Massa Gelar Aksi Bela Palestina di Patung Kuda, Jalan Merdeka Selatan Ditutup
Kabarnusantaraku.com – Massa Gelar Aksi Bela Palestina di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, menyebabkan penutupan sementara jalur lalu lintas. Rute yang menghubungkan area Gambir menuju monumen dan sebaliknya ditutup untuk kendaraan sejak pagi hari. Aksi solidaritas ini berlangsung pada hari Minggu, 26 Juli, dengan tema “Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam” yang menjadi semangat utama para peserta yang hadir.
Kehadiran massa terus bertambah seiring berjalannya waktu. Mereka datang sejak pagi dengan membawa berbagai atribut yang menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Peserta terlihat mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Palestina secara bersamaan sebagai simbol solidaritas. Beberapa poster dengan pesan-pesan kuat juga dibawa, termasuk tulisan “Gugat Penjahat Kemanusiaan” serta “Forgive Us Gaza” yang mencerminkan harapan mereka.
Di tengah lokasi aksi, sebuah panggung telah disiapkan untuk para pembicara. Salah satu orator menyampaikan pesan bahwa Indonesia tidak pernah berdiam diri meskipun banyak negara lain yang pasif. “Kita ingin membuktikan bahwa Indonesia tidak pernah diam, walau banyak negara-negara yang diam, tapi Indonesia tidak diam,” ujarnya dari atas panggung dengan penuh semangat.
Pesan Mendalam dari Aktivis Kemanusiaan
Muhammad Husein Gaza, seorang aktivis kemanusiaan, hadir memberikan orasi yang menyentuh hati para peserta. Ia menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk tuntutan kepada pemerintah Indonesia dan dunia internasional untuk mengambil tindakan nyata terkait situasi di Palestina. Menurut Husein, kekerasan terhadap warga Palestina masih terus berlanjut, sehingga gerakan solidaritas harus tetap berjalan tanpa henti.
Genosida, ternyata belum berhenti. Pembantaian masih terjadi, maka aksi kita akan terus terjadi, akan terus berjalan. Takbir! Allahu Akbar! Saudara-saudaraku yang hadir pada pagi hari ini. Betapa ini sebuah kebanggaan bagi Indonesia dan dunia. Kalian adalah sisa-sisa kehormatan. Yang masih berjuang berdiri tegak. Di mana mayoritas kita sudah mulai lelah, mulai lesu, mulai bosan berjuang,
Aktivis tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan aksi di luar, tetapi juga melalui peran sehari-hari. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak diukur dari jumlah peserta atau total donasi, melainkan dari konsistensi ibadah dan kepedulian terhadap Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Maka dari itu saya ingatkan lagi, barometer kesuksesan kita, dalam aksi hari ini, bukan seberapa banyak yang hadir. Bukan seberapa banyak donasi yang terkumpul,
Husein menambahkan bahwa perjuangan membela Masjidil Aqsha harus dimulai dari lingkungan terdekat. Ia menegaskan bahwa kebebasan Masjidil Aqsha bergantung pada bagaimana kita memaknai masjid-masjid di sekitar kita. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh umat Islam untuk tidak melupakan tanggung jawab mereka terhadap tempat-tempat suci.
Maka tidak akan pernah kita bebaskan Masjidil Aqsha, kalau kita gagal, membebaskan masjid-masjid di sekitar kita, dari kekosongan dan kesunyian. Maka dari itu saya tegaskan lagi, bahwa, bukti keseriusan kita memperjuangkan Baitul Maqdis, bukanlah ketika kita datang dengan aksi seperti ini. Tapi ketika kaki kita melangkah setiap salat lima waktu, memenuhi masjid-masjid di sekitar kita, maka itu adalah puncak tertinggi sebuah perjuangan untuk Baitul Maqdis,
Sebelum menutup orasinya, Husein menyampaikan duka dari Gaza dan mengajak para hadirin untuk menahan air mata di tempat. Ia menyarankan agar tangisan ditumpahkan pada sepertiga malam sebagai bentuk refleksi atas kelemahan kita. Pesan ini menjadi penutup yang menyentuh hati bagi seluruh peserta aksi.
Dan hari ini, berbangga lah karena kalian, karena kita, menjadi bagian dari orang-orang yang sedikit itu. Saya menyampaikan duka dari Gaza, saya menyampaikan kabar dari Gaza. Bukan untuk agar kita hari ini, menumpahkan air mata kita. Tahan! Tahan air mata kalian, jangan ditumpahkan di sini. Tumpahkanlah di sepertiga malam. Menangislah, menangislah akan kelemahan kita,
Aksi Massa Gelar Aksi Bela Palestina ini menunjukkan bahwa solidaritas Indonesia terhadap Palestina masih kuat. Dengan adanya penutupan Jalan Merdeka Selatan, aksi ini juga menjadi perhatian publik terhadap situasi yang terjadi di Palestina. Para peserta berharap bahwa aksi ini dapat menjadi langkah awal untuk perubahan yang lebih baik bagi rakyat Palestina.
