Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Key Discussion: Kak Seto: Kita Perlu Ajak Anak Kembali Cintai Permainan Tradisional

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kak Seto: Key Discussion tentang Pentingnya Permainan Tradisional dalam Pembentukan Karakter Anak Key Discussion di acara peringatan Hari Anak Nasional ke-42

Key Discussion: Kak Seto: Kita Perlu Ajak Anak Kembali Cintai Permainan Tradisional

Kak Seto: Key Discussion tentang Pentingnya Permainan Tradisional dalam Pembentukan Karakter Anak

Key Discussion di acara peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 di Balai Kota Jakarta Pusat menyoroti peran penting permainan tradisional dalam membentuk kepribadian anak. Kak Seto Mulyadi, ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), mengungkapkan bahwa keberadaan permainan lokal seperti egrang, engklek, balap karung, dan lompat tali tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan yang tidak tergantikan. Dalam Key Discussion, ia menegaskan bahwa permainan tradisional membantu anak merasakan kebersamaan, rasa saling menghargai, serta melatih keterampilan sosial yang vital bagi pertumbuhan sehat.

Nilai Pendidikan yang Terkandung dalam Permainan Tradisional

Key Discussion mengungkap bahwa permainan tradisional mengandung berbagai nilai pendidikan yang menunjang perkembangan anak secara holistik. Kak Seto menekankan bahwa permainan seperti gobak sodor dan sedotan karet mendorong anak belajar sportivitas, kejujuran, dan kerja sama. “Dalam permainan ini, anak-anak belajar untuk saling menghormati, memahami aturan, dan menyelesaikan konflik secara sehat,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa aktivitas bermain tradisional berkontribusi pada peningkatan kecerdasan emosional dan kreativitas, yang sering kali terabaikan dalam era digital yang serba cepat.

“Permainan tradisional seperti egrang, engklek, congklak, balap karung, gobak sodor, lompat tali, dan sedotan karet bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menanamkan rasa kebersamaan, sportivitas, kejujuran, kerja sama, disiplin, kreativitas, serta rasa saling menghargai.”

Permainan Tradisional sebagai Bentuk Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Key Discussion menggarisbawahi bahwa proses belajar melalui permainan tradisional lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Kak Seto menjelaskan bahwa anak-anak membutuhkan ruang aman untuk bereksplorasi, berinteraksi, dan membangun kemampuan sosial melalui permainan. “Dalam Key Discussion, saya ingin menyampaikan bahwa bermain adalah bagian dari hak anak dan menjadi bentuk pembelajaran yang menyenangkan,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa permainan tradisional memberikan pengalaman langsung, seperti membangun kepercayaan antar sesama, yang tidak bisa digantikan oleh media elektronik.

Kontribusi Permainan Tradisional terhadap Kesehatan Mental Anak

Key Discussion juga membahas dampak positif permainan tradisional terhadap kesehatan mental anak. Kak Seto menyebutkan bahwa aktivitas bermain ini mampu mengurangi stres dan kecemasan, terutama di tengah ketatnya persaingan sekolah dan tekanan sosial. “Ketika anak bermain dengan penuh semangat, mereka merasa lebih bahagia dan percaya diri,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa permainan tradisional mendorong anak menjadi lebih mandiri, karena mereka harus menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan secara mandiri, sehingga memperkuat daya tahan emosional mereka.

Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam Membangun Ruang Bermain yang Nyaman

Key Discussion menyoroti peran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pengembangan ruang bermain tradisional. Kak Seto mengapresiasi pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang memberikan akses ke permainan lokal. “Kehadiran RPTRA menunjukkan bahwa pemerintah mengakui pentingnya permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan anak-anak Jakarta,” kata Kak Seto. Ia berharap lebih banyak kota lain dapat meniru inisiatif DKI Jakarta dalam menjaga keberlanjutan budaya bermain anak.

Strategi Membangkitkan Minat Anak terhadap Permainan Tradisional

Key Discussion memberikan beberapa strategi untuk membangkitkan kembali minat anak terhadap permainan tradisional. Menurut Kak Seto, pendekatan yang tepat adalah melibatkan orang tua dan pendidik dalam menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas ini. “Orang tua harus menjadi pengawas dan penginspirasi agar anak tetap merasa nyaman bermain di luar rumah,” ujarnya. Ia juga menyarankan sekolah dan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan bermain tradisional sebagai bagian dari kurikulum atau acara sosial. Dengan Key Discussion ini, Kak Seto berharap masyarakat lebih sadar akan manfaat permainan tradisional dalam membentuk generasi yang tangguh dan memiliki nilai budaya yang kuat.

Dalam Key Discussion, Kak Seto menekankan bahwa permainan tradisional bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga relevan dalam masa kini. Dengan memperkenalkan kembali permainan seperti congklak atau sedotan karet, anak-anak bisa merasakan kebersamaan dan kejujuran yang sering terlewat dalam kehidupan modern. Ia menutup Key Discussion dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat nilai-nilai yang diwariskan oleh permainan tradisional, agar anak-anak tidak kehilangan makna bermain yang utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *