Sudaryono: BGN Percepat Pembenahan MBG, Kerja Lewat Akhir Pekan
Kabarnusantaraku.com – Sudaryono, pimpinan Badan Gizi Nasional, menyatakan bahwa pihaknya sedang giat-giatnya memperbaiki sistem tata kelola program Makan Bergizi Gratis. Menurut dia, upaya tersebut dilakukan dengan sangat intensif sehingga tim BGN tidak libur bahkan pada hari Sabtu maupun Minggu. Kepala BGN ini menjelaskan bahwa belum ada penentuan jadwal pasti untuk rampungnya seluruh perbaikan, namun ia menekankan bahwa proses tersebut harus berjalan secepat mungkin.
Menanggapi pertanyaan mengenai durasi pembenahan, Sudaryono menyampaikan bahwa pihaknya berusaha menyelesaikan segala sesuatu dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ia juga mengungkapkan bahwa ia telah bersepakat dengan wakil-wakilnya di BGN bahwa waktu merupakan musuh utama yang harus dikejar. “Ekspektasi masyarakat terhadap realisasi perbaikan tata kelola ini menjadi tantangan bagi kami,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa seluruh anggota tim, baik yang mengikuti rapat via Zoom maupun secara langsung, terus bekerja tanpa henti.
Evaluasi Aturan dan Kolaborasi dengan Instansi Terkait
Proses perbaikan yang sedang berlangsung mencakup tinjauan menyeluruh terhadap berbagai regulasi dan prosedur yang berlaku saat ini di BGN. Sudaryono menerangkan bahwa timnya akan mengidentifikasi aturan mana yang perlu diperbaiki, mana yang harus dibenahi, mana yang perlu ditangguhkan, serta mana yang sebaiknya dihindari. Selain itu, BGN juga aktif menjalin kerjasama dengan kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri menyangkut Keputusan Presiden tentang satuan tugas pangan di tingkat daerah. Sudaryono berharap kehadiran satgas pangan di daerah dapat memberikan kontribusi nyata dalam fungsi pengawasan program MBG. Pengawasan ini mencakup aspek pemenuhan standar gizi pada makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
“Kami kolaboratif kami mengajak semua lembaga, kementerian lembaga yang lain termasuk juga kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk Keppres terkait satgas pangan di daerah ini juga bagaimana secara efektif bisa kemudian dilibatkan untuk fungsi pengawasan,” kata Sudaryono.
Ia juga menambahkan bahwa satgas pangan memiliki peran penting dalam memastikan bahwa menu-menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan gizi. Hal ini khususnya ditujukan untuk anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui yang menjadi sasaran program tersebut.
Mekanisme Evaluasi Harian dan Komitmen Internal
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Jumat (31/7), Sudaryono meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada BGN menyelesaikan proses perbaikan. Ia kembali menegaskan bahwa ia menginginkan pembenahan dilakukan secepatnya, bahkan jika memungkinkan proses tersebut sudah selesai sehari sebelumnya.
Walaupun demikian, Sudaryono tidak ingin menetapkan tenggat waktu secara terbuka karena khawatir target tersebut akan menjadi beban yang harus ditagih. Ia menjelaskan bahwa BGN memiliki komitmen internal mengenai berapa lama proses pembenahan akan berlangsung. Untuk memastikan semuanya berjalan lancar, BGN menerapkan mekanisme evaluasi yang dilakukan setiap hari melalui rapat rutin.
“Jadi rapat itu adalah kita bikin janji apa yang harus kita kerjakan, rapat berikutnya adalah menagih janji kita yang lalu dan bikin janji pekerjaan baru sehingga sehingga kita ada monev-nya ada perkembangannya jadi selesai selesai selesai itu,” sambung dia.
Dengan pendekatan tersebut, Sudaryono berharap seluruh perbaikan tata kelola MBG dapat diselesaikan dalam waktu yang optimal tanpa mengorbankan kualitas prosesnya.
