Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Cerita Ibu Korban Soal Pria Rekam Anaknya saat BAB di Toilet Masjid di Kudus

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Seorang ibu bernama ZI dari Demak, Jawa Tengah, masih belum bisa melupakan kejadian memilukan yang menimpa putrinya. Anak perempuan pertamanya yang berusia

Cerita Ibu Korban Soal Pria Rekam Anaknya saat BAB di Toilet Masjid di Kudus

Ibu Demak Keluhkan Anak Direkam Pria di Toilet Masjid Kudus

Kabarnusantaraku.com – Seorang ibu bernama ZI dari Demak, Jawa Tengah, masih belum bisa melupakan kejadian memilukan yang menimpa putrinya. Anak perempuan pertamanya yang berusia lima tahun itu diduga direkam oleh seorang pria saat sedang buang air besar di kamar mandi perempuan sebuah masjid di Kudus.

ZI terlihat emosional saat menceritakan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Segalanya bermula pada Rabu (29/7) ketika putrinya pulang sekolah dalam keadaan kebelet ingin buang air besar.

Kronologi Kejadian

Menurut ZI, putrinya yang masih bersekolah di tingkat TK tidak bisa buang air besar di sekolah karena persediaan air di sana telah habis. Saat itu, ia sedang sendirian mengantar dua anaknya menggunakan mobil pribadi.

“Posisi saat itu saya sendirian dengan dua anak. Anak saya yang pertama usia 5 tahun dan bersama adiknya. Saya nyopir mobil sendiri. Sedangkan anak saya sudah kebelet pup,” katanya, Kamis (30/7).

Setelah itu, ZI memutuskan untuk mengantarkan putrinya ke kamar mandi perempuan di salah satu masjid yang lokasinya tidak jauh dari sekolah. Sementara itu, anak keduanya ditinggal di dalam mobil.

Setelah mengantarkan putrinya, ZI sempat kembali ke mobil untuk memastikan parkirnya aman karena kunci masih tertinggal. Ia khawatir mobil akan dicuri.

“Setelah saya antarkan ke kamar mandi, saya mau benerin parkir mobil saya. Saat itu kunci mobil juga masih menempel. Saya khawatir mobil dibawa kabur [pencuri], makanya saya balik mobil. Anak saya yang pertama saya tinggal sebentar [di WC],” sambungnya.

Pria Terlihat Merekam

Ketika ZI kembali mengecek putrinya, ia langsung terkejut melihat seorang pria masuk ke kamar mandi sambil merekam dengan ponselnya.

“Pria itu merekam. Saya lihat sendiri dia jongkok kemudian memvideo kemaluan anak saya. Terus pria itu masuk ke kamar mandi sebelah,” terangnya.

ZI menduga pria tersebut masuk ke kamar mandi sebelah untuk menghapus video yang telah direkamnya. Hal ini diperkuat dengan tidak adanya suara air saat itu.

Pria itu sempat mengelak dan meminta agar ZI memeriksa CCTV. Namun, ZI menjelaskan bahwa tidak mungkin ada CCTV di dalam kamar mandi. Akhirnya, ZI meminta KTP pria tersebut agar ia bisa menemui suaminya.

“Pria tersebut sempat mengelak dan meminta agar memeriksa CCTV. Lha kalau di kamar mandi tidak mungkin ada CCTV, kan. Akhirnya saya minta KTP dia supaya dia menemui suami saya. Saya merekam supaya ada bukti dan jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya.

Video Viral dan Penyangkalan

Video hasil rekaman ZI kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang bersikeras menyangkal telah memvideo putrinya. Pria yang bekerja sebagai salesman itu mengklaim bahwa putrinya menangis dan memanggil dirinya.

Akan tetapi, ketika ZI bertanya langsung kepada anaknya, jawaban yang diberikan berbeda.

“Saya tanya anak saya, kamu nangiskah? Dia jawab tidak. Terus saya tanya lagi, kamu manggil-manggil mama? Dia juga jawab tidak,” jelasnya.

Mediasi dan Trauma Anak

Pihak masjid telah berupaya melakukan mediasi antara ZI dan pria tersebut pada Rabu (29/7) malam. Namun, ZI menolak untuk didamaikan karena khawatir akan ada korban lain di masa depan.

“Pihak masjid inginnya didamaikan. Tetapi saya tidak mau. Kekhawatiran saya nanti ada korban lain. Ada orang lain yang speak up DM saya kalau pelaku juga pernah menunjukkan foto telanjang ke anak orang yang DM saya itu,” ucap ZI.

Sejauh ini, ibu dua anak itu belum membuat laporan resmi ke pihak berwajib. Namun, ia sempat akan dilaporkan oleh pria tersebut. ZI menyatakan akan membuat laporan setelah berunding dengan keluarga.

“Terkait laporan ke polisi, saya mau rundingkan dengan pihak keluarga dulu,” ujar dia.

Kondisi putrinya saat ini masih merasa trauma. Bahkan, ia menjadi ketakutan jika terlambat dijemput setelah pulang sekolah. Meskipun putrinya tetap berangkat sekolah pada Kamis (30/7), rasa takutnya masih terasa.

“Kondisi anak saya ketakutan. Dia bilang, mama jangan telat jemput. Nanti kalau mama telat jemput orang itu datang lagi,” imbuhnya.

Konfirmasi Pihak Terkait

Karonu, marbut masjid, menjelaskan bahwa pria tersebut mengaku mendengar suara anak kecil menangis dan memanggil ibunya. Pria itu kemudian mengecek ke kamar mandi sebelah, yaitu kamar mandi perempuan.

“Kata masnya itu dia mau ke kamar mandi. Tapi memang pria itu ke kamar mandinya yang sebelah situ (kamar mandi perempuan, red). Katanya sih dia dengar suara anak kecil nangis manggil ibunya,” terangnya.

Karonu membenarkan adanya mediasi pada malam sebelumnya, namun ia tidak mengetahui kelanjutan hasilnya karena tidak mengikuti hingga selesai.

Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo menyatakan bahwa peristiwa tersebut masih dalam proses pengecekan lebih lanjut.

“Ya benar, masih kami kroscek,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *