Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Tak Diberi Uang Rp 15 Juta Buat Beli Motor, Pria di Bantul Bakar Rumah Orang Tua

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Tak Diberi Uang Rp 15 Juta menjadi pemicu utama insiden pembakaran rumah yang terjadi pada malam hari Rabu, 22 Juli. Kejadian ini berlangsung di wilayah

Tak Diberi Uang Rp 15 Juta Buat Beli Motor, Pria di Bantul Bakar Rumah Orang Tua

Tak Diberi Uang Rp 15 Juta, Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua

Kabarnusantaraku.com – Tak Diberi Uang Rp 15 Juta menjadi pemicu utama insiden pembakaran rumah yang terjadi pada malam hari Rabu, 22 Juli. Kejadian ini berlangsung di wilayah Ngebel, tepatnya di Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaku bernama MN, seorang pria berusia 32 tahun, melakukan aksi pembakaran setelah kecewa mendalam karena tidak menerima uang sebesar Rp 15 juta yang seharusnya diberikan untuk membayar cicilan sepeda motornya.

Momen Pemicu Emosi yang Meluap

Iptu Rita Hidayanto, Kasi Humas Polres Bantul, memberikan penjelasan detail mengenai kronologi kejadian. Menurut keterangan resmi, pembakaran diduga bermula dari permintaan MN yang tidak dituruti oleh orang tuanya. Emosi yang meluap menyebabkan MN mengambil tindakan drastis dengan menyiram salah satu kamar menggunakan bensin dan membakarnya. “Sekitar pukul 20.30 WIB pelaku menyiram salah satu kamar menggunakan Pertalite dan membakarnya,” ujar Rita saat memberikan keterangan pers.

Api yang mulai membesar segera ditangani oleh Bhabinkamtibmas bersama warga sekitar. Upaya pemadaman dilakukan dengan cepat sehingga kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bagian rumah lainnya. Rita menambahkan bahwa korban luka, yaitu Bhabinkamtibmas Kalurahan Tamantirto Bripka Agustinus Sulistiyono, mengalami luka bakar pada kedua telapak tangan dan kaki. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan penanganan medis. Berkat respons cepat warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sehingga kebakaran tidak meluas,” katanya.

Riwayat dan Proses Investigasi

Menurut Rita, orang tua MN sebenarnya sudah berusaha mencari uang untuk anaknya, namun pelaku tidak sabar menunggu. Pertengkaran pun terjadi dan berujung pada aksi pembakaran tersebut. Pemeriksaan awal oleh polisi mengindikasikan bahwa rencana pembakaran telah dimulai sejak sehari sebelumnya. “Dari keterangan para saksi diketahui bahwa sejak sehari sebelumnya pelaku sudah memiliki niat membakar rumah menggunakan BBM jenis Pertalite, tetapi saat itu tidak jadi dilakukan. Kemudian pada hari kejadian, sejak pagi pelaku kembali mengamuk sehingga situasi di rumah semakin tidak kondusif,” jelas Rita.

AKibat peristiwa ini, MN juga mengalami luka bakar di bagian kaki bawah dan punggung. Pria tersebut kemudian dibawa ke RS Bethesda untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Sementara itu, orang tua MN menanggung kerugian sekitar Rp 5 juta akibat kerusakan beberapa barang, termasuk jendela, kasur, bantal, pakaian, dan kursi. Kerugian ini masih bisa ditanggung karena tidak semua bagian rumah terbakar total.

Dari hasil pendalaman sementara, diketahui bahwa MN memiliki riwayat persoalan keluarga dan beberapa kali telah diperingatkan oleh warga karena sering menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian. Para detektif sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memperkuat proses hukum yang akan dilakukan terhadap MN. Masyarakat sekitar berharap kasus ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *