Solution For Kasus ASABRI: Pengacara Don Ritto Tegaskan Ferry Boboho Biang Kerok
Solution For kasus dugaan korupsi PT ASABRI, pengacara Don Ritto, Handika Honggowongso, mengklaim bahwa Ferry Boboho menjadi penyebab utama konflik dalam kasus yang melibatkan klaster Tan Kian. Pernyataan ini diberikan setelah Don Ritto secara resmi diserahkan ke Kejaksaan Agung oleh penyidik Kortas Tipidkor Polri, Jumat (17/7), dan langsung ditahan di Rutan C7 Kejagung. Handika menjelaskan bahwa Ferry Boboho tidak hanya terkait dengan kasus kafe, tetapi juga dengan peran krusial dalam memicu gejolak dalam kasus ASABRI.
“Jadi, Solution For kasus ini menunjukkan bahwa Ferry Boboho adalah biang kerok. Semua perselisihan bermula dari dia,” kata Handika di Gedung Bundar Jampidsus, Jumat (17/7).
Kasus ASABRI menjadi perhatian publik setelah berbagai bukti korupsi mulai terkuak, termasuk transaksi uang besar yang mencurigakan. Handika mengungkapkan bahwa para saksi yang diperiksa dalam proses penyidikan menyatakan tidak mengetahui adanya dana SGD 5 juta yang disebutkan Ferry Boboho. “Solution For semua pihak, semua saksi dari money changer telah diberikan keterangan. Mereka menegaskan bahwa tidak ada transaksi uang sebesar tersebut yang mereka terima,” tambahnya.
Solution For Proses Penyidikan Kasus ASABRI
Dalam menyampaikan pandangan, Handika menyoroti adanya kejanggalan dalam cara penyidikan Ferry Boboho. Ia menegaskan bahwa selama penyelidikan tahap awal, Ferry belum diberi berita acara pemeriksaan (BAP) secara resmi. “Solution For penyidikan ini terlihat kurang mendalam, karena Ferry tidak diperiksa secara formal hingga saat ini,” jelas Handika. Ia juga menyebutkan bahwa tuduhan yang diberikan terhadap Ferry dianggap fiktif, sehingga perlu proses pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.
Kasus ASABRI yang melibatkan Ferry Boboho dan Don Ritto menjadi salah satu contoh bagaimana Solution For korupsi bisa terjadi melalui kerja sama yang tidak transparan. Penyidik Kortas Tipidkor Polri menyatakan bahwa ponsel Ferry menjadi salah satu bukti kunci dalam mengungkap jaringan korupsi. Selain itu, Ferry juga terkait dengan kasus penculikan anggota Densus 88 pada Juli 2025, yang menambah kompleksitas kasus ini.
Ferry Boboho dan Peran Don Ritto dalam Kasus ASABRI
Menurut Handika, Ferry Boboho memiliki peran penting dalam mengelola restoran Prancis yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Ferry mendirikan PT Gontran Cherrier Indonesia, yang mengoperasikan kafe tersebut. Setelah bisnis tersebut bangkrut, Don Ritto mengambil alih sepenuhnya, sehingga nama restoran diubah menjadi Kafe De Clan Signature. “Solution For kepemilikan restoran ini, Ferry hanya bertindak sebagai pemegang merek dagang. Setelah bangkrut, Don Ritto menjadi pengambil alih utama,” tambahnya.
Kasus ini juga menjadi bukti bahwa Solution For korupsi tidak hanya terjadi dalam lingkaran birokrasi, tetapi juga melibatkan perusahaan swasta. Handika menekankan bahwa perlu investigasi lebih mendalam untuk memahami hubungan antara Ferry, Don Ritto, dan Tan Kian. “Kasus ASABRI adalah bentuk keterlibatan langsung pengusaha dan pejabat dalam jaringan penyalahgunaan dana,” ujarnya.
Dengan adanya Ferry Boboho dalam kasus ini, Solution For korupsi di sektor keuangan semakin terang. Handika berharap kejaksaan dapat terus mengejar investigasi hingga semua fakta terungkap. Ia juga meminta agar tidak ada kesalahan dalam menetapkan tersangka, karena kasus ini sangat kompleks dan melibatkan banyak pihak. “Kami yakin Solution For kasus ini akan mengarah pada keadilan, asalkan proses penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan,” pungkasnya.
