Skip to content
Yellow Desk
Agustus 5, 2026
Kumparannews

Kemarau Diprediksi Panjang, Pemprov DKI Bikin Hujan Buatan 1-2 Kali Tiap Pekan

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih lama dari biasanya

Kemarau Diprediksi Panjang, Pemprov DKI Bikin Hujan Buatan 1-2 Kali Tiap Pekan

Kemarau Panjang: Pemprov DKI Jakarta Intensifkan Hujan Buatan

Kabarnusantaraku.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih lama dari biasanya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca atau yang lebih dikenal sebagai hujan buatan dengan frekuensi satu hingga dua kali setiap pekannya. Keputusan penting ini diambil setelah Pemprov DKI menerima laporan komprehensif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta yang telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengenai potensi kemarau berkepanjangan.

"Jadi intinya tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca. Karena ini akan berlangsung lama," jelas Pramono Anung saat memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2024. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi dampak cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Proyeksi El Nino dan Jadwal Hujan

Menurut penjelasan Gubernur Pramono, berdasarkan paparan resmi dari BPBD DKI Jakarta, puncak fenomena El Nino tahun ini diperkirakan menjadi salah satu yang terpanjang dibandingkan tahun 2023 yang lalu. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diprediksi berlangsung hingga akhir September atau bahkan memasuki pekan pertama dan kedua Oktober sebelum hujan mulai turun secara signifikan. "Dari data yang ada, puncak El Nino itu akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang dibandingkan dengan tahun 2023 pada waktu itu. Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau pertengahan Oktober, minggu pertama atau kedua Oktober baru akan ada hujan," ujarnya dengan tegas.

Pramono menambahkan bahwa tantangan utama dalam pelaksanaan modifikasi cuaca saat ini adalah minimnya pembentukan awan di atmosfer Jakarta. Meski demikian, Pemprov DKI akan tetap memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk menurunkan hujan melalui teknologi modifikasi cuaca. Ia menyebut, hujan yang mengguyur Jakarta pada Selasa malam merupakan hasil operasi modifikasi cuaca meski saat itu kondisi awan sangat terbatas. "Kalau tadi malam itu termasuk rezeki anak sholeh, enggak ada awan tapi bisa dimodifikasi," katanya dengan senyum.

Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Selain mengintensifkan operasi modifikasi cuaca, Pemprov DKI menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau panjang. Pramono mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan antisipasi terhadap potensi kebakaran serta menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Jakarta. "Yang pertama adalah antisipasi terhadap kebakaran. Maka Pemerintah DKI Jakarta, wali kota akan campaign tentang Jaga Jakarta dalam dua hal; satu kebakaran, yang satu adalah penyediaan air bersih pasti mengalami hambatan," ujarnya.

Gubernur meminta seluruh wilayah di DKI Jakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran, termasuk memastikan setiap rukun warga memiliki alat pemadam api ringan. "Saya minta untuk setiap RW persiapan APAR dipersiapkan dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat, karena suasananya kering dan juga kemungkinan untuk terjadi ISPA. Jadi itulah yang tadi dalam rapat kami putuskan," kata Pramono menutup penjelasan.

"Kemarau Diprediksi Panjang Pemprov DKI Bikin – Pemprov DKI Jakarta akan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca hingga satu sampai dua kali setiap pekan untuk mengantisipasi musim kemarau panjang."

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kemarau Panjang di Jakarta

Berapa lama kemarau diprediksi berlangsung di Jakarta? Kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir September atau bahkan memasuki pekan pertama dan kedua Oktober sebelum hujan mulai turun secara signifikan.

Bagaimana cara Pemprov DKI mengatasi minimnya awan? Pemprov DKI memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca untuk menciptakan hujan buatan bahkan saat kondisi awan sangat terbatas di atmosfer Jakarta.

Apa saja langkah antisipasi kebakaran yang dilakukan? Pemerintah meminta setiap rukun warga untuk mempersiapkan alat pemadam api ringan dan mengkampanyekan program Jaga Jakarta dalam dua aspek utama.

Apakah ada dampak kesehatan yang perlu diwaspadai? Selain risiko kebakaran, masyarakat juga perlu waspada terhadap kemungkinan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut akibat udara kering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *