Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Topics Covered: Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras hingga Minyak Sawit ke Singapura

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Menteri Pertanian Amran Sulaiman Ajukan Usulan Ekspor 10.000 Ton Beras dan Komoditas Strategis ke Singapura Topics Covered - Dalam pertemuan bilateral yang

Topics Covered: Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras hingga Minyak Sawit ke Singapura

Menteri Pertanian Amran Sulaiman Ajukan Usulan Ekspor 10.000 Ton Beras dan Komoditas Strategis ke Singapura

Topics Covered – Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (29/6), Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap rencana ekspor 10.000 ton beras Indonesia ke Singapura sebagai langkah untuk memperkuat kerja sama bidang pangan antara kedua negara. Pertemuan ini juga membahas peluang ekspor komoditas pertanian strategis lain seperti ayam, telur, minyak sawit, dan kelapa. Usulan tersebut diharapkan menjadi bagian dari peningkatan ekspor pertanian secara keseluruhan yang akan diberikan ke pasar internasional.

Pertemuan Bilateral: Fokus pada Kebutuhan Pangan dan Kolaborasi

Pertemuan bilateral antara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu dari Singapura membahas berbagai topics covered terkait peningkatan kerja sama ekonomi. Amran menekankan bahwa ekspor beras menjadi salah satu prioritas untuk memenuhi permintaan Singapura yang tinggi, sekaligus memperluas pasar bagi produk pertanian Indonesia. Singapura, yang bergantung pada impor untuk kebutuhan pangan utamanya, menyambut baik usulan ini sebagai peluang untuk meningkatkan stabilitas pasokan bahan makanan.

Dalam diskusi, Amran menyatakan bahwa pihaknya akan menawarkan minimal 10.000 ton beras sebagai bagian dari kesepakatan ekspor yang akan dilakukan. Selain itu, Menteri Pertanian juga mengusulkan peningkatan kolaborasi dalam bidang teknologi pertanian dan pertukaran komoditas. “Kami ingin memperkuat kerja sama ini karena hasil panen dan produktivitas Indonesia telah meningkat signifikan, didorong oleh investasi dalam riset, benih, peralatan, dan mekanisasi pertanian,” ujar Grace Fu dalam keterangan resmi.

Stok dan Kapasitas Gudang: Kesiapan Ekspor Beras

Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa stok beras nasional mencapai 5,1 juta ton, sementara kapasitas gudang pemerintah hanya sekitar 3 juta ton. Karena itu, sebagian besar persediaan disimpan di gudang sewa. “Dengan kondisi ini, Indonesia siap mengerjakan ekspor minimal 10.000 ton beras ke Singapura,” tambah Amran. Ia menambahkan bahwa ketersediaan stok yang cukup memungkinkan pemerintah untuk memenuhi target ekspor secara konsisten, terutama dengan dukungan dari sektor swasta dan badan usaha milik negara (BUMN).

Grace Fu mengatakan bahwa Singapura masih membutuhkan pasokan beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah. “Kedua negara memiliki hubungan erat yang telah lama berlangsung, sehingga ekspor pertanian dari Indonesia menjadi peluang kolaborasi yang sangat baik,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa negara kecil tersebut menginginkan kerja sama lebih dalam dalam pengembangan produk pertanian strategis, termasuk minyak sawit yang menjadi komoditas unggulan Indonesia.

Ekspor Beras dan Minyak Sawit: Potensi Pertumbuhan Pasar

Topics Covered – Peningkatan ekspor beras dan minyak sawit ke Singapura diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian. Amran menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan kualitas produk yang kompetitif, seiring dengan tingginya permintaan pasar internasional terhadap bahan pangan berkualitas tinggi. “Kami juga mengejar peningkatan kerja sama dengan perusahaan swasta Singapura untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan volume ekspor,” tambahnya.

Dalam rangka mendukung kebijakan ekspor ini, Kementan akan melakukan peningkatan pemeriksaan kualitas beras serta standardisasi proses pengemasan. “Kami akan memastikan bahwa beras yang diekspor memenuhi syarat kualitas internasional, sehingga mampu bersaing di pasar Singapura yang kompetitif,” jelas Amran. Selain beras, minyak sawit juga menjadi fokus utama dalam kerja sama ini, mengingat produk tersebut merupakan salah satu ekspor utama Indonesia.

Kementan menargetkan peningkatan volume ekspor komoditas pertanian ke Singapura hingga mencapai angka yang lebih tinggi dari USD 482,9 juta pada 2025. “Kolaborasi ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam bidang pertanian yang memiliki potensi pertumbuhan besar,” tambah Grace Fu. Ia juga menyoroti peran BUMN dalam memperkuat hubungan perdagangan bilateral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *