Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Polda Aceh Amankan Oknum Brimob Terkait Tewasnya Anggota TNI Saat Kejar Bandar

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Seorang oknum anggota Brimob Polda Aceh kini telah diamankan oleh pihak kepolisian terkait insiden tragis tewasnya seorang prajurit TNI. Pratu Galuh Nugraha

Polda Aceh Amankan Oknum Brimob Terkait Tewasnya Anggota TNI Saat Kejar Bandar

Polda Aceh Amankan Oknum Brimob Tewasnya TNI

Kabarnusantaraku.com – Seorang oknum anggota Brimob Polda Aceh kini telah diamankan oleh pihak kepolisian terkait insiden tragis tewasnya seorang prajurit TNI. Pratu Galuh Nugraha, seorang prajurit dari Polisi Militer Kodam Iskandar Muda, meninggal dunia saat sedang melakukan pengejaran terhadap bandar narkoba. Insiden ini terjadi di Jalan Juli–Takengon, tepatnya di depan SPBU Juli, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen pada hari Sabtu, 25 Juli lalu. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Polda Aceh karena melibatkan personel keamanan dalam tugasnya.

Proses Pengejaran dan Insiden Menembak

Dalam kejadian tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Narkoba (Ditreskarkoba) Polda Aceh sedang dalam misi mengejar sebuah mobil Mitsubishi Triton Double Cabin yang diduga membawa pelaku narkotika. Saat kendaraan mendekat, Pratu Galuh yang berada di sekitar lokasi berusaha membantu petugas keamanan. Ia memindahkan palang besi di area SPBU dengan tujuan mengadang kendaraan yang melarikan diri tersebut. Sayangnya, saat upaya penghadangan berlangsung, korban tidak sengaja tertembak peluru rekoset. Peluru tersebut ditembakkan oleh seorang anggota Ditresnarkoba yang bertujuan menghentikan mobil yang dikejar. Pratu Galuh kemudian segera dilarikan ke RS BMC Bireuen. Namun, karena kondisinya memburuk, korban dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen dan dinyatakan meninggal dunia.

Identitas Sopir dan Rincian Investigasi

Kombes Joko Krisdiyanto, Kabid Humas Polda Aceh, menjelaskan bahwa sopir mobil Mitsubishi Triton yang berhasil diamankan merupakan oknum anggota Brimob Polda Aceh. “Sopir kendaraan telah diamankan dan diketahui merupakan oknum anggota Brimob Polda Aceh. Sementara tiga orang lainnya yang berada di dalam mobil masih dalam pengejaran petugas,” ujar Joko pada Senin, 27 Juli. Menurut Joko, kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan transaksi dan pengangkutan narkotika di wilayah Kecamatan Juli. Setelah melakukan penyelidikan, personel Ditresnarkoba menemukan mobil hitam yang ditumpangi empat orang. Saat hendak dihentikan, pengemudi justru menancap gas dan berusaha kabur. Dalam pelariannya, kendaraan tersebut menabrak sepeda motor dan menyeretnya sejauh beberapa meter.

Petugas kemudian melepaskan tembakan untuk menghentikan laju mobil. Selain sopir, tiga orang penumpang lainnya berhasil melarikan diri dan masih diburu oleh petugas. Di tengah proses penyelidikan, beredar informasi bahwa oknum Brimob tersebut bernama Bharaka RF. Informasi tambahan menyebutkan bahwa ia sempat melarikan diri sebelum akhirnya diamankan warga dan diserahkan kepada petugas. Namun, Polda Aceh belum mengonfirmasi hal ini secara resmi. Proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan semua pihak yang terlibat dapat dimintai keterangan.

Barang Bukti dan Prosedur Hukum

Polisi juga menyita mobil Mitsubishi Triton serta barang bukti berupa narkotika. Jenazah Pratu Galuh menjalani visum di Instalasi Forensik RSUD dr. Fauziah Bireuen. Setelah proses visum selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Personel Ditresnarkoba yang melepaskan tembakan juga diamankan bersama senjata api dan amunisi untuk kepentingan penyelidikan. Penyidik bersama Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh sedang melakukan uji balistik serta memeriksa kesesuaian penggunaan senjata api sesuai prosedur yang berlaku. Hingga saat ini, identitas maupun pangkat oknum Brimob yang diamankan belum diumumkan secara resmi.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antar instansi keamanan dalam menangani kejahatan narkoba. Polda Aceh berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara tuntas dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan mendapat penanganan hukum yang sesuai. Proses penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta yang terjadi pada hari itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *