Tim Spanyol Raih Rp 895 Miliar Usai Menang di Piala Dunia 2026
Tim Spanyol Kantongi Rp 895 M Usai – Setelah memperoleh kemenangan dramatis atas Argentina 1-0 di babak final Piala Dunia 2026, tim Spanyol berhak mendapatkan hadiah uang senilai USD 50 juta atau sekitar Rp 895 miliar. Gol penentu dicetak oleh Ferran Torres di menit ke-106, memastikan negara itu mengangkat trofi bergengsi sebagai juara.
Hadiah Juara Masih Di Bawah Transfer Bintang Muda Kroasia
Menurut FIFA, pemenang Piala Dunia 2026 akan menerima USD 50 juta sebagai penghargaan. Jumlah ini masih relatif kecil dibandingkan perputaran dana dalam industri sepak bola global. Sebagai contoh, nominal tersebut lebih rendah dari nilai transfer bek Kroasia berusia 19 tahun, Luka Vuskovic, ke klub Brighton Inggris beberapa hari sebelumnya.
Momentum ini juga membawa hadiah uang dalam jumlah fantastis.
Total Hadiah Piala Dunia 2026 Mencapai Rp 15,6 Triliun
FIFA meningkatkan dana hadiah untuk turnamen 2026, menciptakan rekor baru dengan total pembayaran USD 871 juta atau sekitar Rp 15,6 triliun. Angka ini termasuk tambahan lebih dari USD 100 juta pada April lalu, setelah beberapa federasi Eropa meminta peningkatan anggaran untuk menutup biaya operasional di tiga negara penyelenggara.
Perbandingan Hadiah Finalis dan Aturan Distribusi
Di sisi lain, runner-up seperti Argentina menerima USD 33 juta atau sekitar Rp 590,7 miliar. Hadiah untuk peringkat ketiga adalah USD 29 juta, sementara peringkat keempat mendapatkan USD 27 juta. Finalis lainnya mendapat USD 19 juta. FIFA menyalurkan dana langsung ke rekening federasi, bukan ke pemain, dengan pembagian internal masing-masing negara menentukan bagaimana hadiah dialokasikan.
Pemenang Piala Dunia 2026 akan mengantongi hadiah senilai USD 50 juta.
Perubahan Aturan untuk Kesetaraan Pemain Laki-Laki dan Perempuan
Contoh penerapan aturan baru adalah Federasi Sepak Bola AS, yang menyimpan 20 persen dana hadiah untuk kas federasi. Sisanya dibagi rata ke timnas pria dan wanita, sesuai kesepakatan equal pay 2022. Langkah ini menjadikan AS sebagai federasi pertama yang mewujudkan keadilan dalam pembagian insentif bagi kedua tim.
