Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Key Discussion: Andre Rosiade Lantik Pengurus DPD IKM Kabupaten-Kota se-Riau

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Key Discussion: Andre Rosiade Lantik Pengurus DPD IKM Kabupaten-Kota se-Riau Key Discussion menghadirkan momen penting di Riau, Rabu (20/6), saat Andre

Key Discussion: Andre Rosiade Lantik Pengurus DPD IKM Kabupaten-Kota se-Riau

Key Discussion: Andre Rosiade Lantik Pengurus DPD IKM Kabupaten-Kota se-Riau

Key Discussion menghadirkan momen penting di Riau, Rabu (20/6), saat Andre Rosiade, Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), secara resmi melantik pengurus DPD IKM di seluruh kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Acara yang digelar di GOR Tribuana, Pekanbaru, merupakan bagian dari kegiatan “Rang Minang Baralek Gadang dan Pengukuhan DPD IKM se-Provinsi Riau,” yang bertujuan memperkuat keberadaan komunitas Minang di Riau dan membangun sinergi antar daerah. Hadir dalam acara tersebut ribuan perantau Minang, para kepala daerah, tokoh adat, ulama, serta pemimpin kecamatan yang mendukung peningkatan peran organisasi tersebut dalam kehidupan masyarakat.

Peran Strategis Perantau Minang dalam Pembangunan Daerah

Kegiatan Key Discussion ini menjadi panggung bagi perantau Minang untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam keberlanjutan pembangunan Riau. Para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang berkomitmen memperkuat jaringan organisasi dan membangun komunikasi yang lebih efektif. Syahrial Abdi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, mengungkapkan bahwa selain sebagai acara Key Discussion, acara tersebut juga melibatkan upaya mempererat hubungan antara Riau dan Sumatra Barat. Dalam pidatonya, ia menekankan peran penting perantau Minang dalam perekonomian dan kebudayaan Riau, terutama dalam sektor perdagangan, pendidikan, serta usaha mikro.

Anggota DPR RI M. Rahul, yang hadir dalam Key Discussion, menyampaikan dukungan penuh untuk keberhasilan pelantikan pengurus baru. Ia menyoroti bahwa kegiatan ini bukan hanya pertemuan rutin, tetapi menjadi platform untuk diskusi mendalam mengenai pembangunan daerah dan integrasi masyarakat Minang di luar negeri. Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meminta para pengurus baru untuk berperan aktif dalam mempromosikan budaya dan ekonomi Minang di wilayah Riau. Acara ini juga memberikan ruang bagi pengukuhan Bundo Kanduang DPW IKM Riau, yang merupakan simbol kekuatan budaya dan kemitraan dalam Key Discussion.

Program Prioritas dan Infrastruktur Strategis

Key Discussion di Riau kali ini juga menjadi kesempatan untuk merumuskan program prioritas IKM. Andre Rosiade, yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, menyoroti pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru sebagai salah satu proyek utama yang akan mendukung mobilitas dan ekonomi masyarakat Minang. Ia menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi bagian dari diskusi strategis IKM dalam mempercepat pertumbuhan wilayah. Selain itu, perhatian IKM juga tertuju pada pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatera, yang diharapkan menjadi sarana integrasi antar daerah serta memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi.

“Key Discussion ini memberikan momentum untuk menggali potensi perantau Minang sebagai faktor penggerak pembangunan Riau,” ujar Syahrial Abdi, yang mewakili Gubernur dalam acara pelantikan. Ia menambahkan bahwa keberadaan DPD IKM di seluruh kabupaten dan kota adalah langkah konkret dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Momen Budaya dalam Key Discussion

Sebagai bagian dari Key Discussion, acara pelantikan ini juga ditutup dengan tradisi budaya yang mencerminkan kekhasan masyarakat Minang. Tambua tasa dan tari pasambahan menjadi puncak kegiatan, menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya. Ketua DPW IKM Riau, Suhatmansyah, mengatakan bahwa pelantikan pengurus baru merupakan bentuk pengukuhan identitas keluarga besar Minang yang menjaga keharmonisan antar komunitas. Ia menekankan bahwa Key Discussion ini menjadi sarana untuk membangun kemitraan yang lebih kuat antar daerah.

“Melalui Key Discussion, kita ingin memastikan bahwa masyarakat Minang di Riau memiliki jaringan yang solid dan siap berkontribusi maksimal. Ini adalah langkah penting dalam memperkuat ikatan antar generasi dan membangun masyarakat yang inklusif,” tutur Suhatmansyah.

Acara Key Discussion ini juga membahas rencana pengembangan infrastruktur lainnya, seperti Tol Sicincin-Bukittinggi yang akan selesai pada awal 2027 dengan investasi hingga Rp29 triliun. Tol tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menghubungkan Riau dengan Sumatra Barat secara lebih efisien. Andre Rosiade berharap proyek ini bisa menjadi bagian dari Key Discussion dalam menyelesaikan tantangan transportasi dan menumbuhkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Komitmen untuk Keberlanjutan Organisasi

Key Discussion yang digelar di Pekanbaru juga menyoroti pentingnya keberlanjutan organisasi IKM. Pengurus baru diharapkan menjadi penggerak dalam berbagai program sosial, ekonomi, dan budaya. Rencana pengembangan kemitraan antar kabupaten/kota menjadi fokus utama, terutama untuk memastikan bahwa keberhasilan IKM tidak hanya terbatas pada satu wilayah. Dengan adanya DPD IKM di 7 kabupaten/kota, organisasi ini akan memiliki kemampuan yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam kebijakan lokal dan nasional.

“Key Discussion ini adalah langkah awal dari upaya jangka panjang. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Minang di Riau memiliki platform yang kuat untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan membantu menjaga keharmonisan antar komunitas,” ujar Andre Rosiade dalam Key Discussion.

Key Discussion di Riau juga menjadi ajang untuk meninjau proyek yang sedang berlangsung, seperti pembangunan rumah sakit, pusat pendidikan, dan program sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup perantau Minang. Dengan adanya pengurus baru, IKM diharapkan bisa memberikan dampak yang lebih nyata dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Selain itu, Key Discussion ini memperkuat komitmen untuk menjaga kebersamaan dan keberlanjutan hubungan antar daerah, terutama dalam menghadapi tantangan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *