Skip to content
Yellow Desk
Agustus 1, 2026
Kumparannews

LPDB Koperasi Perkuat Inkubasi di Papua, Dorong KDKMP Naik Kelas

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan ekosistem koperasi di wilayah Papua. Melalui serangkaian

LPDB Koperasi Perkuat Inkubasi di Papua, Dorong KDKMP Naik Kelas

LPDB Koperasi Perkuat Inkubasi di Papua, Dorong KDKMP Naik Kelas

Kabarnusantaraku.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan ekosistem koperasi di wilayah Papua. Melalui serangkaian program inkubasi, pendampingan intensif, serta penyaluran dana bergulir, lembaga ini berupaya meningkatkan kualitas Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong koperasi menjadi entitas ekonomi yang profesional dan bankable di kawasan timur Indonesia.

Kegiatan pelatihan inkubasi tenant KDKMP yang diselenggarakan di Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Kota Jayapura, pada Jumat (31/7) menjadi bukti nyata dari upaya tersebut. Sebanyak 15 tenant KDKMP dari berbagai sektor riil mengikuti program yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, tata kelola, perencanaan bisnis, serta kesiapan koperasi dalam mengakses pembiayaan. Kolaborasi antara LPDB Koperasi dengan universitas lokal ini menjadi fondasi penting dalam membangun koperasi yang berkelanjutan.

Kehadiran para pejabat dan pimpinan institusi dalam acara tersebut menunjukkan tingkat kepentingan yang tinggi. Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, Pejabat Fungsional Dinas Perindagkop UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Antonius Indarto Wibowo, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Ottow Geissler Papua Meiske Murni Nurbintan Sihombing, serta Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua Moses Yomunga hadir memberikan arahan dan dukungan penuh terhadap program ini.

Inkubasi sebagai Fondasi Pertumbuhan Koperasi

Deva Rachman menekankan bahwa program inkubasi bukan sekadar serangkaian pelatihan biasa, melainkan proses strategis untuk membangun fondasi koperasi yang kokoh. Tujuannya adalah menciptakan lembaga ekonomi yang sehat, profesional, dan memiliki akses terhadap pembiayaan yang memadai. Dengan pendekatan holistik, koperasi diharapkan mampu tumbuh menjadi penggerak ekonomi masyarakat di daerahnya.

Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi. Kami ingin KDKMP di Papua menjadi koperasi yang sehat, unggul, bankable, dan mampu naik kelas sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di daerahnya.

Menurut Deva, LPDB Koperasi memiliki tiga fokus utama yang saling terhubung, yakni penyaluran pembiayaan, pendampingan, dan inkubasi koperasi. Ketiga program tersebut dirancang sebagai satu ekosistem yang memastikan koperasi tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial dan bisnis yang kuat. Papua sendiri memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, hingga pariwisata berbasis kearifan lokal.

Kolaborasi dengan Universitas Ottow Geissler Papua

Moses Yomunga, sebagai Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan LPDB Koperasi. Tahun ini, universitas fokus menginkubasi 15 KDKMP yang bergerak di sektor riil dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan koperasi. Mulai dari tata kelola, rencana bisnis, pembukuan, hingga akses pembiayaan, semua aspek diperhatikan secara mendalam.

Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan LPDB Koperasi. Tahun ini kami fokus menginkubasi 15 KDKMP yang bergerak di sektor riil. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi, mulai dari tata kelola, rencana bisnis, pembukuan, hingga akses pembiayaan. Kehadiran LPDB memberikan pencerahan bahwa koperasi memiliki peluang untuk berkembang dan memperoleh pembiayaan apabila dipersiapkan dengan baik.

Program inkubasi menjadi sangat penting karena sebagian besar pengurus KDKMP masih membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan usaha, manajemen keuangan, dan pengembangan bisnis koperasi. Moses berharap program tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi pendampingan jangka panjang. Ia optimistis 15 koperasi peserta inkubasi dapat menjadi model pengembangan KDKMP di Papua.

Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi yang luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan agar koperasi benar-benar mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari sisi peserta, Sekretaris KDKMP Kampung Nendali, Kabupaten Jayapura, Erick Kawali mengaku kehadiran LPDB Koperasi memberikan jawaban atas berbagai keraguan yang selama ini dirasakan pengurus koperasi dalam menjalankan program KDKMP. Ia mengatakan bahwa sebelumnya banyak pengurus koperasi yang masih mempertanyakan bagaimana koperasi dapat berkembang dan memperoleh pembiayaan. Dengan adanya program inkubasi ini, mereka merasa lebih percaya diri untuk melanjutkan pengembangan koperasi di wilayah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *