Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Kapal KM Nurul Tenggelam di Kepulauan Selayar: 24 Orang Hilang – 1 Tewas

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Kapal KM Nurul Tenggelam di Kepulauan Selayar: 24 Orang Hilang, 1 Tewas Kapal KM Nurul Tenggelam di Kepulauan - Kapal penumpang KM Nurul yang berlayar dari

Kapal KM Nurul Tenggelam di Kepulauan Selayar: 24 Orang Hilang – 1 Tewas

Kapal KM Nurul Tenggelam di Kepulauan Selayar: 24 Orang Hilang, 1 Tewas

Kapal KM Nurul Tenggelam di Kepulauan – Kapal penumpang KM Nurul yang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami kecelakaan tenggelam pada Rabu, 15 Juli, sekitar pukul 05.00 WITA. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar karena menelan korban jiwa. Dalam kejadian tersebut, 24 orang masih hilang dan satu korban tewas. Kecelakaan terjadi di perairan barat Pulau Polassi, yang terletak sekitar 43 mil nautis dari pelabuhan destinasi. Informasi mengenai kecelakaan ini kini menjadi fokus perhatian Basarnas Makassar dan pihak terkait.

Perjalanan dan Kondisi Kapal Saat Kecelakaan

Kapal KM Nurul, yang merupakan salah satu dari beberapa kapal penumpang yang sering digunakan untuk mengangkut penumpang antar pulau, berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar. Menurut laporan yang diterima oleh Kantor Basarnas Makassar, kapal tersebut mengangkut sekitar 74 penumpang. Sebelum tenggelam, kapal sempat mengalami kegagalan mesin di tengah perjalanan, yang berpotensi memicu kecelakaan. Situasi ini menunjukkan bahwa kegagalan mesin menjadi faktor utama dalam kejadian tragis tersebut.

“Kapal KM Nurul mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil nautis dari Pelabuhan Benteng Selayar,” jelas Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Jumat, 17 Juli. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca di lokasi kejadian sebelum kecelakaan tergolong stabil, sehingga kegagalan mesin dinilai sebagai penyebab utama kejadian tersebut.

Kapal penumpang ini biasanya digunakan untuk perjalanan sehari-hari oleh masyarakat Kepulauan Selayar dan sekitarnya. Namun, kecelakaan ini menjadi pengingat penting mengenai pentingnya inspeksi rutin terhadap keadaan kapal. Meski demikian, belum ada penyebab pasti dari kegagalan mesin tersebut yang diungkapkan oleh pihak berwenang.

Pencarian Korban dan Upaya Penyelamatan

Sesudah kejadian, Basarnas Makassar segera mengirimkan tim penyelamatan ke lokasi untuk memulai operasi SAR. Dalam 24 jam pertama, satu penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Arif Anwar menuturkan bahwa tim SAR terus berusaha memperluas area pencarian, dengan bekerja sama dengan kapal nelayan dan perahu-perahu lain yang berada di sekitar lokasi.

“Kami memohon doa untuk para korban yang belum ditemukan, semoga tim SAR dapat menemukan mereka secepat mungkin,” harap Arif. Operasi SAR yang sedang berlangsung mengandalkan perahu-perahu kecil, drone, serta alat pencarian sonar untuk menemukan kapal yang tenggelam dan para korban di dalamnya.

Para penyelamat juga menggali informasi lebih lanjut tentang kondisi penumpang saat kecelakaan. Dari 74 orang yang berada di kapal, 49 berhasil diselamatkan, sedangkan 24 orang masih dalam proses pencarian. Selain itu, satu korban tewas telah ditemukan dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Faktor utama yang diungkapkan adalah bahwa kondisi kapal yang tenggelam tergolong stabil di permukaan air, sehingga para korban memiliki peluang untuk bertahan hidup selama beberapa jam setelah kecelakaan.

Kondisi Penumpang dan Tanggapan Masyarakat

Kondisi penumpang yang berhasil diselamatkan menunjukkan bahwa sebagian besar dalam keadaan baik. Namun, beberapa penumpang mengalami cedera ringan akibat kegugupan dan kepanikan saat kapal mengalami kecelakaan. Tanggapan masyarakat Kepulauan Selayar membanjiri media sosial dengan doa dan dukungan bagi korban hilang serta keluarga mereka. Beberapa warga juga mengunggah video kejadian dan testimoni tentang pengalaman mereka saat kapal tersebut berlayar.

“Saya pernah naik KM Nurul sebelumnya, dan selama ini kapalnya selalu aman,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi. Namun, kecelakaan kali ini menunjukkan bahwa bahaya bisa terjadi kapan saja, terutama jika terjadi kegagalan mesin tanpa pemeriksaan yang memadai.

Kecelakaan KM Nurul ini juga memicu reaksi cepat dari pemerintah setempat. Pihak Kepulauan Selayar langsung memperketat pengawasan terhadap keberangkatan kapal penumpang dan meminta laporan rutin dari operator kapal. Dalam upaya meminimalkan risiko serupa, rencana pemeriksaan keamanan kapal akan diperketat sebelum keberangkatan selanjutnya.

Proses Verifikasi dan Informasi Terkini

Berdasarkan verifikasi data yang dilakukan oleh Basarnas Makassar, jumlah penumpang KM Nurul pada saat kecelakaan diperbarui menjadi 74 orang. Dalam awalnya, jumlah penumpang disebut hanya 50 orang, tetapi setelah diperiksa lebih lanjut oleh pihak terkait, jumlah tersebut diperbesar. Dari total tersebut, 49 orang dinyatakan selamat, satu korban tewas, dan 24 orang masih dalam pencarian.

“Setelah proses verifikasi, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 74,” jelas Arif. “Kami sedang berupaya maksimal untuk menemukan semua korban yang belum ditemukan.” Operasi SAR terus berjalan, dengan target menemukan seluruh penumpang dalam waktu 72 jam ke depan.

Dalam beberapa jam terakhir, tim SAR telah menemukan beberapa sisa barang dari kapal yang tenggelam, seperti perahu kecil dan alat-alat navigasi. Namun, belum ada indikasi bahwa korban hilang berada di bawah air atau dalam kondisi terburuk. Arif Anwar menyatakan bahwa operasi SAR akan dilakukan secara intensif hingga semua korban ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *