Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

What Happened During: Pemprov DKI Gandeng 15 Hotel Promosikan Budaya Betawi ke Wisatawan

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Hotel Promosikan Budaya Betawi ke Wisatawan What Happened During: Pemprov DKI Jakarta berupaya meningkatkan daya tarik wisatawan dengan memperkenalkan budaya

What Happened During: Pemprov DKI Gandeng 15 Hotel Promosikan Budaya Betawi ke Wisatawan

Pemprov DKI Gandeng 15 Hotel Promosikan Budaya Betawi ke Wisatawan

What Happened During: Pemprov DKI Jakarta berupaya meningkatkan daya tarik wisatawan dengan memperkenalkan budaya Betawi melalui kolaborasi dengan 15 hotel. Kemitraan ini bertujuan memperkaya pengalaman kunjungan ke Ibu Kota, terutama menjelang perayaan HUT ke-499 Jakarta. Deputi Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa acara kemitraan telah berlangsung beberapa tahun terakhir, termasuk dalam pameran Discovery Betawi Art & Culture di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Inisiatif Budaya dalam Perhotelan

Program ini tidak hanya sebatas pameran budaya, tetapi juga melibatkan berbagai aktivitas yang menampilkan keunikan Betawi secara langsung. Sebagai contoh, para pengunjung akan diberikan sambutan dengan minuman tradisional seperti “Rujak Cingur,” diiringi oleh tarian daerah khas Betawi. Selain itu, hotel-hotel yang terlibat menyediakan kue khas seperti “Lapis Legit” dan “Bika Ambon,” serta aktivitas edukatif tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Betawi. “Tujuan utamanya adalah memperkenalkan budaya Betawi kepada wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ujar Rano usai acara, Jumat (19/6).

What Happened During kolaborasi ini, pengunjung bisa mengalami kebudayaan Betawi secara interaktif, bukan hanya melalui pameran tetapi juga melalui pengalaman langsung. Rano menambahkan, selain Hotel Borobudur, beberapa hotel lain seperti Grand Indonesia dan Four Seasons juga turut serta dalam program tersebut. “Ini adalah langkah konkret untuk menunjukkan bahwa Jakarta bukan hanya kota metropolitan, tetapi juga pusat budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas unik,” katanya.

Strategi Pemasaran Budaya Betawi

Program promosi budaya Betawi di hotel-hotel disusun dengan strategi yang menarik dan mudah dipahami oleh wisatawan. Rano menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai paket atraksi budaya yang bisa dipilih oleh pengunjung, mulai dari pertunjukan musik tradisional hingga workshop pembuatan kerajinan Betawi. “Kita juga berharap, acara ini bisa menjadi bagian dari kampanye Jakarta Penuh Warna, yang menggambarkan keberagaman dan kekayaan budaya kota ini,” tambahnya.

What Happened During acara tersebut, tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga menyediakan spot foto dan area interaktif yang dapat menarik minat pengunjung. Rano mengatakan, selain memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi budaya, inisiatif ini juga bertujuan mengubah persepsi wisatawan bahwa Jakarta hanya kota modern tanpa kearifan lokal. “Ini adalah upaya untuk menyatukan tradisi dan inovasi,” ujarnya.

Program ini diharapkan bisa memperkuat hubungan antara Pemprov DKI Jakarta dengan sektor perhotelan, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Rano menegaskan, dengan meningkatkan jumlah wisatawan, Jakarta bisa meraih pendapatan fiskal yang lebih baik. “Apalagi sejak Natal hingga Lebaran, kegiatan budaya dan ekonomi yang kita gelar memberi dampak signifikan pada perekonomian,” katanya.

Pengembangan Lebih Lanjut pada 2027

What Happened During pemanasan program ini, Pemprov DKI Jakarta berencana memperluas kerja sama dengan lebih banyak hotel menjelang HUT ke-500 pada tahun 2027. Rano menyebutkan, pengembangan ini akan mencakup lebih banyak aktivitas budaya yang dapat diakses oleh wisatawan, termasuk eksplorasi destinasi wisata lokal yang memiliki nilai sejarah. “Kita ingin membuat Jakarta menjadi kota yang tidak hanya dikunjungi karena keindahan arsitektur, tetapi juga karena keunikan budaya Betawi,” jelasnya.

Dalam upaya tersebut, Rano juga menyoroti peran hotel sebagai tempat yang strategis untuk menyampaikan budaya Betawi. Ia berharap hotel-hotel dapat menjadi pusat kebudayaan yang terpadu, dengan kegiatan yang berkelanjutan dan tidak hanya terbatas pada acara sementara. “Kita ingin menciptakan suasana Jakarta Penuh Warna yang bisa terus berlangsung, bukan hanya saat perayaan tertentu,” tegas Rano.

What Happened During tahun 2027, Jakarta akan memasuki usia 500 tahun, yang menjadi momentum penting untuk memperkuat citra kota sebagai destinasi budaya. Rano berharap, kerja sama dengan 15 hotel ini akan menjadi awal dari ekspansi lebih luas. “Kita ingin melibatkan lebih banyak pelaku wisata, mulai dari hotel hingga restoran dan tempat wisata lainnya, agar pengalaman wisatawan semakin lengkap,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *