Skip to content
Yellow Desk
Agustus 1, 2026
Kumparanbisnis

Topics Covered: Malaysia Kantongi Jaminan Minyak dan Gas dari Rusia untuk 20 Tahun

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Malaysia Dapatkan Jaminan Pasokan Energi dari Rusia Selama 20 Tahun Topics Covered - Setelah kembali dari kunjungan kerja ke Rusia dan Turkmenistan, Perdana

Topics Covered: Malaysia Kantongi Jaminan Minyak dan Gas dari Rusia untuk 20 Tahun

Malaysia Dapatkan Jaminan Pasokan Energi dari Rusia Selama 20 Tahun

Topics Covered – Setelah kembali dari kunjungan kerja ke Rusia dan Turkmenistan, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan bahwa negara ini telah memperoleh jaminan pasokan minyak, gas, dan diesel dari Rusia selama minimal 20 tahun ke depan. Pernyataan ini diungkapkan dalam acara peletakan batu pertama Setia Fontaines Industrial Park di Penang, yang diliput oleh CNA pada hari Minggu (21/6).

“Presiden Vladimir Putin telah memberikan komitmen bahwa pasokan energi Malaysia akan tetap stabil selama dua dekade,” ujar Anwar Ibrahim. “Kemitraan ini didasarkan pada hubungan persahabatan yang kuat antara kedua negara,” tambahnya.

Kunjungan Anwar ke Rusia, yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026, menjadi kesempatan penting untuk membahas keamanan energi, kerja sama pasokan bahan bakar, teknologi, serta peluang bisnis di sektor energi. Dalam pertemuan langsung dengan Putin, Malaysia dan Rusia sepakat untuk mengembangkan kerja sama strategis yang akan memperkuat ketergantungan energi nasional. Pemimpin kedua negara menekankan pentingnya kestabilan pasokan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi.

Strategi Energi Pasca-Persaingan Global

Pasca-serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2025, kebutuhan Asia Tenggara untuk mencari alternatif pasokan energi semakin mendesak. Serangan tersebut mengganggu jalur distribusi minyak dan gas melalui Selat Hormuz, sehingga mendorong negara-negara seperti Malaysia untuk menguatkan hubungan dengan Rusia. Meski AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara pada 17 Juni 2026, beberapa negara tetap mempertahankan kebijakan netral strategis.

Malaysia, yang sebelumnya memiliki hubungan kerja sama dengan AS, memutuskan untuk menyesuaikan strateginya dengan memperkuat ketergantungan pada sumber daya energi Rusia. Keputusan ini tidak hanya memperhatikan stabilitas pasokan, tetapi juga sebagai bentuk keberanian menghadapi tekanan sanksi Barat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Topics Covered juga mencakup upaya Malaysia untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu pihak global.

Perjanjian Energi dengan Turkmenistan

Dalam kunjungan resmi ke Turkmenistan pada 18–19 Juni 2026, Anwar Ibrahim juga menegaskan kemitraan strategis yang ditandatangani Petronas, perusahaan energi nasional Malaysia. Kesepakatan ini melibatkan pengembangan dua blok gas besar di wilayah Asia Tengah, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Malaysia di pasar energi global. Topics Covered mencakup peran Petronas sebagai penggerak utama dalam proyek ini.

Kemitraan dengan Turkmenistan dibangun setelah Presiden Turkmenistan, Serdar Berdimuhamedov, melakukan kunjungan resmi ke Malaysia pada Desember 2024. Proyek ini menandai langkah penting dalam memperluas jaringan pasokan energi, dengan Petronas Carigali (Turkmenistan) Sdn Bhd yang bertanggung jawab dalam pengembangan Blok 19 dan 20 di Laut Kaspia. Topics Covered juga mencakup kemitraan dengan Turkmennebit dan Hazarnebit sebagai mitra pengembangan.

Lebih dari itu, Petronas melalui anak perusahaan yang sama menandatangani perjanjian studi seismik 2D untuk wilayah Northern Offshore Blocks. Penandatanganan berlangsung di hadapan Anwar dan Berdimuhamedov, yang menekankan kepentingan kolaborasi dalam mencari sumber daya energi baru. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Malaysia untuk memperluas jangkauan pasokan dan meningkatkan kapasitas produksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *