New Policy: Kemensos Berikan Bantuan Kaki Palsu untuk Korban Serangan Buaya di Gowa
New Policy – Kementerian Sosial Indonesia meluncurkan New Policy baru yang memberikan bantuan kaki palsu kepada korban serangan buaya di Gowa, Sulawesi Selatan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan sosial bagi masyarakat yang mengalami kehilangan kemampuan fisik akibat kecelakaan atau bencana. Salah satu penerima manfaat, Rendi, seorang warga Desa Lassa-Lassa, menunjukkan kebahagiaan saat menerima alat bantu gerak yang memungkinkan kembali beraktivitas secara mandiri. New Policy ini berfokus pada pemulihan kualitas hidup, terutama untuk korban serangan buaya yang mengalami trauma serius.
Program Bantuan Kaki Palsu dalam Kerangka New Policy
Kemarin, pada 21 Juni 2026, Kemensos mengadakan Bakti Sosial Terintegrasi di Gowa sebagai wujud implementasi New Policy yang menggabungkan dukungan pemerintah pusat dan daerah. Bantuan kaki palsu tidak hanya memberikan kemudahan gerak, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk kembali bekerja, mengurus keluarga, dan mengakses layanan pendidikan. Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap keadilan sosial, khususnya bagi individu yang terluka akibat serangan buaya.
“New Policy ini merupakan solusi terpadu yang menggabungkan layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Saya sangat berharap bisa kembali menjalani kehidupan normal, termasuk membantu anak saya belajar dan bermain di luar rumah,” ungkap Rendi.
Kelanjutan New Policy dalam Mendukung Korban Kecelakaan
Bantuan kaki palsu menjadi bagian dari New Policy yang menyasar kelompok rentan, termasuk korban serangan buaya, kecelakaan lalu lintas, atau kejadian alam. Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp 907 juta untuk program ini, yang mencakup 200 pasang alat bantu gerak. Selain itu, ada peningkatan layanan pendampingan sosial, pelatihan keterampilan, dan pendidikan kewirausahaan untuk memastikan pemulihan berkelanjutan.
Tahapan Pemberian Bantuan dan Dukungan Sosial
Proses pemberian bantuan kaki palsu di bawah New Policy melibatkan penilaian kesehatan, konsultasi ahli ortopedi, serta pemilihan tipe alat bantu yang sesuai. Setiap langkah dilakukan secara sistematis untuk memastikan penerima manfaat tidak hanya mendapatkan alat bantu, tetapi juga memahami cara menggunakannya. Program ini juga menyediakan fasilitas perawatan rutin, sehingga meminimalkan risiko komplikasi jangka panjang.
“New Policy ini dirancang untuk memberikan layanan yang tidak hanya sekadar memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas seseorang dalam membangun kembali kehidupan. Kami berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini ke wilayah lain,” kata Anna Puspitasari dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV (RSKPNO).
Salah satu keberhasilan New Policy adalah mengurangi dampak psikologis korban serangan buaya. Dengan kembali berjalan mandiri, Rendi dan korban lainnya tidak hanya merasa lebih percaya diri, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap ekonomi keluarga. Program ini memberikan contoh bagaimana kebijakan sosial dapat menjadi jembatan antara kesulitan dan kemandirian.
Misi New Policy dalam Meningkatkan Kesejahteraan
Kementerian Sosial terus mengembangkan New Policy guna mencakup lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Bantuan kaki palsu menjadi salah satu elemen kunci dari strategi ini, tetapi juga diimbangi dengan program lain seperti peningkatan kesehatan mental, pendidikan anak, dan pemberdayaan ekonomi. Misi utama New Policy adalah memastikan setiap orang memiliki akses ke layanan sosial yang merata, terutama di daerah terpencil.
“New Policy memperkuat prinsip keadilan sosial melalui pemberdayaan berkelanjutan. Kami percaya, kehilangan anggota tubuh bukan akhir dari kemandirian, melainkan awal dari transformasi hidup yang lebih baik,” lanjut Hasatama Hikmah dari Sentra Gau Mabaji Gowa.
Program ini juga menjadi referensi untuk daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. Dengan menekankan kolaborasi antar instansi, New Policy berharap menciptakan sistem dukungan yang lebih efektif dan responsif. Kementerian Sosial menekankan bahwa bantuan kaki palsu hanya bagian dari kebijakan yang lebih luas, yang mencakup pemulihan komprehensif bagi semua korban kecelakaan.
