Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Special Plan: Proyek Blok Masela Resmi Digarap, Bahlil Pastikan 60% Gasnya untuk Domestik

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

stikan 60% Gas untuk Kebutuhan Domestik Special Plan - Proyek Blok Masela yang merupakan bagian dari Special Plan nasional resmi dimulai hari ini, Kamis

Special Plan: Proyek Blok Masela Resmi Digarap, Bahlil Pastikan 60% Gasnya untuk Domestik

Proyek Blok Masela Dimulai, Bahlil Pastikan 60% Gas untuk Kebutuhan Domestik

Special Plan – Proyek Blok Masela yang merupakan bagian dari Special Plan nasional resmi dimulai hari ini, Kamis (16/7), di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan 60% dari total produksi gas dalam negeri. Pernyataan ini diungkapkan selama upacara groundbreaking yang menandai tahap kritis proyek strategis tersebut. Special Plan Blok Masela diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian energi Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Strategi Distribusi dan Manfaat Ekonomi

Dalam detailnya, Bahlil menyebutkan bahwa minimal 60% dari hasil produksi gas akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara 40% lainnya akan dialihkan untuk ekspor. “Proyek ini merupakan bagian dari Special Plan yang dirancang untuk meningkatkan ketersediaan energi nasional, khususnya gas bumi,” jelas Bahlil. Penyaluran gas ke sektor lokal akan melibatkan PT Pupuk Indonesia, PLN, dan PGN, serta perusahaan swasta lainnya. Selain itu, proyek ini juga diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, dengan pendapatan langsung US$37,8 miliar dan PNBP US$6,4 miliar selama masa konstruksi.

“Dengan Special Plan ini, kita bisa memastikan bahwa 60% produksi gas akan memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat lokal,” tambah Bahlil. Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah mengangkat kesejahteraan warga Tanimbar, terutama tier 1 dan tier 2, sebagai tenaga kerja dalam proyek.

Peluang Kerja dan Pemenuhan Kebutuhan Energi

Proyek Blok Masela diperkirakan akan menciptakan sekitar 12 ribu pekerja langsung selama masa konstruksi, serta 800-1.000 tenaga kerja saat beroperasi. Pemerintah menjamin bahwa sebagian besar posisi akan diisi oleh warga lokal untuk memastikan dampak sosial yang maksimal. Bahlil juga mengatakan bahwa proyek ini telah tertunda selama hampir 27 tahun, sebelumnya dikarenakan perdebatan mengenai lokasi kilang gas, baik di darat maupun di laut. Dengan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo, proyek akhirnya memasuki tahap konstruksi setelah kesepakatan berbagai pihak tercapai.

Blok Masela memiliki kapasitas produksi yang besar, yakni 9,5 juta ton LNG per tahun, 120 MMscfd gas pipa, serta 35 ribu barel kondensat per hari. Total investasi mencapai USD 20,95 miliar atau setara Rp 390 triliun. Dengan nilai investasi tersebut, proyek ini tidak hanya meningkatkan cadangan energi nasional, tetapi juga mendorong hilirisasi industri lokal dalam kerangka Special Plan. Proyek ini juga akan memperkuat daya saing sektor energi dalam negeri, serta mendukung ketersediaan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Upaya Meningkatkan Nilai Tambah Energi

Dalam wawancara terpisah, Bahlil menekankan bahwa pemanfaatan gas untuk hilirisasi menjadi prioritas dalam rangka Special Plan. “Ini bukan hanya tentang penggalian sumber daya, tapi juga tentang memaksimalkan nilai tambah dengan membangun industri yang berdampak jangka panjang,” jelasnya. Proyek ini juga diharapkan mendorong keberlanjutan ekonomi daerah, terutama melalui pengembangan sektor energi terpadu. Selain itu, Bahlil mengatakan bahwa proyek akan menjadi contoh sukses dalam integrasi sumber daya energi nasional dengan kebijakan khusus seperti Special Plan.

Komitmen pemerintah terhadap kebutuhan energi domestik terus ditingkatkan melalui beberapa inisiatif. Dalam Special Plan Blok Masela, 60% produksi gas akan dialokasikan untuk kebutuhan pabrik-pabrik lokal, termasuk industri pupuk yang diharapkan mampu meningkatkan produksi dan efisiensi. Selain itu, gas juga akan digunakan untuk pemanfaatan dalam kota dan daerah-daerah lain yang masih mengalami ketergantungan pada sumber daya energi luar. Bahlil berharap bahwa proyek ini menjadi acuan dalam pengembangan energi berkelanjutan sesuai visi Special Plan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *