Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Kisah Dana di DIY: Lulus Kuliah Berkat Bengkel Motor, Kini Buka Lapangan Kerja

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kini, Bengkel Bebek Restorasi yang dikelola oleh Dana Brata Fitriawan Kusuma telah berkembang menjadi tempat yang mempekerjakan lima orang karyawan. Lokasinya

Kisah Dana di DIY: Lulus Kuliah Berkat Bengkel Motor, Kini Buka Lapangan Kerja

Dana Brata Fitriawan Kusuma: Dari Bengkel Garasi Kecil Menuju Peluang Kerja untuk Banyak Orang

Kabarnusantaraku.com – Kini, Bengkel Bebek Restorasi yang dikelola oleh Dana Brata Fitriawan Kusuma telah berkembang menjadi tempat yang mempekerjakan lima orang karyawan. Lokasinya berada di Kalurahan Sidoarum, tepatnya di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Usaha yang awalnya hanya memanfaatkan garasi rumah berukuran 4×5 meter ini kini melayani pelanggan dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan dan Riau.

Awal Mula yang Sederhana

Dana memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2018 saat masih menjadi siswa di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Saat itu, ia hanya memiliki ruang kecil di samping rumah sebagai tempat bekerja. “Dulu tempat bengkel ini hanya berukuran 4×5 meter. Hanya garasi kecil di samping rumah yang saya bangun pelan-pelan, saya besarkan pelan-pelan supaya cukup muat untuk restorasi banyak motor,” kenangnya saat ditemui di bengkelnya, Kamis (30/7).

Pelanggan pertama yang datang adalah anggota keluarganya sendiri. Seiring waktu, layanan ini dikenal melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. “Pertama kali motor saudara, kemudian merambah ke motor teman. Dari teman terus ke temannya lagi, jadi mulai dari mulut ke mulut,” jelasnya.

Motivasi dari Sang Ibu

Dana, yang kini berusia 24 tahun, merupakan lulusan Teknik Manufaktur Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada tahun 2021. Sayang, di tahun yang sama ia kehilangan ibunya akibat pandemi. Keinginan untuk menyelesaikan kuliah menjadi pesan yang selalu diingatnya dari sang ibu.

“Ceritanya ya sebuah perjuangan bagi saya bisa kuliah sambil turut menjalankan bengkel ini. Itu sebuah pesan dari almarhum Ibu. Bahwa saya ketika lulus SMK, dengan hobi saya yang menekuni otomotif ini, ibu itu risau, kalau anaknya terlena dengan kesenangannya terus kemudian melupakan cita-cita yang digantungkan oleh almarhum Ibu untuk kuliah,” katanya.

Dia menambahkan, “Dan di situ, di tahun 2021 saya kehilangan almarhum Ibu karena pandemi, sehingga saya pada waktu itu bertekad kuliah saya harus selesai.”

Membiayai Diri Sendiri

Selama menempuh pendidikan, Dana tidak pernah meminta bantuan finansial kepada ayahnya. “Saya tidak pernah meminta uang sepeser pun (kepada bapak saya) untuk urusan kuliah, selama saya menjalani pendidikan kuliah,” tegasnya. Bahkan, skripsinya mengangkat tema perancangan produk otomotif yang masih berkaitan erat dengan dunia perbengkelan.

Ilmu perbengkelan yang dimilikinya diperoleh dari sang ayah. Dengan modal sendiri, ia memilih fokus pada restorasi motor lawas karena sesuai dengan hobinya sekaligus melihat peluang pasar yang terus berkembang.

Tantangan dan Proses Kerja

Salah satu kendala terbesar dalam merestorasi motor-motor klasik adalah kesulitan menemukan suku cadang asli yang sudah tidak lagi diproduksi. “Karena mengingat spare part-spare part motor ini sudah mulai stop produksi, sudah tidak ada di pasaran lagi. Jadi mulai hunting barang-barang yang ori itu cukup mahal dan susah,” ujarnya.

Proses restorasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup mesin, kelistrikan, hingga baut-baut kendaraan. “Semua komponen unit ini kita bongkar semua, termasuk baut-baut, mesin, kelistrikan, semua komponen kita treatment ulang,” jelasnya.

Setiap unit motor membutuhkan waktu pengerjaan minimal satu bulan dengan biaya mulai dari Rp10 juta, termasuk jasa dan suku cadang. Saat ini, bengkel tersebut hanya mampu menangani empat hingga lima unit per bulan melalui sistem reservasi booking.

Mimpi ke Depan

Sebuah sepeda motor Honda Astrea Grand berwarna hijau yang tampak mengilap seperti baru keluar dari pabrik menjadi salah satu contoh hasil restorasi terbaik dari bengkel ini.

“Alhamdulillah untuk saat ini bisa membuka lapangan pekerjaan,” katanya dengan bangga.

Ke depannya, Dana berharap usahanya terus berkembang agar dapat menjangkau lebih banyak penghobi motor lawas sekaligus membuka lapangan pekerjaan. “Ke depan harapannya bengkel ini lebih bermanfaat, lebih besar, bisa menjangkau para kebutuhan penghobi motor-motor lawas, dan juga dapat membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan seprofesional mungkin,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *