Strategi Indonesia Perkuat Kemandirian Teknologi dengan Robot Quadruped dan AI
Topics Covered – Pemerintah Indonesia semakin giat mengejar kemandirian teknologi dengan mengintegrasikan inovasi robotika dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam berbagai sektor ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam High-Level Meeting of WAICO Founding State di World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Tiongkok, menegaskan komitmen untuk menjadi pemain utama dalam transformasi teknologi global. Indonesia menjadi salah satu dari 29 negara pendiri WAICO, yang mencakup anggota dari ASEAN, Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), BRICS, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Strategi ini bertujuan memperkuat kemampuan teknologi nasional sekaligus mengejar peluang pasar internasional.
Peran AI dalam Transformasi Ekonomi
AI kini dianggap sebagai salah satu komponen kunci dalam revolusi industri keempat, yang mengubah cara negara-negara berkompetisi secara global. Airlangga mengatakan bahwa teknologi ini tidak hanya memengaruhi struktur perekonomian tetapi juga mengarahkan pengembangan otonomi teknologi. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menyampaikan:
“Indonesia ingin menjadi arsitek aktif dalam era digital, bukan sekadar penonton atau konsumen.”
Hal ini didukung oleh fondasi ekonomi yang stabil, dengan proyeksi pertumbuhan 5,4 persen pada 2026, yang menunjukkan potensi ekspansi sektor teknologi di Tanah Air.
Kebijakan pemerintah juga mengarahkan pada integrasi teknologi dengan penguatan kemandirian nasional. Upaya ini mencakup kerja sama dengan ARM Holdings sejak Februari 2026 dalam bidang semikonduktor dan AI, serta pembuatan peta jalan nasional AI sebagai acuan pengembangan ekosistem teknologi. Dokumen tersebut mencakup langkah-langkah seperti investasi infrastruktur digital, pelatihan SDM, riset, inovasi, serta pengelolaan AI secara berkelanjutan. Dengan demikian, Topics Covered akan mencakup peran strategis AI dalam transformasi ekonomi Indonesia.
Transfer Teknologi dan Inisiatif Kemitraan
Kunjungan Delegasi Indonesia ke perusahaan teknologi Tiongkok seperti Unitree Robotics, Deep Robotics, dan CICT-FiberHome menunjukkan komitmen untuk belajar dan berkolaborasi dalam pengembangan robotika cerdas. Rombongan yang menemani Airlangga mencakup Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, serta perwakilan dari kementerian terkait. Transfer teknologi ini diharapkan bisa diterapkan di sektor pertambangan, minyak dan gas, serta ketenagalistrikan, yang merupakan salah satu Topics Covered dalam strategi Indonesia.
Unitree Robotics, misalnya, menunjukkan robot humanoid dan quadruped yang telah diadopsi komersial untuk inspeksi industri, patroli jaringan listrik, dan eksperimen AI. Perusahaan ini mampu mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped secara global dan menguasai sekitar 70% pangsa pasar dunia. Airlangga menyoroti bahwa robotika cerdas ini bisa meningkatkan efisiensi dalam operasi sektor kritis. Selain itu, perusahaan-perusahaan lokal juga diberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan teknis dari Tiongkok, yang menjadi bagian dari Topics Covered dalam upaya kemandirian teknologi.
Investasi Infrastruktur dan Peluang Pembiayaan
Dalam rangka mendukung ekosistem AI, pemerintah fokus pada pengembangan infrastruktur digital yang solid. Saat ini, Indonesia memiliki 182 pusat data yang beroperasi, dengan dominasi di Jakarta (94 unit) dan Batam (16 unit). Infrastruktur ini menjadi fondasi untuk mendukung pertumbuhan layanan komputasi awan dan AI. Airlangga menambahkan bahwa penguatan pusat data akan menciptakan peluang investasi besar, terutama dalam bidang robotika dan AI yang menjadi Topics Covered dalam strategi nasional.
Dukungan infrastruktur digital juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemain global, termasuk perusahaan Tiongkok. Peta jalan nasional AI yang sedang dibuat menargetkan peningkatan SDM teknologi, kebijakan regulasi, dan pengembangan riset. Dengan adanya transfer teknologi dari Tiongkok dan kebijakan domestik yang sinergis, Indonesia diharapkan bisa mengejar kemandirian teknologi secara berkelanjutan. Topics Covered dalam inisiatif ini mencakup tidak hanya pengembangan perangkat keras tetapi juga penggunaan perangkat lunak dan aplikasi AI yang inovatif.
Kemitraan Global dan Kesiapan Industri
Peran Indonesia dalam WAICO diharapkan mendorong kemitraan global untuk mempercepat inovasi teknologi. Dengan keterlibatan dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Afrika, dan Eropa Timur, potensi ekspor teknologi lokal semakin terbuka. Airlangga juga menyebutkan bahwa Making Indonesia 4.0 menjadi acuan utama dalam mengembangkan industri berbasis robotika dan AI. Dalam konteks ini, Topics Covered mencakup pelatihan SDM, pembentukan standar teknologi, serta penguatan ekosistem usaha di sektor digital.
Pengembangan robotika dan AI tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi tetapi juga meningkatkan produktivitas. Dengan adopsi robotika cerdas di sektor kritis, Indonesia bisa mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Peta jalan nasional AI dan kolaborasi internasional menjadi kunci untuk mengubah pola ekspor dari barang mentah ke teknologi canggih. Dukungan dari pemerintah dan sektor swasta akan memastikan strategi ini berjalan efektif, dengan Topics Covered yang terus dikembangkan sesuai tren teknologi global.
