Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparanbisnis

Prabowo Minta Pengambilan Keputusan di Pertamina-PLN Lebih Cepat

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis untuk mempercepat mekanisme pengambilan keputusan di tingkat korporasi nasional. Fokus utamanya tertuju

Prabowo Minta Pengambilan Keputusan di Pertamina-PLN Lebih Cepat

Reformasi BUMN: Prabowo Dorong Kecepatan Pengambilan Keputusan di Pertamina dan PLN

Kabarnusantaraku.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis untuk mempercepat mekanisme pengambilan keputusan di tingkat korporasi nasional. Fokus utamanya tertuju pada dua perusahaan pelat merah terbesar Indonesia, yakni PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Informasi ini disampaikan oleh Rosan Roeslani, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer Danantara Indonesia, setelah menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah upaya penyederhanaan struktur birokrasi di perusahaan-perusahaan besar milik negara. Rosan menjelaskan bahwa Presiden juga menekankan perlunya pengurangan lapisan manajemen, khususnya di Pertamina, PLN, dan entitas lainnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi operasional perusahaan-perusahaan strategis nasional.

Berikutnya arahan Beliau juga untuk pengurangan layer-layers, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar, Pertamina, PLN, dan yang lain-lainnya, agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas mulai meningkat, efisiensi juga lebih terjaga.

Sebagai bagian dari proses streamlining, pemerintah mencatat telah mengurangi sebanyak 274 entitas perusahaan pelat merah hingga akhir Juli 2026. Rosan menegaskan bahwa langkah restrukturisasi ini akan terus berlanjut sesuai arahan Presiden. “Streamlining yang sudah kita lakukan kurang lebih sudah 274 perusahaan per akhir bulan Juli kemarin. Beliau juga minta di-update seperti itu,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Target Pengurangan Entitas BUMN Hingga 350 Perusahaan

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menetapkan target ambisius untuk memangkas jumlah entitas BUMN secara drastis. Dari total 1.077 perusahaan, angka tersebut ditargetkan turun menjadi hanya 350 perusahaan pada akhir tahun 2026. Skema yang digunakan meliputi penutupan, konsolidasi, dan merger yang dieksekusi oleh Danantara sebagai holding BUMN baru.

Prabowo mengakui bahwa ia sempat terkejut saat pertama kali menerima laporan mengenai kompleksitas struktur bisnis BUMN. “Saya kaget waktu saya jadi presiden saya diberi laporan BUMN itu jumlahnya 1.077, dan ini harus kita cek lagi ada BUMN yang bikin anak perusahaan, cucu perusahaan, cicit perusahaan,” kata beliau dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 20 Juli 2026.

Dampak Finansial: Penghematan Hingga Rp 80 Triliun

Arahan untuk menutup ratusan entitas BUMN yang kurang efisien telah menghasilkan penghematan biaya operasional yang signifikan. Saat ini, penghematan biaya rutin (overhead) telah mencapai Rp 50 triliun. Angka ini mencakup efisiensi gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, biaya utilitas listrik, serta efisiensi dalam penyelenggaraan rapat kerja.

Pemerintah memproyeksikan bahwa angka penghematan tersebut akan terus meningkat dan mendekati kisaran Rp 70 hingga Rp 80 triliun menjelang akhir Desember 2026. Dengan sisa waktu sekitar tujuh bulan untuk menggabungkan dan menutup sekitar 700 entitas BUMN, pemerintah optimistis bahwa perampingan struktur korporasi negara akan menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat dan lincah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Reformasi BUMN

Apa tujuan utama reformasi BUMN yang dilakukan pemerintah? Tujuan utamanya adalah mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, dan mencapai efisiensi operasional melalui penyederhanaan struktur birokrasi.

Berapa target pengurangan entitas BUMN hingga akhir 2026? Targetnya adalah mengurangi dari 1.077 perusahaan menjadi 350 perusahaan melalui mekanisme penutupan, konsolidasi, dan merger.

Berapa total penghematan biaya yang telah dicapai? Penghematan biaya rutin telah mencapai Rp 50 triliun dan diproyeksikan naik menjadi Rp 70-80 triliun pada akhir 2026.

Siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan restrukturisasi BUMN? Danantara Indonesia, yang dipimpin oleh Rosan Roeslani sebagai CEO, bertanggung jawab atas pelaksanaan restrukturisasi ini.

Bagaimana dampak percepatan pengambilan keputusan terhadap kinerja perusahaan? Dengan pengurangan layer manajemen, perusahaan seperti Pertamina dan PLN dapat mengambil keputusan lebih cepat, meningkatkan produktivitas, dan menjaga efisiensi operasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *