Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Visit Agenda: Mortir Ditemukan di Gudang Pengepul Rongsokan di Malang, Langsung Didisposal

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

sokan Malang, Disetorkan ke Tim Penjinak Bom Visit Agenda - Pada hari Sabtu (18/7), sebuah mortir teridentifikasi di gudang rongsokan yang berada di Desa

Visit Agenda: Mortir Ditemukan di Gudang Pengepul Rongsokan di Malang, Langsung Didisposal

Mortir Ditemukan di Gudang Rongsokan Malang, Disetorkan ke Tim Penjinak Bom

Visit Agenda – Pada hari Sabtu (18/7), sebuah mortir teridentifikasi di gudang rongsokan yang berada di Desa Kedungpedaringan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Benda tersebut langsung ditangani oleh Visit Agenda Tim Penjinak Bom Gegana Brimob Polda Jatim melalui prosedur pemusnahan. Kepala Seksi Humas Polres Malang, AKP M Budiono, menjelaskan bahwa proses pembuangan dilakukan di kawasan Taman Loropangkon, Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen, pada hari Minggu (19/7) sekitar pukul 16.00 WIB setelah dilakukan evaluasi oleh Tim Jibom Gegana Polda Jawa Timur.

Proses Penanganan dan Penyelidikan

Mortir yang ditemukan tersembunyi di antara tumpukan besi dan logam di gudang tersebut. Pengepul rongsokan menemukan benda berbahaya tersebut saat sedang mengurangi barang logam, lalu langsung melaporkan ke warga sekitar. Setelah mengetahui adanya benda mencurigakan, perangkat desa segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan area dan menghindari risiko terhadap masyarakat. Tim Gegana Brimob Polda Jatim kemudian datang ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan pengamanan.

“Kami sangat mengapresiasi kecepatan respons dari warga Desa Kedungpedaringan. Tanpa laporan cepat, potensi ancaman dari mortir tersebut bisa lebih besar. Visit Agenda Tim Gegana Brimob Polda Jatim melakukan penanganan dengan prinsip keselamatan dan keamanan, sehingga bahan peledak tersebut tidak berpotensi merugikan warga sekitar,” ujar Budiono, dikutip dari Antara.

Langkah-Langkah yang Diambil oleh Warga

Pengepul rongsokan yang menemukan mortir mengambil langkah yang bijak, yaitu langsung menghubungi pihak berwenang setelah melihat tanda-tanda bahaya. Selain itu, warga sekitar juga berperan aktif dalam memastikan bahwa tidak ada orang yang memindahkan atau menyentuh benda tersebut sebelum petugas tiba. Visit Agenda menyebutkan bahwa pihak kepolisian memberikan arahan kepada warga untuk tetap tenang dan mengikuti protokol yang diberlakukan.

Proses penanganan mortir melibatkan beberapa tahapan. Pertama, tim Gegana melakukan inspeksi terhadap benda tersebut untuk menentukan jenis dan tingkat keamanannya. Kedua, bahan peledak dihancurkan dengan cara yang aman, seperti menggunakan alat pemanas atau bahan kimia. Visit Agenda menjelaskan bahwa disposisi ini dilakukan untuk memastikan bahwa potensi ledakan tidak terjadi, terutama saat menjelang hari Minggu.

Setelah prosedur pemusnahan selesai, tim penjinak bom memberikan laporan singkat kepada publik dan memastikan bahwa tidak ada sisa bahan peledak yang tersisa. Budiono menambahkan bahwa Visit Agenda ini menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa setiap benda mencurigakan harus segera dilaporkan, terutama jika benda tersebut berpotensi berbahaya. Ia juga meminta warga tetap waspada terhadap temuan senjata atau bahan peledak di sekitar lingkungan mereka.

“Tidak semua benda logam memiliki bahaya, tapi kita harus waspada. Visit Agenda Tim Gegana Brimob Polda Jatim terus berupaya untuk mencegah kecelakaan dan meningkatkan kesadaran warga tentang potensi ancaman dari benda-benda tertentu,” jelas Budiono.

Proses penanganan mortir di gudang rongsokan ini menunjukkan koordinasi yang baik antara warga dan pihak kepolisian. Visit Agenda Tim Gegana juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang atau menyimpan bahan peledak secara sembarangan. Dengan begitu, risiko kecelakaan bisa diminimalkan. Budiono menegaskan bahwa pengamanan akan terus dilakukan hingga ditemukan sumber asal mortir tersebut, agar tidak ada tindakan serupa terjadi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *