Mendikdasmen Distribusikan 5,5 Juta Buku SD-SMP
Kabarnusantaraku.com – Mendikdasmen Distribusikan 5 5 Juta Buku sebagai upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan budaya baca di Indonesia. Program distribusi buku ini resmi diluncurkan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada hari Jumat, 31 Juli 2025. Acara yang diselenggarakan di gedung PT Pura Barutama dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Dalam kesempatan tersebut, beliau meresmikan penyaluran lebih dari lima setengah juta buku berkualitas untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama di seluruh nusantara.
Langkah besar ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi pendidikan bangsa. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tujuan utama distribusi ini adalah menciptakan generasi yang melek huruf dan memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas. Ia juga menyoroti data historis dari UNESCO yang menunjukkan rendahnya minat baca anak Indonesia, yakni hanya 0,001 atau satu dari seribu anak. Angka ini tentu menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi melalui berbagai program literasi.
“Artinya, dari seribu anak hanya ada satu anak yang gemar membaca. Tetapi angka itu merupakan hasil survei lama dari UNESCO. Saya yakin sekarang kondisinya sudah membaik,” ujar Abdul Mu’ti dengan penuh optimisme.
Tiga Pilar Peningkatan Literasi dan Numerasi
Menteri Abdul Mu’ti menekankan bahwa kemampuan membaca dan berhitung adalah dasar penting bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak dini. Beliau menguraikan tiga strategi utama yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pertama, mengenalkan buku kepada anak-anak sejak usia dini untuk menumbuhkan minat baca. Anak-anak disarankan mulai memegang buku, bahkan jika itu berarti menggunakan buku bergambar dengan teks yang minim.
Kedua, membiasakan kegiatan membaca sejak taman kanak-kanak melalui metode bermain sambil belajar mengenal huruf. Pendekatan ini harus didukung oleh ketersediaan bahan bacaan yang cukup di lingkungan sekolah maupun rumah. Ketiga, penguatan pembelajaran melalui pendekatan deep learning. Fokusnya bukan pada kuantitas materi, melainkan kualitas pemahaman. Siswa tidak hanya ditugaskan menjawab soal, tetapi juga membaca buku atau melakukan penulisan sederhana.
Proses belajar mengajar harus berlangsung secara menyenangkan agar anak-anak tertarik. Dengan demikian, Mendikdasmen Distribusikan 5 5 Juta Buku ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.
Kontribusi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa peluncuran jutaan buku ini sejalan dengan amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Program ini juga mendukung visi Kemendikdasmen serta Astacita Presiden Prabowo Subianto. Hafidz menambahkan bahwa peningkatan literasi merupakan tugas utama badannya. Upaya tersebut mencakup penyusunan bahan bacaan berkualitas, pencetakan buku, serta pendampingan dalam pemanfaatan buku di sekolah-sekolah.
“Kami menyusun bahan bacaan bermutu, mencetak buku bermutu, serta melakukan pendampingan dalam pemanfaatannya,” jelas Hafidz.
Program ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga pada kualitas materi pembelajaran yang tersedia bagi siswa. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka melalui buku-buku berkualitas.
Detail Distribusi dan Anggaran Program
Berdasarkan data resmi Kemendikdasmen, total buku yang akan disalurkan mencapai 5.538.300 eksemplar. Rinciannya meliputi 3.688.800 buku untuk tingkat SD dan 1.849.500 buku untuk SMP. Program ini menggunakan anggaran sebesar Rp 40.657.715.000. Buku-buku tersebut akan disalurkan ke 18.444 sekolah dasar dan 6.165 sekolah menengah pertama di seluruh Indonesia.
Setiap SD akan menerima 200 buku yang terdiri dari 100 judul berbeda dengan masing-masing dua eksemplar. Sementara itu, setiap SMP akan mendapatkan 300 buku yang terdiri dari 100 judul dengan masing-masing tiga eksemplar. Hal ini memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses yang cukup terhadap berbagai jenis buku bacaan.
“Pemanfaatan buku bacaan bermutu ini semoga dari hulu hingga hilir dapat memberikan manfaat yang nyata,” tutup Hafidz.
Presiden Direktur PT Pura Barutama, Bambang Handoko, menyampaikan apresiasi atas dukungan terhadap program ini. Ia menilai bahwa distribusi buku merupakan langkah konkret dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan kompetitif. PT Pura Barutama, atau yang dikenal sebagai Pura Group, merupakan salah satu konglomerat manufaktur swasta terbesar di Indonesia dengan pusat operasi di Kudus.
“Membaca merupakan fondasi untuk membangun budaya yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Semoga manfaat membaca dapat dirasakan hingga ke pelosok sekolah,” kata Bambang Handoko.
Dengan program distribusi buku yang masif ini, diharapkan budaya baca di Indonesia akan terus meningkat. Mendikdasmen Distribusikan 5 5 Juta Buku sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan nasional yang lebih baik dan berkualitas tinggi.
