Skip to content
Yellow Desk
Agustus 1, 2026
Kumparannews

Perempuan di Yogya Cerita Ayahnya Dikeroyok 15 Orang: Giginya Lepas 2

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Seorang wanita asal Yogyakarta, Thalia Anggraeni, membagikan pengalamannya melalui media sosial. Ia menceritakan bagaimana ayah kandungnya serta seorang teman

Perempuan di Yogya Cerita Ayahnya Dikeroyok 15 Orang: Giginya Lepas 2

Thalia Anggraeni Ungkap Ayah dan Teman Dikeroyok 15 Orang di Yogyakarta

Kabarnusantaraku.com – Seorang wanita asal Yogyakarta, Thalia Anggraeni, membagikan pengalamannya melalui media sosial. Ia menceritakan bagaimana ayah kandungnya serta seorang teman ayah menjadi korban pengeroyokan massal. Peristiwa itu terjadi di kawasan XT Square Yogyakarta pada hari Rabu, 29 Juli, tepatnya pukul 21.00 WIB. Sekitar 15 orang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Momen Pengeroyokan yang Tak Terduga

Menurut Thalia, malam itu sang ayah yang berinisial DB sedang menghadiri acara reuni. Ia bersama om dan tante, serta beberapa sahabat ayahnya. Tiba-tiba, muncul sekelompok orang yang selama ini dikenal baik oleh keluarga Thalia. Salah satu dari mereka memanggil ayah Thalia menuju area parkir. Di sinilah pengeroyokan pun dimulai.

“Ketika situasi mulai dipisahkan, om (teman ayah Thalia) saya baru tiba di lokasi,” kata Thalia dikonfirmasi kumparan, Jumat (31/7).

Setelah itu, teman ayah Thalia yang bernama KS juga ikut menjadi sasaran. Para korban dipukul dan diinjak-injak oleh para pelaku. Thalia menambahkan bahwa bahkan ada yang menusukkan kunci ke tubuh korban. Akibat terjatuh dan diseret di lokasi, tubuh mereka penuh dengan pasir.

Luka dan Kondisi Korban

Setelah kejadian, para pelaku meninggalkan tempat. Thalia menjelaskan bahwa meski ayahnya mengenal para tersangka, pemicu insiden ini masih belum jelas. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Akibat pengeroyokan, ayah Thalia mengalami berbagai luka. Dua giginya lepas, pembuluh darah di mata pecah, wajahnya lebam-lebam, dan ia berjalan pincang. Sementara itu, kondisi KS lebih serius karena harus dirawat inap di rumah sakit. KS sempat kehilangan kesadaran.

“Yang lebih parah malah teman baik papa saya (sudah seperti om saya) opname di RS,” ujarnya.

Langkah Hukum dan Respons Kepolisian

Thalia menyatakan akan segera melapor ke pihak berwajib. Ia menyebut proses tersebut sedang berjalan. Ia juga berharap ini menjadi kasus terakhir, mengingat usia para pelaku rata-rata sudah di atas 40 tahun.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, menyampaikan bahwa korban belum melapor ke kepolisian. Ia mengimbau agar kasus ini segera dilaporkan. Menurutnya, pelaporan tidak harus dilakukan oleh korban langsung, namun pihak keluarga juga bisa melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *