Ambulans Terjebak Arus Konvoi Pesilat, Warga Karanganyar Meninggal Dunia
Ambulans Terhalang Konvoi Pesilat – Minggu dini hari, seorang lansia bernama Hadi Sukat (61) meninggal di Puskesmas Karangpandan setelah terlambat mendapatkan pertolongan medis. Menurut informasi yang beredar, kejadian ini diduga terjadi karena kendaraan ambulans mengalami hambatan saat melintasi jalan raya di sekitar terminal dan jembatan arah timur Karanganyar.
Hadi Sukat, yang tinggal di Bulurejo, Desa/Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, meninggalkan seorang istri bernama Wiji Lestari serta lima orang anak dan delapan cucu. Jenazahnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Nongko 2, Gedangan, pada pukul 13.00 WIB hari yang sama.
Pernyataan Pengemudi Ambulans
“Ambulans kami sempat terjebak dalam arus konvoi pesilat. Saat itu, kondisi lalu lintas sangat padat, hingga memperlambat perjalanan menuju lokasi pasien,” kata seorang pengemudi ambulans yang enggan menyebutkan nama.
Pengemudi tersebut menambahkan, kendaraan ambulans sering dianggap tidak sedang bergegas karena terlihat kosong. Padahal, ada kemungkinan besar ambulans sedang menuju tempat kejadian atau melaksanakan tugas darurat.
Respons Polres Karanganyar
Kabagops Polres Karanganyar, Kompol Dudi Pramudya, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai kejadian tersebut. “Saya belum mendengar adanya informasi soal ambulans yang tertunda,” ujarnya, Minggu (21/6).
Dudi menegaskan bahwa tim akan melakukan investigasi jika ada bukti atau laporan yang valid. Ia menyebut kegiatan konvoi pesilat di sejumlah daerah berlangsung bersamaan, sehingga jumlah massa di Karanganyar lebih sedikit dari biasanya. “Keramaian terjadi di beberapa titik, tapi massa sudah tersebar ke berbagai arah,” pungkasnya.
