Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Topics Covered: Purbaya: Panda Bond Bakal Diterbitkan Akhir Juli 2026

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

026 Pengumuman tentang Penerbitan Panda Bond Topics Covered - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan bahwa penerbitan obligasi Panda (Panda Bond)

Topics Covered: Purbaya: Panda Bond Bakal Diterbitkan Akhir Juli 2026

Purbaya: Panda Bond Bakal Diterbitkan Akhir Juli 2026

Pengumuman tentang Penerbitan Panda Bond

Topics Covered – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan bahwa penerbitan obligasi Panda (Panda Bond) akan dilakukan pada akhir bulan Juli 2026. Rencana ini mengalami perubahan dari target awal yang sempat ditetapkan di awal Juli 2026. Menurut Purbaya, keterlambatan ini terjadi karena sejumlah institusi keuangan besar, termasuk manajer investasi dan bank ternama, baru menyadari perencanaan tersebut secara terlambat. “Topics Covered ini sebenarnya sudah dijadwalkan awal Juli, tapi ada pergeseran karena beberapa pihak meminta waktu tambahan,” jelasnya dalam sesi briefing media di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (26/6).

Keterlambatan Sebagai Peluang Positif

Menteri Purbaya menegaskan bahwa keterlambatan penerbitan Panda Bond bukanlah kegagalan, melainkan kesempatan untuk meningkatkan minat investor. Ia menyebutkan bahwa dengan adanya penundaan, para pemangku kepentingan memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan proposal pendanaan dan memastikan keberlanjutan transaksi. “Topics Covered ini juga memberi ruang bagi investor internasional untuk mengajukan permintaan mereka ke komite yang relevan, sehingga proses bisa lebih matang,” tambahnya.

“Dengan penundaan ini, kita bisa merangkul lebih banyak pihak yang tertarik. Jadi, saya pikir udah bagus lah, karena minatnya besar, dan saya tunda sampai akhir Juli,” ujarnya.

Mekanisme Pendanaan dengan Mata Uang Lokal

Purbaya juga menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond akan mengadopsi skema Local Currency Transaction (LCT), yang merupakan langkah strategis untuk memperkuat transaksi keuangan dalam mata uang lokal. Mekanisme ini memungkinkan pembayaran menggunakan yuan atau renminbi, namun pihaknya tetap menerima dana dalam rupiah melalui peran Bank Sentral Indonesia (BSI). “Topics Covered ini adalah bagian dari upaya Indonesia untuk mengurangi risiko pertukaran mata uang dan memastikan stabilitas pendanaan,” terangnya.

“Begitu dijual nanti, saya akan aktifkan jalur LTC. Di mana pembayarannya menggunakan renminbi, tapi melalui mekanisme tertentu, Bank Sentral kita akan menerima rupiah secara langsung,” jelas Purbaya soal LCT.

Kunjungan ke Beijing dan Pertemuan Strategis

Sebelum pengumuman penerbitan Panda Bond, Purbaya telah melakukan lawatan ke Beijing, Tiongkok, pada Rabu (17/6). Di sana, ia bertemu dengan Menteri Keuangan Tiongkok, Lan Fo’an, serta menghadiri pertemuan bilateral di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dan meningkatkan akses pendanaan pembangunan. “Topics Covered ini mencerminkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok dalam menghadapi tantangan global, termasuk ketidakpastian pasar keuangan,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Purbaya juga berdiskusi dengan sejumlah pelaku usaha dan investor, serta berdialog dengan People’s Bank of China (PBOC), Shanghai Cooperation Organization (SCO) Development Bank, dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Pertemuan ini bertujuan memperjelas skema pendanaan dan mengevaluasi potensi kerja sama jangka panjang.

Kelanjutan Strategi Pendanaan Global

Penerbitan Panda Bond pada akhir Juli 2026 diharapkan menjadi bagian dari strategi pemerintah Indonesia dalam mengakses dana internasional secara lebih efisien. Mengingat kondisi pasar keuangan yang dinamis, pihaknya menilai skema LCT dapat meningkatkan daya tarik obligasi ini bagi investor asing. “Topics Covered ini juga membuka peluang untuk menghadirkan lebih banyak pihak yang ingin berpartisipasi dalam pendanaan proyek infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Purbaya.

Pada kesempatan ini, Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa penundaan penerbitan tidak mengurangi kepastian adanya kegiatan pendanaan tersebut. Justru, dengan waktu tambahan, pihaknya bisa memastikan bahwa semua persiapan telah selesai, termasuk koordinasi dengan otoritas keuangan Tiongkok. “Topics Covered ini akan menjadi titik balik dalam meningkatkan keterlibatan investor internasional dalam pasar keuangan Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *