Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Anggota Komisi V: Embung-Sumur Bor Jadi Upaya Atasi Kekeringan Musim Kemarau

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti menegaskan bahwa pemerintah tengah melaksanakan sejumlah program strategis untuk mengantisipasi dampak buruk musim

Anggota Komisi V: Embung-Sumur Bor Jadi Upaya Atasi Kekeringan Musim Kemarau

Anggota Komisi V: Strategi Embung dan Sumur Bor Hadapi Kekeringan

Kabarnusantaraku.com – Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti menegaskan bahwa pemerintah tengah melaksanakan sejumlah program strategis untuk mengantisipasi dampak buruk musim kemarau yang berkepanjangan. Pernyataan ini disampaikan oleh Novita saat menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai langkah-langkah konkret yang diambil pemerintah dalam menghadapi potensi kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Situasi ini muncul setelah Novita menghadiri kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Raya (PIRA) di kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada Kamis (30/7). Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa Komisi V DPR RI secara aktif mendukung berbagai inisiatif pembangunan infrastruktur sumber daya air yang krusial bagi ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih.

Program Infrastruktur Air dan Solusi Kekeringan

Menurut Anggota Komisi V yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan ini, pemerintah telah menggalakkan beberapa program utama yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dan distribusi air. Salah satu program unggulan yang disebutkan adalah pembangunan embung di berbagai daerah rawan kekeringan. Embung berfungsi sebagai waduk kecil yang mampu menampung air hujan saat musim hujan tiba untuk kemudian digunakan saat musim kemarau. Selain itu, pemerintah juga fokus pada perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi yang sudah ada agar tidak terjadi kebocoran atau penyumbatan yang mengurangi efisiensi distribusi air ke lahan pertanian.

"Kita menurunkan program embung, kemudian kita juga menurunkan program irigasi, membenahi saluran-saluran air sehingga seluruh saluran air bisa tertangani dengan baik, bahkan mengairi sawah-sawah dengan baik," jelas Novita Wijayanti. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa air yang tersedia dapat didistribusikan secara merata ke area-area pertanian yang membutuhkan. Program-program ini dirancang untuk menciptakan sistem yang lebih tahan terhadap fluktuasi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

"Dan bahkan kita juga membuat banyak sumur bor di daerah-daerah kekeringan, dan Pamsimas ada di mana itu juga menampung air-air untuk bisa disalurkan ke masyarakat," ujar Novita.

Selain embung dan irigasi, pembangunan sumur bor menjadi salah satu solusi penting yang diterapkan pemerintah di wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan parah. Sumur bor memungkinkan akses terhadap cadangan air tanah yang lebih dalam dan stabil dibandingkan sumber air permukaan. Program ini sering kali dikombinasikan dengan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya air. Melalui Pamsimas, air yang dipompa dari sumur bor dapat disalurkan langsung ke rumah-rumah warga melalui sistem distribusi yang dikelola oleh komunitas setempat.

Anggota Komisi V DPR RI ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program-program tersebut. Koordinasi yang baik antara berbagai kementerian dan lembaga terkait diperlukan untuk memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai target yang ditetapkan. Selain itu, monitoring dan evaluasi secara berkala juga dilakukan untuk menilai efektivitas setiap intervensi yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, Novita Wijayanti mengakui bahwa penanganan masalah kekeringan di Indonesia bukanlah hal yang dapat diselesaikan secara instan. Luasnya wilayah Indonesia dengan kondisi geografis dan klimatologis yang beragam menuntut pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. "Walaupun memang untuk menangani Indonesia yang sangat luas ini ya tidak serta-merta seperti membalikkan telapak tangan ya. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mencari solusi-solusi dari permasalahan yang ada," tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah menyadari kompleksitas tantangan yang dihadapi dan berkomitmen untuk terus mencari inovasi dalam mengatasi masalah kekeringan yang berdampak pada kehidupan masyarakat di seluruh nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *