Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Topics Covered: Kolaborasi Pemprov DKI-KPK, Halte Setiabudi Ganti Nama Jadi Setiabudi Integritas

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kolaborasi Pemprov DKI dan KPK Perkenalkan Halte Setiabudi Integritas Topics Covered: Pada hari Minggu (21/6/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan

Topics Covered: Kolaborasi Pemprov DKI-KPK, Halte Setiabudi Ganti Nama Jadi Setiabudi Integritas

Kolaborasi Pemprov DKI dan KPK Perkenalkan Halte Setiabudi Integritas

Topics Covered: Pada hari Minggu (21/6/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto secara resmi meresmikan penggantian nama Halte Setiabudi menjadi Setiabudi Integritas. Acara ini diadakan bersamaan dengan revitalisasi Jalan H.R. Rasuna Said di Jakarta Selatan, yang diharapkan mampu menjadi ajang edukasi masyarakat tentang nilai-nilai integritas dan antikorupsi. Perubahan nama halte ini merupakan salah satu bagian dari Topics Covered yang dijalankan oleh kedua institusi dalam upaya memperkuat kesadaran kolektif terhadap kebersihan dan transparansi.

Strategi Kolaboratif untuk Membangun Budaya Anti-Korupsi

Kolaborasi antara Pemprov DKI dan KPK ini dirancang untuk menggali potensi ruang publik dalam menyampaikan pesan anti-korupsi. Pramono Anung menjelaskan bahwa perubahan nama halte adalah bentuk komitmen bersama untuk menyelaraskan visi pemerintah daerah dan lembaga antikorupsi dalam membangun kota yang bersih. “Kita juga akan memiliki halte kecil yang disebut Integritas 1,” tambahnya, menegaskan bahwa program ini mencakup penamaan lebih dari satu fasilitas transportasi guna memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

“Dan pada hari ini, tadi bersama dengan Bapak Ketua KPK, kita baru saja meresmikan nama Halte Setiabudi Integritas. Saya yakin ini bukan sekadar nama, tetapi bisa menjadi memori kolektif bagi masyarakat,” ujar Pramono.

Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa konsep penamaan ini muncul dari refleksi atas perjalanan sehari-hari. “Pada suatu saat, saat perjalanan dari Ragunan ke sini, tiba-tiba muncul pertanyaan: mengapa Halte Setiabudi tidak diberi nama yang mampu mencerminkan identitas baik provinsi maupun KPK?” katanya. Menurut Setyo, usulan ini sudah diproses melalui diskusi teknis dan akhirnya disepakati oleh kedua pihak. Ia menekankan bahwa halte ini menjadi simbol bahwa integritas bisa diimplementasikan di segala aspek kehidupan, termasuk dalam lingkungan sehari-hari.

Arti Nama dan Harapan untuk Masa Depan

Penamaan Halte Setiabudi Integritas diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap menjaga kejujuran. “Integritas tidak hanya berasal dari ruang rapat atau lingkungan kerja, tetapi juga bisa dimulai dari ruang publik yang sering digunakan sehari-hari,” tambah Setyo. Ia berharap masyarakat akan merespons nilai-nilai yang diwakili oleh nama ini, seperti kesadaran akan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Orang akan mengingat, orang akan menjaga, ya akan melakukan sesuatu yang positif sesuai dengan makna nama ini. Kita tidak bisa mengatakan arti sebuah nama, tetapi nama memiliki makna yang luar biasa,” jelas Setyo.

Pramono Anung menambahkan bahwa revitalisasi kawasan tersebut juga bertujuan untuk mengintegrasikan pesan anti-korupsi ke dalam kehidupan masyarakat. “Ini adalah bagian dari Topics Covered yang ingin membentuk Jakarta sebagai kota global dengan nilai-nilai integritas, budaya, dan keberlanjutan yang utuh,” ujarnya. Menurutnya, perubahan nama halte akan memberikan pengaruh positif dalam memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya pemberantasan korupsi.

Dalam konteks Topics Covered, perubahan nama halte ini dianggap sebagai langkah kreatif untuk menyampaikan nilai-nilai kebersihan dan antikorupsi melalui ruang yang sering disinggahi masyarakat. Setyo Budiyanto mengatakan bahwa ia mengharapkan inisiatif ini akan menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara institusi pemerintah dan lembaga pengawasan dapat membangun budaya yang lebih sehat. “Nama ini diharapkan menjadi pengingat bahwa integritas adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Perubahan nama halte juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pramono Anung menegaskan bahwa halte Setiabudi Integritas akan menjadi bagian dari transformasi kota Jakarta dalam mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga lingkungan dan tata kelola pemerintahan yang baik. “Ini adalah salah satu bentuk Topics Covered dalam upaya menciptakan ruang publik yang bersih dan bermakna,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *