Main Agenda: Andre Rosiade Dorong Pembangunan Pekanbaru Melalui CSR dan KPBU
Main Agenda menjadi tema utama kunjungan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dan Ketua DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, ke Kota Pekanbaru, Riau, pada Jumat (19/6). Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Markarius Anwar, serta Plh Sekretaris Daerah Syamsuir, yang turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam mempercepat progres pembangunan daerah. Dalam pertemuan tersebut, Andre Rosiade secara aktif menegaskan peran Main Agenda dalam menghubungkan kebijakan nasional dengan kebutuhan lokal.
Kehadiran Andre Rosiade tidak hanya sebagai bentuk silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya konkret untuk menyediakan solusi bagi Pekanbaru. Ia langsung bergerak dalam menindaklanjuti beberapa kebutuhan yang disampaikan Pemko Pekanbaru, termasuk bantuan teknis dan koordinasi dengan perusahaan besar. Menurut Andre, sebagai anggota DPR, fokus utama adalah memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari berbagai program nasional, terutama melalui Main Agenda yang memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif.
“Meskipun Pekanbaru bukan daerah pemilihan saya, Main Agenda menjadi momentum untuk memperjuangkan kebutuhan warga. Insya Allah, beberapa program yang disebutkan Pak Wali Kota akan segera dikerjakan,” ujarnya.
Andre Rosiade menyebutkan bahwa telah menghubungi sejumlah pimpinan BUMN untuk mendukung proyek strategis Pekanbaru. Contohnya, Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan memberikan bantuan komputer kepada SD Negeri 168, sementara Bank Mandiri menangani pemasangan videotron di area kota. Selain itu, PHR juga terlibat dalam revitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menjadi prioritas pembangunan. Menurutnya, skema CSR dan KPBU bisa menjadi alat efektif untuk mendorong Main Agenda dalam pembangunan daerah.
Dalam diskusi, Andre Rosiade mendorong Pemko Pekanbaru memanfaatkan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) untuk mengakselerasi proyek infrastruktur. Menurutnya, skema ini telah berhasil diaplikasikan di Sumatera Barat, seperti pembangunan Flyover Sitinjau Lauik senilai Rp2,8 triliun oleh PT Hutama Karya. “Main Agenda dalam percepatan pembangunan tidak harus bergantung sepenuhnya pada APBD. Banyak instrumen yang bisa digunakan, seperti KPBU, jika ada komunikasi dan perencanaan yang tepat,” jelas Andre.
Kolaborasi BUMN dan Pemko Pekanbaru
Kunjungan Andre Rosiade ke Pekanbaru menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah. Ia mengapresiasi respons cepat Pemko Pekanbaru dalam menyampaikan kebutuhan, seperti pemeliharaan jalan rusak dan penanganan banjir, yang langsung direspons oleh pihak DPR. Menurut Andre, Main Agenda memastikan bahwa proyek-proyek strategis tidak hanya berjalan secara terpisah, tetapi saling melengkapi.
Pemko Pekanbaru menilai dukungan dari Andre Rosiade sebagai anggota DPR sangat berarti dalam menghadirkan sumber daya dan pengalaman yang bisa dijadikan referensi. Wali Kota Agung Nugroho menambahkan bahwa skema KPBU dan CSR menjadi pilar utama dalam mempercepat pembangunan. “Kerja sama seperti ini menunjukkan bahwa Main Agenda bisa menciptakan sinergi yang lebih optimal antara pusat dan daerah,” terang Agung.
Di sisi lain, Andre Rosiade juga memaparkan pengalaman dalam memperjuangkan anggaran pembangunan di Sumatera Barat, termasuk dana rehabilitasi pascabencana, proyek SPAM, jalan daerah, dan pengembangan infrastruktur lainnya. Ia berharap pengalaman tersebut bisa menjadi contoh untuk Pemko Pekanbaru dalam merancang strategi pembangunan yang berkelanjutan. “Melalui Main Agenda, kita bisa menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih kuat,” tuturnya.
Hasil diskusi tersebut diharapkan bisa segera diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pekanbaru. Andre Rosiade menegaskan bahwa Main Agenda bukan hanya sekadar agenda, tetapi langkah nyata untuk mempercepat proyek yang berdampak langsung. “Dengan sinergi ini, Pekanbaru bisa menjadi contoh daerah yang berkomitmen dalam pembangunan,” tambahnya.
Komitmen untuk percepatan pembangunan juga disampaikan oleh Wali Kota Agung Nugroho, yang menilai pendekatan ini sangat strategis. Ia menyatakan bahwa pemanfaatan CSR dan KPBU bisa menjadi jembatan antara kebijakan nasional dan kebutuhan daerah. “Kita perlu memanfaatkan seluruh potensi yang ada, dan Main Agenda membantu mengkoordinasikan itu,” ujarnya.
