Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Historic Moment: Rano Karno di Peringatan 30 Tahun Kudatuli: Keadilan Belum Selesai

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Historic Moment: Rano Karno Peringati 30 Tahun Kudatuli dan Perjuangan Keadilan Historic Moment - Di tengah perayaan 30 tahun peristiwa Kudatuli, Rano Karno

Historic Moment: Rano Karno di Peringatan 30 Tahun Kudatuli: Keadilan Belum Selesai

Historic Moment: Rano Karno Peringati 30 Tahun Kudatuli dan Perjuangan Keadilan

Historic Moment – Di tengah perayaan 30 tahun peristiwa Kudatuli, Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, hadir dalam acara Public Lecture Jalan Buntu Reformasi di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Acara ini menjadi historic moment penting untuk mengingat kembali bagaimana keadilan muncul dari kesulitan politik dan sosial pada tahun 1996. Dalam pidatonya, Rano menegaskan bahwa perjuangan masyarakat untuk menyelesaikan tragedi tersebut belum usai, bahkan menjadi semangat bagi pergerakan reformasi.

Peringatan 30 Tahun Kudatuli: Momen Historis yang Tetap Relevan

Kudatuli, yang terjadi pada 27 Juli 1996, dianggap sebagai historic moment dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana kekuasaan bisa memicu konflik ketika tidak mampu menerima kritik atau perbedaan pendapat. Rano Karno, dalam sambutannya, mengingatkan bahwa meski telah berlalu tiga dekade, keadilan terhadap para korban masih menanti penyelesaian.

“Kudatuli bukan sekadar kenangan masa lalu, tapi juga pengingat bahwa keadilan harus terus diperjuangkan,” kata Rano Karno dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dan akademisi. Ia menyoroti bagaimana peristiwa ini memicu perubahan besar dalam sistem politik, meski masih ada tantangan untuk mencapai keadilan penuh.”

Acara Public Lecture Jalan Buntu Reformasi ini diselenggarakan sebagai upaya melestarikan pelajaran sejarah dari Kudatuli. Dalam rangkaian diskusi, Rano menegaskan bahwa kejadian tersebut memperlihatkan bagaimana kekuasaan yang tidak terbuka bisa menimbulkan ketidakadilan. “Kudatuli adalah historic moment yang mengajarkan kita bahwa reformasi bukan sekadar perubahan struktur, tetapi juga perubahan mentalitas pemimpin,” tambahnya.

Pesan Keadilan dalam Perjalanan Reformasi

Menurut Rano, keadilan adalah inti dari reformasi yang terus berjalan. “Sampai hari ini, kita masih butuh keadilan untuk menyelesaikan kasus-kasus yang belum dituntaskan, termasuk Kudatuli,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak yang memiliki kekuasaan, termasuk dirinya sendiri sebagai bagian dari PDIP, partai yang dianggap berasal dari perjuangan reformasi tersebut.

Rano Karno menekankan bahwa perjuangan keadilan tidak hanya tentang penuntutan hukum, tetapi juga tentang pengakuan masyarakat terhadap korban. “Kudatuli mengajarkan bahwa kekuasaan yang tidak mampu menerima kritik sedang membangun kubur bagi dirinya sendiri,” katanya. Ia menambahkan bahwa dalam setiap historic moment, ada nilai-nilai reformasi yang harus dijaga dan diperjuangkan terus-menerus.

“Kalau jalan buntu sudah terjadi, maka tugas kami adalah membuktikan bahwa kondisi itu bisa diubah. Orang Betawi punya ungkapan: kalau jalan buntu, jangan berhenti, cari gang, cari lorong,” ujar Rano, sambil menyoroti pentingnya perjuangan politik dalam memperbaiki kondisi.

Dalam penutupan pidatonya, Rano meminta masyarakat untuk tetap aktif dalam mendorong keadilan. “Kudatuli adalah historic moment yang menginspirasi kita untuk terus berkarya dan berjuang. Keadilan belum selesai, dan peran kita adalah menjaga spirit reformasi ini,” tegasnya. Ia juga menyebut bahwa peristiwa tersebut menjadi patokan untuk mengukur sejauh mana perubahan demokrasi Indonesia telah berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *