Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Hasto Tegaskan Kritik PDIP Berbasis Argumentasi: Jangan Jadi Buzzer

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, kembali menegaskan posisi partainya dalam menyampaikan kritik terhadap

Hasto Tegaskan Kritik PDIP Berbasis Argumentasi: Jangan Jadi Buzzer

Hasto Tegaskan Kritik PDIP Berbasis Argumen, Bukan Serangan Buzzer

Kabarnusantaraku.com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, kembali menegaskan posisi partainya dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Dalam pernyataannya, Hasto Tegaskan Kritik PDIP Berbasis pada argumentasi dan kebijakan, bukan sekadar serangan personal yang dilakukan oleh buzzer politik. Penegasan ini penting untuk menjaga kredibilitas PDIP sebagai partai penyeimbang dalam sistem demokrasi Indonesia.

Ungkapan tersebut disampaikan Hasto saat menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan PDIP memiliki hati yang sama dengan pemerintah. “Dalam pidato sidang gabungan, Presiden Prabowo mengapresiasi fungsi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang. Itulah yang kemudian diapresiasi,” jelas Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Pernyataan ini menunjukkan adanya harmonisasi dalam hubungan antara pemerintah dan partai oposisi.

Menurut Hasto, posisi PDIP sebagai penyeimbang merupakan bagian integral dari sistem demokrasi. Oleh karena itu, kritik yang disampaikan partainya ditujukan terhadap kebijakan dengan berlandaskan argumentasi dan aspirasi masyarakat. “Maka Ibu Mega ketika di tim menyampaikan kritik yang disampaikan oleh PDI Perjuangan adalah kritik berbasis argumentasi,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa PDIP tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan solusi.

Hasto kemudian mengingatkan agar kritik politik tidak digunakan untuk mendiskreditkan individu. “Jangan menjadi buzzer yang kemudian mendiskreditkan orang per orang. Kritik atas dasar suatu kebijakan-kebijakan dan menyerap aspirasi rakyat,” pungkasnya. Penegasan ini penting untuk menghindari polarisasi politik yang berlebihan di masyarakat.

Prabowo: PDIP dan Pemerintah Punya Hati yang Sama

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan perbedaan pilihan politik tidak seharusnya dipandang sebagai permusuhan permanen. Menurutnya, dinamika politik memungkinkan pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan kembali bekerja sama. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).

“Jadi, saudara-saudara, bersaing itu baik, bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak ada masalah, nanti juga gabung lagi,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus menyinggung PDIP. Ia meyakini partai berlambang banteng tersebut memiliki cita-cita yang sejalan dengan pemerintah, terutama dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. “PDIP juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita. Benar, coba cek. Gali hatinya, sebetulnya sama,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara kedua pihak.

Prabowo menilai, kesamaan tersebut berakar dari pemikiran para pendiri bangsa, termasuk Presiden pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta, yang merumuskan UUD 1945 sebagai dasar penyelenggaraan negara. “Ini Undang-Undang Dasar 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama,” tuturnya. Hal ini memperkuat argumen bahwa PDIP dan pemerintah memiliki fondasi yang sama dalam membangun negara.

Kritik yang disampaikan PDIP selama ini juga menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas politik nasional. Hasto Tegaskan bahwa setiap kritik yang dilontarkan harus didasarkan pada data dan fakta yang valid, bukan sekadar opini yang dibuat-buat. Dengan demikian, PDIP dapat menjadi mitra pemerintah yang konstruktif dalam menjalankan program-program pembangunan nasional.

Hubungan antara PDIP dan pemerintah diharapkan dapat terus berkembang positif. Kedua pihak memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga keutuhan bangsa dan memajukan kesejahteraan rakyat. Melalui dialog dan kritik yang berbasis argumen, Indonesia dapat mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *