transformasi ekonomi di tengah era digitalisasi. Untuk itu, BPS menugaskan 3.467 petugas yang akan mendata sekitar 428 ribu unit usaha di Jambi selama periode 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. “Sensusekonomi 2026 adalah Special Plan yang mencakup semua aspek ekonomi, termasuk usaha online, agar data lebih representatif dan relevan,” tambah Sonny.
Kata Gubernur Jambi
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Special Plan ini merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan. “Data yang akurat adalah fondasi utama dalam merancang kebijakan ekonomi yang tepat,” katanya. Ia meminta masyarakat Jambi untuk melibatkan diri dalam sensus ini, baik melalui partisipasi langsung maupun pengawasan dari tingkat kecamatan hingga desa. “Tanpa data yang valid, kita tidak bisa menilai kesuksesan Special Plan secara objektif,” imbuh Al Haris.
Proses di Bengkulu
Satu hari sebelumnya, BPS mencanangkan SE2026 di Bengkulu, yang juga menjadi bagian dari Special Plan nasional. Acara tersebut berlangsung di Festival Tabut, di mana budaya lokal dimanfaatkan sebagai sarana menarik partisipasi masyarakat. Sonny menyampaikan apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang mencapai hampir 5 persen. “SE2026 di Bengkulu dilakukan secara Special Plan, sehingga kita bisa memperoleh gambaran penuh tentang potensi ekonomi daerah,” ujarnya. Tren positif sektor pariwisata Bengkulu yang tumbuh 19,73 persen juga menjadi indikator penting dalam Special Plan ini.
Kesiapan untuk Implementasi
Sebagai bagian dari Special Plan nasional, Jambi dan Bengkulu berkomitmen mengoptimalkan pelaksanaan SE2026. Kedua provinsi ini menjadikan sensus ekonomi sebagai alat utama untuk memahami dinamika perekonomian. Dalam penyusunan rencana, BPS bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan data yang dihimpun mencakup semua aktivitas ekonomi, mulai dari sektor formal hingga usaha mikro. “Kami berharap Special Plan ini dapat memberikan gambaran jelas tentang kebutuhan ekonomi masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil lebih efektif dan berbasis bukti,” tutur Sonny.
