Skip to content
Yellow Desk
Agustus 1, 2026
Kumparannews

Ibu di Surabaya yang Anaknya Diduga Telantar usai Dibawa Eks Suami Lapor Polisi

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Seorang ibu bernama Agustin Arimardika, berusia 33 tahun, telah resmi menyampaikan pengaduan kepada pihak kepolisian. Alamat tempat tinggalnya berada di Jalan

Ibu di Surabaya yang Anaknya Diduga Telantar usai Dibawa Eks Suami Lapor Polisi

Agustin Arimardika Melaporkan Eks Suami ke Polisi Soal Anak yang Diduga Telantar

Kabarnusantaraku.com – Seorang ibu bernama Agustin Arimardika, berusia 33 tahun, telah resmi menyampaikan pengaduan kepada pihak kepolisian. Alamat tempat tinggalnya berada di Jalan Bagong Ginayan, Kota Surabaya. Langkah hukum ini diambil setelah sang anak perempuan dibawa secara paksa oleh mantan suaminya yang bernama Sunardi.

“Pengaduan itu saya sampaikan kemarin siang,” jelas Agustin saat dikonfirmasi. “Sore harinya sudah ada tindakan. Namun keesokan harinya mungkin ada panggilan lagi ke Polrestabes,” tambahnya pada Jumat (31/7).

Awal Mula Kasus yang Berujung Pelaporan

Konflik ini bermula ketika Sunardi menyatakan kerinduan pada putrinya yang berinisial A dan berusia lima tahun. Pertemuan dijadwalkan pada awal Maret 2025. Agustin pun mengantar anak mereka ke tempat tinggal Sunardi di kawasan Simo, Surabaya, pada akhir pekan.

Keduanya menyepakati bahwa anak mereka akan tinggal bersama Sunardi selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu. Namun, rencana penjemputan pada Senin siang berubah ketika Sunardi enggan menyerahkan anak tersebut. Bahkan, Sunardi menawarkan hubungan intim kepada Agustin, sehingga upaya sang ibu untuk membawa pulang anaknya menjadi sia-sia.

“Sebenarnya anak saya sudah saya urus sejak 2024 lalu. Saya sekolahin, lesin, ngaji, memberikan yang terbaik sebagai seorang ibu,” cerita Agustin.

Agustin semakin cemas setelah mendengar dari adik Sunardi bahwa putrinya tidak terawat dengan baik. “Saat saya jemput, anak saya tidur di Pasar Keputran. Saya tidak tega melihatnya seperti itu,” ungkapnya.

Upaya Mencari Solusi Sebelum Melapor

Selama beberapa waktu, Agustin terus mengirimkan kebutuhan anak mereka berupa pakaian dan makanan melalui adik Sunardi. Ia juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bhabinkamtibmas, pengurus RT dan RW, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya.

Selain itu, Agustin juga mengunggah foto anak perempuannya di platform media sosial untuk membantu mencari keberadaan putrinya.

“Niat saya awalnya tidak ingin membuat laporan. Saya sebenarnya tidak ingin ramai-ramai seperti ini. Tapi karena Sunardi bersikap demikian, saya merasa tidak punya jalan keluar lagi,” kata Agustin.

Kini, Agustin berharap agar proses hukum dapat berjalan lancar dan putrinya dapat kembali ke pangkuannya dengan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *