New Policy: KDM Salurkan Santunan Rp 25 Juta ke Keluarga Korban Kecelakaan Tamu Kawinan
New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang baru diterapkan, KDM (Kepala Daerah Mandiri) resmi menyalurkan santunan sebesar Rp 25 juta kepada keluarga korban kecelakaan yang terjadi di Pantura, Kabupaten Indramayu. Kecelakaan tragis ini menimpa rombongan pengantin yang menggunakan mobil pikap, menewaskan 12 orang dan melukai 6 orang lainnya. Pengumuman santunan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melakukan kunjungan ke Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, pada Selasa (14/7) lalu. New Policy ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan bantuan langsung kepada korban musibah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan transportasi.
Penyaluran Santunan Sebagai Bentuk Dukungan Sosial
Penggunaan New Policy dalam penyaluran santunan ini diharapkan menjadi contoh terbaik bagaimana kebijakan lokal dapat memberikan dampak nyata di tengah situasi krisis. Santunan yang disalurkan oleh KDM tidak hanya berupa dana, tetapi juga simbol dukungan moral kepada para keluarga yang kehilangan anggota keluarga. Kecelakaan yang terjadi pada Minggu (12/7) lalu menjadi momentum penting bagi penerapan New Policy ini, yang menekankan transparansi, kecepatan, dan akuntabilitas dalam distribusi bantuan.
Dedi Mulyadi, dalam kunjungannya ke Desa Cempeh, menyampaikan belasungkawa dan menjelaskan bahwa New Policy ini merupakan respons cepat dari pemerintah daerah untuk mengurangi beban ekonomi keluarga korban. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan diterapkan secara rutin jika terjadi kecelakaan serupa di masa depan. “Dengan New Policy ini, kita dapat memastikan bantuan tiba tepat waktu dan tepat sasaran,” kata gubernur dalam wawancara di lokasi kejadian.
Proses penyaluran santunan berjalan lancar, dengan keluarga korban yang merasa terbantu. Ibu Warsem, perwakilan dari keluarga yang kehilangan dua anggota, mengungkapkan rasa syukurnya terhadap bantuan yang diberikan. “Ya merasa terbantu, terus meringankan keluarga korban. Banyak-banyak terima kasih kepada Pak Dedi saya ucapkan, atas perwakilan korban saya banyak ucapkan terima kasih,” ujar Ibu Warsem dalam wawancara eksklusif.
Penyebab Kecelakaan dan Upaya Preventif
Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil pikap Daihatsu Gran Max, truk Hino Box, dan Mitsubishi loss bak ini terjadi akibat kurangnya pengawasan terhadap penggunaan kendaraan umum untuk angkutan orang. Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa New Policy tidak hanya fokus pada distribusi bantuan, tetapi juga bertujuan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. “KIR harus memenuhi syarat administratif dan teknis, bukan hanya secara administratif saja,” tambah gubernur, menyoroti perlunya pemeriksaan lebih ketat terhadap kelayakan kendaraan.
Dalam New Policy ini, KDM menggandeng instansi terkait untuk memastikan kebijakan berjalan efektif. Program santunan yang diusulkan sebagai bagian dari New Policy ini juga mencakup peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam transportasi. “Kita harus lebih berhati-hati dan tidak menggunakan mobil pikap untuk angkutan orang, karena peruntukannya adalah untuk barang,” kata Dedi Mulyadi, mengingatkan masyarakat tentang kesalahan penggunaan kendaraan.
Kelompok korban kecelakaan yang ditinggalkan oleh kejadian ini berharap New Policy ini dapat menjadi rujukan untuk kebijakan serupa di daerah lain. “Kita sangat terharu dengan bantuan yang diberikan. Santunan ini membantu kami mengatasi kebutuhan pokok selama proses pemakaman dan acara selamatan,” tambah Ibu Warsem, yang sebelumnya mengungkapkan duka mendalam atas kehilangan anggota keluarganya.
