Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Misteri Kematian Sutrimo: Cerita Saksi dan Temuan Olah TKP Kedua

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Proses investigasi terhadap kematian Sutrimo masih terus berlangsung. Pria yang diyakini sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) bekas Jampidsus Kejagung

Misteri Kematian Sutrimo: Cerita Saksi dan Temuan Olah TKP Kedua

Misteri Kematian Sutrimo: Saksi Mengungkap Detail dan Hasil Olah TKP Kedua

Kabarnusantaraku.com – Proses investigasi terhadap kematian Sutrimo masih terus berlangsung. Pria yang diyakini sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) bekas Jampidsus Kejagung, terkait dengan kasus Febrie Adriansyah ini, ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Awalnya, jenazah ditemukan di halaman Mordent Aesthetic Clinic yang berlokasi di Jalan Kramat Pela Nomor 208, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 23 Juli. Setelah dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Sutrimo dinyatakan meninggal dunia.

Penjelasan Saksi Mata: Deni, Tukang Parkir Lokal

Deni, seorang tukang parkir yang biasa bekerja di sekitar klinik kecantikan tersebut, menjadi salah satu saksi yang melihat kondisi jenazah sebelum dievakuasi. Saat ditanya apakah ia membantu proses evakuasi, Deni menjawab bahwa ia hanya berada di taman dekat klinik.

“Enggak, cuma di sini aja saya, tuh, di taman. Tempat duduk,” kata Deni saat ditemui di lokasi pada Senin (27/7).

Menurut pengakuannya, jenazah sudah berada di halaman dalam yang dipagari saat ia melihatnya. Posisi tubuh korban telentang dan telah ditutupi sprei. Deni juga menyebutkan adanya busa pada wajah korban, namun ia tidak bisa memastikan apakah berasal dari hidung atau mulut karena melihat dari jarak jauh.

“Berbusa dari hidung aja apa dari mulut kali, ya? Enggak tahu soalnya dari jauh. Kan nggak ini, nggak dari nggak tahu dari mulut apa dari hidung,” ucapnya.

Deni tidak mengetahui siapa yang pertama kali menemukan korban. Ia yakin orang-orang di sekitar jenazah bukan warga setempat karena warga lokal pasti mengenalnya.

“Bukan, bukan. Kalau warga, kalau warga sini pastinya tahu tuh, pasti kenal kalau warga sini gitu,” jelasnya.

Saksi ini mengaku baru sadar ada kejadian setelah bangun tidur pukul 08.00 WIB. Saat itu, lokasi sudah ramai dikunjungi orang-orang.

“Saya bangun tidur aja jam 8, tahu tahu sudah banyak orang. Awal awalnya nggak tahu,” ujarnya.

Status TKP dan Hasil Olah Bukti

Pada Senin pagi tanggal 27 Juli, garis polisi masih terpasang di Mordent Aesthetic Clinic. Garis tersebut membentang dari gagang pintu masuk hingga gerbang hitam di bagian depan klinik. Area sekitar tampak sepi dan pintu masuk masih tertutup rapat.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah menyelesaikan olah TKP lanjutan di lokasi tersebut. Sejumlah personel Puslabfor bersama penyidik Polres Metro Jakarta Selatan terlihat keluar dari area klinik sekitar sore hari. Mereka membawa empat paper bag yang diduga berisi barang bukti hasil pemeriksaan.

Kasubnit 1 Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Roby Pasha, belum memberikan penjelasan rinci mengenai temuan tersebut. Ia menyarankan untuk menghubungi Kabid Humas atau pimpinan untuk informasi lebih lanjut.

“Ini masih dalam tahap penyelidikan, nanti ke Kabid Humas aja ya atau pimpinan kami yang menjelaskan,” kata Roby saat ditemui di lokasi.

Saat ditanya tujuan barang bukti, Roby menjawab singkat bahwa semuanya akan dibawa ke Labfor.

Di lokasi, terlihat sebuah plastik transparan yang diduga berisi barang-barang dari olah TKP pertama pada Minggu (26/7). Di dalamnya tampak sebuah bantal berwarna hijau. Selain itu, terlihat pula se

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *